Select Page

Tugas seorang engineer adalah membuat kehidupan menjadi lebih mudah, efektif dan efisien. Termasuk di keilmuan proses. Dalam hal pembuatan vent dan drain, harus dipertimbangkan: clean service atau plugging service? Tanya – Riksha Lenggana

Langsung aja, saya mohon pencerahan dari ahli piping di milis.

Kami sedang fabrikasi piping 4″ CS sepanjang total 400mtr yg penuh dengan high & low loop karena mengikuti kontur structure & piping rack di plant kami, trrmasuk nyebrang jalan karena pipe rack tidak nyambung secara langsung.

Piping ini menghubungkan Horiz.Vessel dengan Storage tank untuk proses reinventory/deinventory fluida Caustic 25% dan hanya akan digunakan 1x dalam kurun waktu 4 tahun (turn around aja).

Saat designing, kami bekerjasama dengan Process Eng & unit Operasi.

Dari hasil kerjasama, maka disetujui hanya butuh 2 vent & 2 drain di Highest Point & Lowest Point sebagai Process Vent & Drain. Pun akan di pakai sebagai vent & drain saat hydrotest awalnya. Piping pun kami suplai dengan length 12 meter x 4inch, dengan tiap 12 meter break flanges.

Saat fabrikasi, kontraktor kami mengidentifikasi ada 15 point untuk Vent/Drain ini & “ngotot menyarankan untuk di pasangi Vent/drain valves” berdasarkan Engineering Practice.

Pertanyaan saya, adakah tercantum di Code ASME B31.3 / any Standards mengenai pemilihan lokasi untuk High Vent & Lowest Drain ini bila tidak tercantum di Client/Company Spec ?

Ataukah memang ada Engineering Practicenya ya ? Trus boleh kah Eng. Practice ini tidak di ikuti, secara Eng Practice hanya aplikasi engineering yg efektif & proven based on experience.

Toh kalau pun fluida choked di loop terendah & mengeras, masih bisa di cleaning dengan membuka break flanges yg tiap 12meter tsb di atas.

Terima kasih atas pencerahannya.

Tanggapan 1 – DAM

Mas Riksha

Tugas seorang engineer adalah membuat kehidupan menjadi lebih mudah, efektif dan efisien. Termasukdi keilmuan proses. Dalam hal pembuatan vent dan drain, harus dipertimbangkan: clean service atau plugging service?

Jika clean service saya kira cukup satu untuk tiap isolatable section ( volume antara dua isolation valve – umumnya SDV) di lowest dan hughest point nya atau sesuai saram engineering practice nya. Patut diketahui bahwa engineering practice tidak dibuat secara asal2 an, mereka harus sudah mengalami pembuktian langsung di lapangan sebagai design yg mumpuni, efisien dan safe.

Jika dipaksakan untuk membuka flange tiap mengalami penggumpalan (plugging service) saya kira itu menimbulkan hazard di masa depan… Yg menjadi pertanyaan saya, kenapa connectionnya flanged yah? Kenapa bukan welded? Apakah chemicalnya bukan hydrocarbon? Tekanan dan temperaturenya berapa?

Tanggapan 2 – Riksha Lenggana

Mas DAM,

Terima kasih atas reply-nya. Kami di dept.Technical selalu kesusahan berhadapan dengan End User yg plin plan, dalam hal ini end user kami adalah unit produksi.

Saat phase engineering, kami menawarkan piping dengan total 400m tsb tanpa break flanges yg artinya tiap spool akan di field weld. Saat itu, pengerjaan engineering terasa nikmat. Saat dwg akan di release Issued For Construction, pimpinan tertinggi Unit Production meminta tiap 12m ada break flange dengan alasan kemudahan instalasi dan waktu pengerjaan (note : line ini tiba-tiba masuk jd action item yg mesti kelar sblm Turn Around di 25 Juni’13 besok)

Kami ngotot, karena semakin banyak flange & gasket maka kemungkinan bocor sangat tinggi compared to welded connection. Walhasil design mesti di mark-up di waktu yg mepet. Juga no threaded connection untuk fluida caustic ini.

Berdasarkan pengalaman Unit Production, fluida Caustic yg masih tertinggal akan mengeras dan sangat susah di bersihkan. Daripada potong pipa, mending di kasih break flanges untuk cleaningnya nanti. Itu alasan utama UP.

Tiap break flanges akan di pasangi Splash Guard.

Fluidanya Free Caustic 25%, P : 28 kg/m2, Temp : 88° C.

Dan ya, pipa ini melintang jalan arteri di plant kami. Tapi di antisipasi dengan penambahan structure platform menghindari stress & load berlebihan.

Terima kasih penjelasannya.

Tanggapan 3 – DAM

Makasih Mas Riksha,

Jika memang demikian permintaan client yah memang harus dituruti alau memang mereka merasa design spt itu lebih efisien (g perlu potong sambung pipa)…

Kondisi caustic yang bertekanan medium dan panas memang memunkinkan pengerasan dan korosi, apakah dilakukan HAZOP sebelum dilakukan start up?

Tanggapan 4 – DAM

Maaf terlewat,

Apakah pipa caustic sodanya sepanjang 400 m itu (termasuk melintasi jalan)?

Tanggapan 5 – Doni Rachmayadi

Mas Riksha,

 

Ini pendapat saya, jika spool ini terhubungi dengan flanges, maka spool bisa di hydrotest on the ground. Vent dan drain point utk Hydrotest tidak perlu lagi.

  Tanggapan 6 – Ardianta

Mas Riskha,

Sekedar menambahkan dari mas dony. Sepertinya kontraktornya akan melakukan hydrotest sekaligus (setelah pipe spoolnya terinstal semua atau terhubung dari vessel ke storagenya).

Mengingat banyak high and low loop pd line tsb maka wajar akan butuh banyak vent fungsinya untuk membuang udara terjebak agar pada saat hydrotest tekanan diinginkan tercapai.

Mungkin mas riskha bisa minta kontraktornya utk melakukan hydrotest per spool. jadi, sebelum spoolnya di naek kan ke pipe rack atau di kubur (utk pipa nyebrang jalan) spoolnya di hydrotest dl. Mengingat ada break flange to flange tiap 12 mtr.

bisa langsung di jumper koq (bisa beberapa spool sekali tekan).

Mengenai pertanyaan apakah ada di sebutkan di standard blum nemu, mungkin rekan lain bs kasi masukan.

Tanggapan 7 – Riksha Lenggana

Mas Dony & Mas Ardianta,

Terima kasih juga atas masukannya. Ya, anda berdua benar. Kami pun mengantisipasi keberadaan Break Flange to Flange tiap 12 meter dengan Hydrotest on the Ground sebelum di instal. Jadi ada sekitar 39 batang spool yg akan di hydrotest kalo satu per satu. di ASME B31.3 (maaf, lupa Clause berapa) kalo gak salah boleh dilakukan Hydrotest beberapa spool langsung seperti saran Mas Ardianta.

Karena di Line ini banyak piping lain yg juga mengalirkan fluida Caustic, maka di plant ini tidak boleh ada Hot works (note : untuk existing line).  Kalau pun boleh, hmm…sepertinya prosedur yg harus ditembus bisa berapa lapis untuk sekedar mendirikan Fire Box aja.

Terima kasih atas infonya mas.

Tanggapan 8 – Okto

Mas Riksha,

 

Sekedar memperkaya wacana, untuk mengurangi jumlah flange connection bisa dilakukan sistem “pulling” pipa. Maksudnya pengelasan dilakukan di satu tempat / lokasi saja, setelah selesai dua pipe spool yg sudah tersambung ditarik dengan menggunakan reel atau menggunakan tem. sliding pad teflon atau sejenisnya, karena ukuran pipanya 4″ masih bisa ditarik dengan mudah. Selanjutnya ujung spool kedua dilas dilokasi yg sama dan kemudian ditarik lagi. Efektif apabila tidak ada perubahan elevasi.

 

Lokasi pengelasan bisa dipilih diujung “sana” dimana prosedur yg harus ditembus tidak ber-lapis2.

 

Bila ada perubahan elevasi baru digunakan “flange connection spool”.