Select Page


Kalau ingin berkecimpung di dunia Migas dengan pekerjaan sektor engineering sebenarnya yang di butuhkan adalah background pendidikan yang memadai untuk pekerjaan seorang engineer.


Pekerjaan engineer di Migas sangat banyak sekali mulai dari downstream sampai upstreamnya dan industri penunjangnya. Contoh pekerjaan engineer seperti : Structure Engineer, Welding Engineer, Electrical Engineer, Piping Engineer, safety engineer, pipeline engineer, process engineer.dll..


Tanya – A. Sitanggang

Dear rekan milis, untuk melakukan pekerjaan engineering di MIGAS certificate apakah yang mandatory harus dimiliki oleh seorang engineer dan siapa yang mengeluarkan certificate tsb.


Tanggapan 1 – Dirman artib

Engineer apa dulu pak?

Kalau utk Welding Engineer salah satu yg di recognise  dari AWS . Kalau untuk Quality Engineer salah satu yg di recognise dari ASQ

Utk disiplin lain silahkan rekan lain menambahkan.

Mngkn ada juga sertifikat keluaran dalam negeri (?)


Tanggapan 2 – A. Sitanggang

Terimakasih pak Dirman, mungkin untuk mechanical piping, process engineer, instrument bisa ditambahkan rekan lainnya.

 
Tanggapan 3 – Novembri

Sedikit manambahkan..

Kalau ingin berkecimpung di dunia Migas dengan pekerjaan sektor engineering sebenarnya yang di butuhkan adalah background pendidikan yang memadai untuk pekerjaan seorang engineer.

Pekerjaan engineer di Migas sangat banyak sekali mulai dari downstream sampai upstreamnya dan industri penunjangnya. Contoh pekerjaan engineer seperti : Structure Engineer, Welding Engineer, Electrical Engineer, Piping Engineer, safety engineer, pipeline engineer, process engineer.dll..

Jadi menurut saya sertifikat yang penting adalah Ijazah dari universitas anda yang sesuai dengan bidang engineering yang akan ada minati. Pekerjaan engineering lebih banyak kepada design dan kalkulasi sehingga dasar pendidikan anda harus kuat unutk bisa melakukan pekerjaan tersebut. Misalnya bila anda lulusan dari teknik electro maka untuk masuk ke dunia migas bidang engineering posisi yang banyak ditawarkan adalah Electrical Engineer. Contoh Pekerjaannya seorang electrical engineer adalah :

– Single Line Diagram design

– Load Schedule,Motor Control Schedule, Cable Schedule, Cable routing drawing, Power and Control drawing, Area Classification drawing, grounding drawing

– International Codes & Standards in relation to Electrical Design

– Electrical Equipments : Transformers, HV & LV Switchgear, MCC, Motors, UPS, LCS, Communication equipments

– Electrical calculation such : Cable sizing/Voltage Drop calculation, Short circuit study

– commissioning

Nah kenyataannya adalah mayoritas lulusan PT tidak di bekali oleh ilmu ttg pekerjaan sebagai Elelctrical Engineer spt yang diminta perusahaan MIGAS. sehingga kebanyakan mereka nggak bisa mengisi posisi tersebut.

Untuk mengatasinya maka anda perlu mengikuti pelatihan dan sertifikasi sepertii yang anda tanyakan. Namun saat ini pun didunia sertifikasi international yang diakui belum sepenuhnya ada atau tersedia… jadi mengikuti pelatihan untuk bisa menguasai ilmu yang di req perusahaan adalah jalan terbaik bagi anda untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Apakah perlu sertifikat international atau tidak …menurut saya tidak perlu karena posisi anda adalah mencari ilmu dan skillnya. dari tidak tahu menjadi tahu dari tidak bisa menjadi bisa…kalau anda sudah berpengalaman 5-10 th baru anda membutuhkan sertifikasi international untuk meningkatkan karir anda…


Tanggapan 4 – Syariful Hakim

Untuk Coating, world wide certificate yang umum adalah dari NACE, BGAS, SSPC.


Tanggapan 5 – Dirman Artib

Dear all,

Sekalian saya cari info utk Coating/Painting Certification.

Di mana dan kapan ada pelatihan beserta exam untuk coating/painting BGAS atau NACE Level II di Jakarta (or Indonesia) ?

Mohon info.

 
Tanggapan 6 – Lukman Hakim

Pak Dirman,

Kalau BGAS untuk site coating inspector adanya di batam (july 2013), kalau BGAS painting inspector ada di jakarta jogya.

Untuk NACE sementara belum ada di jakarta, paling deket di singapore or malaysia.

Sumber: TWI training website nace website.


Tanggapan 7 – Dirman Artib

Thanks Pak Lukman.

Wah untuk training BGAS dan NACE aja musti ke tetangga atau Batam yg juga tempat plesiran tetangga.

Berarti emang profesionalism orang Jakarta gak perlu sertifikasi ya 🙂

 
Tanggapan 8 – administrator

Pak Lukman dan Uda Dirman

Apakah NACE tidak ada di Jakarta, saya lupa tepatnya tapi KMI pernah diajak untuk menyelenggarakan NACE di Jakarta hanya saya lupa siapa yang mengajukan proposal tapi yang jelas dari anggota Milis juga.Kalau mau dicoba boleh juga.

KMI pernah melaksanakan ujian CMRP di jakarta 2 kali jadi mungkin ini menjadi referensi mereka. Karena untuk ujian CMRP diluar USA hanya jepang dan indonesia yang diizinkan di Asia.Beruntung KMI memiliki mas Bambang yang selalu memberikan pendampingan terlebih dahulu agar peserta yang lulus cukup banyak maklum banyak yang gagal juga. Mungkin mas Bambang bisa berbagi pengalaman bagaimana KMI bisa dipercaya menyelenggarakan Ujian CMRP di Ind.

Siapa yang bisa membuka jalan nih.


Tanggapan 9 – Isya Muhajirin

Bapak2,

Seingat saya NACE Jakarta chapter sudah terbentuk. Dan terakhir yg saya tahu masih mengadakan NACE Coating Inspection training dan certification di Jakarta.

Utk mencari tahu siapa saja pengurusnya saat ini bisa melalui www.nace.org lalu cari organization chapter Jakarta. Pak Deden, salah seorang KBK Korosi milis migas, juga merupakan Chairman NACE cabang Jakarta. Mudah2an beliau masih duduk dalam kepengurusan saat ini.

BTW, pak Dirman kenapa enggak cari ke Kuwait atau Abu Dhabi kalau untuk NACE course? Biar gak di Nimr/Marmul terus gitu…


Tanggapan 10 – Syariful Hakim

Pak Dirman,

NACE level II terakhir yang diadakan di Jakarta sekitar Bulan November 2010. Hingga saat ini, seingat saya belum ada lagi training NACE yang di adakan di Indonesia. Mungkin organizer dari Indocoating bisa menjelaskan mengapa nya. Di KL training ini sudah running well, untuk jadwalnya sendiri rata2 setahun di adakan 2 kali. Baik Level I,II maupun peer review nya.

 
Tanggapan 11 – S.Budi Susanto

Yth.Pak d’Art,

Sependek sepengetahuan saya untuk sertifikasi NACE dan SSPC sudah bisa dilaksanakan di Indonesia (Jakarta) dengan kerjasama antara NACE International Indonesia Jakarta Section dan SSPC Indonesia Chapter dengan pihak Ascoatindo. Untuk lebih lanjut dapat menghubungi sekretariat Ascoatindo atau dapat mengunjungi www.ascoatindo.or.id .

Mohon maaf bila ada kesalahan informasi.

Terima kasih


Tanggapan 12 – Dirman Artib

Nah gitu dong Pak Herry dan Pak Isya, dalam Silat Melayu “gayung bersambut” (kalau Jepang, tendangan (gayung) itu ditangkis, justru kalau dalam ilmu persilatan, gayung itu hrs disambut, dan dikunci…sorry ngelantur nih).

 

Pak Isya, dalam diskusi ini saya berupaya memberi dorongan kepada adik-adik dan rekan-rekan senior untuk mengikuti sertifikasi, karena pengalaman yg tak seberapa lama saya di International Market urusan sertifikasi adalah penting dan harus. Kalau cuma mau exam NACE atau BGAS, tentu tinggal terbang ke Mumbai, Emirate atau ngintip jadwal di Doha.

   

Btw

Silahkan saja banyak rekan-rekan kita berpendapat kertas Sertifikat tak terlalu penting, mgkn betul jika yg men-segregasi CV adalah kawan atau kakak alumni anda di NKRI, tapi tentu lebih kecil kemungkinannya segregasi CV di overseas dilakukan oleh kawan-konco kita se-alumni tsb, maka hanya selembar sertifikat lah anda akan masuk dalam shortlist kandidat. Kalau kami di area professional inspection, maka selembar kertas dari CSWIP, AWS, NACE, BGAS, BIndt, NACE, IRCA lah yg mendorong kita masuk ke saringan.

 

Tidak satu-dua saya gagal menj
elaskan ke Recuitement Dept. bahwa kawanku si anu knowledge, skill dan experience-nya is adequate, tetapi krn kertas sertifikat itu tak ada (atau hanya punya sertifikat lokal yg tak di-recognised di International Market), maka mereka tak bisa masuk dalam saringan.

 

Di ME ini ada lagi yg lebih super dari Sertifikat Profesi, yaitu selembar kertas yg berisi “Client Approval”. Utk profesi di area QMS dan Inspection, tak mudah mendapatkan kertas ini, karena plg tidak selama enam (6) bulan dalam pantauan client kita harus benar-benar sabar, ego hrs dikendalikan, terlalu “yes man” dikira tak pede, terlalu ngeyel dikira tak mau kerjasama, nggak ngomong dikira English-nya kurang, terlalu banyak omong dikira tong-kosong. Nah kalau gitu gimana? Walaupun lolos ujian kesabaran ini, sampai sekarang pun saya belu bisa mengambil kesimpulan umum dari pengalaman saya yg khusus. Jadi ada bbrp pertanyaan datang ke saya lewat japri utk tahu apa resep-nya, dan saya terus terang nggak bisa jawab secara scientific. Plg-plg jawaban saya begini “Pak/Mas/Bang kalau anda muslim, sesudah shalat berdo’a aja agar bisa lebih lama di sini supaya bisa pergi haji dari kafilah negara GCC”, …..nah otomatis kan kalau do’a-nya dikabulkan Allah maka masa percobaan yg enam (6) bulan tsb akan lewat, karena syarat boleh daftar haji itu di atas enam bulan 🙂 🙂

 

Kertas “Client Approval ini kekuatan nya adalah lintas negara GCC, kalau anda dari Saudi utk kerja di Oman, maka kertas dari Aramco aka ampuh. Kalau anda dari Emirate, kertas ADNOC dan adik-adiknya akan manjur. Jika anda dari Oman, kertas berlogo PDO akan membantu utk masuk ke Aramco. Tapi kertas PTMN tak menolong banyak utk GCC, karena pengalaman di negara kerja di NKRI tak banyak membuat pede, mereka bilang “level survive-nya tak teruji, toh tongkat kayu dan batu jadi tanaman, tak ada topan, tak ada badai, kail dan jala cukup menghidupimu”.

 

Begitulah Liga GCC. Silahkan bantah jika tak sesuai, namanya juga demokrasi ya nggak 🙂 🙂

 
Tanggapan 13 – Farabirazy Albiruni

“Tapi kertas PTMN tak menolong banyak utk GCC, karena pengalaman di negara kerja di NKRI tak banyak membuat pede, mereka bilang “level survive-nya tak teruji, toh tongkat kayu dan batu jadi tanaman, tak ada topan, tak ada badai, kail dan jala cukup menghidupimu”.

—————–

Saya gak ngerti kenapa PTM yg jadi subject negatif dr postingan Pak Dirman..

Subject “mereka” pun tak jelas evidencenya maksudnya siapa..

IMHO dan tanpa bermaksud menyinggung siapapun, milis ini sebaiknya tidak menampilkan arogansi yg tidak perlu dlm setiap postingannya..

Just my two cents


Tanggapan 14 – Rania Indrianingsih

Saya percaya 1000% tulisan pak Dirman, pandangan beliau yg kritis terhadap kondisi negeri ini, justru lahir krn sikap cinta tanah air nya.

Krn menurut saya, beliau salah 1 role model engineer Indonesia yg berkarir di dunia internasional, saya tak heran jika oneday, beliau jadi pucuk pimpinan perusahaan minyak internasional. profesional, capable, cakap & mumpuni, singkatnya: Engineer Senior yg berbakat (meski saya belum pernah menemukan tulisan beliau di paper/jurnal/proceesing intenasional)

Meskipun demikian, beliau tak segan2 berbagi ilmu seputar migas di milis ini, termasuk seputar sertifikasi & manfaatnya. maju terus Pak Dirman,
Tanggapan 15 – Farabirazy Albiruni

Percaya 1000% itu sama Tuhan..masa sama manusia..

Aneh..

Apa yg disampaikan Pak Dirman bukan otomatis kebenaran mutlak coz sekali lagi evidencenya tidak valid..

Saya cuma mengkritisi saja bahwa tanpa kejujuran (honesty) semua sertifikat yg dipunya tdk ada artinya..karena semua sertifikasi internasional yg saya tau code of ethic/conduct no.1 di atas sgala2nya tak terkecuali expertise dan kecerdasan adalah honesty..


Tanggapan 16 – Doni Afrizal

Dear Da Dirman,

Saya mengalami sendiri soal sertifikasi di bidang inspeksi ini. Sebelum dapat CSWIP tak dapat lah melangkah ke negeri seberang (walo satu jam ferry sih dari Batam,hehehe).

Pengenlah dapat surat dari Aramco tu, kabarnya lumayan bikin ngiler $$$ nya. Bukan hanya untuk project di ME saja tu da, project di Batam pun berlaku surat sakti tu. Aramco Approved Inspector is mantap. hehehe

 
Tanggapan 17 – Anas Rosyadi

Untuk bidang Maintenance and Reliability, berikut ini beberapa sertifikasi yang bisa diambil :

1. CMRP (www.smrp.org)

2. CRE (http://prdweb.asq.org/certification/control/reliability-engineer/index)

3. Vibration Analyst (http://www.vi-institute.org/certification/vibration-institute-certification-program/) atau bisa juga dari Mobius Institute, Technical Associate

4. Infared Thermography Certification (http://www.infraredtraining.com/)

5. Machinery Lubrication Analyst (http://www.lubecouncil.org)

Semoga membantu.


Tanggapan 18 – Dirman Artib

Pak Novembri,

Penanya menanyakan Sertifikasi Professional, bukan ijazah university atau institute.

Jelas yg dimaksud sbg profesional adalah yg sudah professional sesuai dgn persyaratan asosiasi profesi masing-masing, ada perlu yg min. 5 tahun experiences ini dan itu, ada yg min 3 tahun experiences kerja di laut, jadi pertanyaan bukan untuk para sarjana teknik baru lulus.

Kalau baru lulus tidak kita sebut sebagai profesional, mereka melakukan pekerjaan hrs di bawah pengawasan sang profesional, kalau di jiran mereka tak boleh bagi sign kat dokument, walaupun mereka yg prepare pak cik.

Share This