Select Page

Ada aturan yang harus dipenuhi ketika menggunakan satellite asing (provider ABC) yang beroperasi di Indonesia, yang disebut sebagai Hak Labuh (Landing Right) dari dirjen postel ( 357/DIRJEN/2006). Tanya – WIRO Saputra

Dear Rekan-rekan Milisters,

Perusahaan saya saat ini sedang menyelesaiakn beberapa proyek EPCI Offhore di laut / perairan Indonesia.

Beberapa kapal kerja kami (Pipelay Barge & Work Barge) saat ini telah memiliki  IT Infranstructure dalam hal ini VSAT Connection dengan Provider ABC dari Singapore.

Vsat connection ini akan langsung berhubungan dengan satelit dan akan mentransmit data2 dari kapal tersebut ke Provider ABC di Jakarta (menerima transmit tersebut).

Kemudian transmit data tersebut akan dikirimkan via leased line menuju kantor client kami.

Yang ingin saya tanyakan adalah :

1. Apakah dari koneksi seperti ini menyalahi regulasi yang ada di Indonesia (karena memakai provider luar bukan local walaupun providernya sama dalam hal ini provider ABC tetapi beda lokasi/branch) ?

2. Atau apakah kami harus mentransmit data2 dari kapal tersebut langsung ke Provider ABC di Jakarta (tanpa melalui Provider ABC di Singapore) ?

Sebelum dan sesudahnya , saya mengucapkan terima kasih atas pencerahan dari rekan-rekan.

Tanggapan 1 – Amien

Pak Wiro

Ada aturan yang harus dipenuhi ketika menggunakan satellite asing (provider ABC) yang beroperasi di Indonesia, yang disebut sebagai Hak Labuh (Landing Right) dari dirjen postel ( 357/DIRJEN/2006).

 

Share This