Select Page

Saudi Aramco, sebagaimana layaknya Oil Company dunia lainnya, tidak melakukan pekerjaan design untuk semua project pembangunan fasilitas minyak mereka. Selalu di tenderkan kepada EPC Company. Aramco hanya mempunyai Project Management Team (PMT) untuk setiap Program, yang dipimpin oleh Departemen Manager.

Pembahasan – Donny Agustinus PMP

Rekan Migas,

Saya mau berbagi sedikit cerita tentang Project Management di Saudi Aramco, barangkali belum tahu dan siapa tahu berminat bergabung menemani saya yang masih sendirian disini, sebagai orang Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Saudi Aramco, sebagaimana layaknya Oil Company dunia lainnya, tidak melakukan pekerjaan design untuk semua project pembangunan fasilitas minyak mereka. Selalu di tenderkan kepada EPC Company. Aramco hanya mempunyai Project Management Team (PMT) untuk setiap Program, yang dipimpin oleh Departemen Manager. Satu Program biasanya mempunyai lebih dari 2 Divisi yang masing masing dpimpin oleh Project Manager. Dalam hirarkir organisasi, Sebagai contoh, misalnya Karan Program (yang bikin KARAN GAS Project) dipimpin oleh seorang Departmen Manager, dan mempunyai 5 Divisi, yang masing maisng dipimpin oleh Project Manager.

Nah, Project Manager ini lah yang mempunyai team yang disbut PMT, yang biasanya terdiri dari beberapa Area yang dipipmpin oleh Senior Project Engineer (SPE). Seorang SPE adalah motor penggerak dari sebuah PMT, karena dialah yang bertugas memantau perkembangan pekerjaan, mulai dari Engineering, Procurement, Construction, Pre-commissioning dan sampai mendapat certificate bahwa Plant sudah bisa beroperasi dengan selamat sesuia design. SPE akan mempunyai beberapa Lead  Project Engineer yang masing-masing menguasai satu unit area. Lead Project Engineer juga mempunyai satu atau dua Project Engineer yang meembantu dia dalam pekerjaannya. Nah, posisi Project Engineer, Lead Project Engineer, Senior Project Engineer, dan Project Manager; semuanya adalah pegawai tetap (direct hire) Aramco.

Dibawah Project Engineer, mereka punya satu peleton pasukan yang ahli disetiap disiplin; piping, civil/structural, mechanical, electrical, instrumentation, process. Nah mereka ini bukanlah “pegawai tetap Aramco”, melainkan pegawai kontrak, yang di hire melalui “third party company”di Saudi.  Kalau berbicara nationallity, jabatan Department Manager, Project Manager, Senior Project Engineer, semuanya adalah orang lokal. Baru posisi Lead Project Engineer sampai Project Engineer adalah expat dari US, UK, Canada, plus satu orang Indonesia, ya saya ini.Sedangkan para pegawai kontrak, mereka mayoritas dari Filipina, dengan beebrapa dari India/Pakistan.

Life cycle nya sebuah Project, kan mesti melalui FEED, Detail Design, Construction, Pre-Commissioning dan Commissioning. Team PMT nya muali dari Department Manager (DM), PM, SPE, LPE, PE, mereka selalu terlibat, dalam jumlah yang berbeda tergantung peak nya project. Misalnya, saat FEED, paling awalnya hanya DM, PM and SPE saja, dan biasanya FEED ini selalu saja dimenangkan atau diberikan pada Engineering company dari UK, US dan CANADA. Barulah pada tahap DETAIL DESIGN, pemenang tendernya kebanyakan saat ini dari Korea Selatan dan Jepang, plus dari Middle East sendiri. EPC dari US/UK/CANADA baisanya pada tahap ini sudah kalah harga alias kemahalan. Nah, pada saat Detail Design ini, Aramco juga akan mengiri PMT ke negara asal pemenang tender itu. Biasanya juga, karena yang dikirim adalah Project Engineer, maka mereka butuh bantuan disiplin engineer. Disitulah direkrut tenaga kontrak yang ahli dibidang Piping, Civil.Structural, E&I, dan dikontrak sebagai PMC (Project Management Consultant). Bayaran mereka cukup besar berkisar antara 15K – 20K per bulan all in, plus dapat tiket cuti.

Nanti, pada saat Construction, PMT yang di Seoul, misalnya, akan bedol desa ke Saudi untuk seterusnya ke SITE OFFICE. DM, PM, SPE, LPE, PE pun ikutan pulang ke lapangan. Nah, si PMC, bisa ikutan ke lapangan kalau dia mau, bisa juga tidak. Untuk membantu memonitor pekerjaan construction, PMT pun merekrut tenaga kontrak sebagai PMT dari berbagai disiplin, yang dikontrak melalui thrid party local company. Mereka biasanya bachelor dan tinggal di camp, dan biasa disebut SMP (Supplementary Man Power). Umlah mereka cukup banyak, bisa 3 orang per disiplin.Gaji mereka rata-rata plus lembur adalah 15K – 20K Saudi Riyal per bulan, plus meal, accomodation dan transport.

Jadi, disini, PMT bertugas untuk memonitor pekerjaan EPC Company mulai dari FEED, Detail Design sampai Pre-commissioning.

Selama saya 5 tahun di sini, belum pernah bertemu orang Indonesia, baik sebagai SMP maupun direct hire Aramco. Saya yakin bukan karena gak bisa bersaing, tapi karena gak begitu berminat kali ya …. 

Tanggapan 1 – Dede

Bagaimana mau apply kesana pak ?

Saya background elektro pengalaman di drilling, ingin jg masuk ke oil company nya. Trima kasih.

Tanggapan 2 – Darmawan Ahmad Mukharror (DAM)

Tulisan yang bagus dari Mas Donny.

Yang menjadi penasaran buat saya adalah, dalam pandangan mas Donny kenapa gerangan minat bekerja di ARAMCO/Arab Saudi itu kurang? Mungkin bisa dijelaskan?

Tanggapan 3 – Winika Agus Sasthama

Pak Donny,

Senang mendengar ada orang pintar Indonesia berkarya di luar negeri …bapak adalah salah satu pejuang Indonesia pak. 

Saya yakin banyak sekali yang ingin sukses berkarya seperti anda disana hanya mungkin kurang informasi yang didapatkan. 

Milist ini sangat berguna apabila bisa digunakan lebih dalam untuk networking dan memberikan peluang peluang pekerjaan dan referensi bagi pejuang pejuang Indonesia lainnya.

Saya sendiri adalah wiraswasta di bidang freight forwarder dan logistics dan tetap berjuang tiap hari untuk survive dan menghidupi perusahaan dan karyawan saya. 

Dimana bumi kupijak disanalah langit dijunjung dan keberhasilan serta kejayaan bukanlah apa yang kuperoleh tetapi apa yang telah kuberikan … Merdeka !

Tanggapan 4 – Ahmad Maryadi

Mas Donny,

Denger2 kabar saat ini (dr temen sub-surface yg blm lama menjalani proses rekruitmen) konon paket DH (direct hire) utk expat indonesia di SA ada penurunan yah ? bener gak kabar ini ?

Dulu standar paket WNI msh ikutan UK/British payroll jadi msh cukup menarik (jauh diatas DH expat negara2 India,pakistan,Filipina).

Dulu pernah jg di intrvw utk posisi DH dr salah satu divisi di SA. Utk support operation (sepertinya bukan utk menghandle major project). Karena lokasi penempatan kerjanya mengcover seluruh wilayah operasi di KSA yg sangat luas, sedangkan lokasi akomodasi utk keluarga berada di wilayah Timur.. jadinya gak tertarik deh.

Tp sy rasa ada kok bbrp expat RI dr divisi Drilling & SubSurface yg ngantor di Udhailiyah dan HQ di Dhahran..

Tanggapan 5 – Arif Basuki Trihariyadi

Mungkin yang dimaksud Mas Donny yang tidak ada/kurang orang Indonesia itu yg di PMT-nya, ya? Kakak ipar saya di Saudi Aramco sejak 2006, di Dhahran, & dari cerita-ceritanya juga ada banyak orang Indonesia di sana. & betul kata Mas AM di bawah ini, waktu itu kakak ipar saya masih ikutan UK/British payroll… 😉

Tanggapan 6 – Joko

Pak Donny, 

Maksud pak Donny tidak ada orang indonesia yang di PM aramco selain pak Donny atau aramco keseluruhan? Sepengalaman saya banyak orang Indonesia berkantor di expec building di Dhahran umumnya orang-orang sub surface seperti geologist, petroleum engineer, drilling engineer dll, ada yang sudah hampir 10 tahun di sana sepertinya. 

Tanggapan 7 – Isya Muhajirin

Mungkin maksudnya adalah kalimat yang pertama: di Project Department Saudi Aramco hingga saat ini belum ada orang Indonesia lainnya. Walaupun sepengetahuan saya dalam 6 bulan terakhir, cukup banyak rekan2 asal Indonesia yg berkecimpung di bidang sub-surface mulai pindah kesana. Saya hitung sudah diatas 10-an orang lah kira2. Laku banget orang kita yang bekerja dibidang reservoir, production, drilling
, etc. memang…

Untuk orang2 surface facilities dan proyek kebanyakan masih belum banyak. Satu orang facilities engineer yg baru bulan lalu bergabung dengan Aramco juga saya dengan akan ditempatkan sebagai support utk project subsurface. Semuanya kebanyakan berkantor di Dhahran, walaupun tempat tinggalnya di Abqaiq. Utk yg bekerja di Udhailiah biasanya akan tinggal di lokasi yang sama. Sedangkan new recruit yg bekerja di Dhahran, akan tinggal di Abqaiq dan commute ke Dhahran setiap hari. Kenapa demikian saya sendiri kurang begitu paham.

Untuk proses recruitment yang saya ketahui, orang Indonesia dibedakan dari orang Asia Selatan dan Filipina. Prosesnya setelah lolos interview jarak jauh dengan user maka AOC (Aramco Overseas Company) yg berbasis di London akan mengirim surat penawaran. Karena diurus oleh AOC maka sistem penggajian ini dinamakan UK Payroll. Basis mata uang pembayaran dalam £ GBP dan hingga tahun 2013 masih menggunakan sistem ini. Terakhir saya dengar2 dari rekan2 yg baru kesana, akan ada perubahan dalam sistem penggajian. Sebagai info di Aramco ada beberapa jenis sistem penggajian diantaranya, selain UK payroll, ada juga US payroll, Asian payroll, other Arabic payroll. Saya rasa bukan karena orang2 Kita tidak berminat untuk bekerja disana tapi informasi yg didapatkan sangat terbatas. Selain itu, Aramco biasanya mengincar kandidat yang memiliki jam terbang yang tinggi dan penguasaan bahasa Inggris yang baik. Tahap awal yang bisa dilakukan kalau berminat adalah perbaiki CV dengan menonjolkan keunggulan dan penguasaan terhadap suatu bidang. Lalu browsing website Aramco dan lihat2 posisi yang diminati. Kirim lamaran beserta cover letter melalui website ataupun agen2 tenaga kerja internasional. Selanjutnya tunggu kabar baik dan semoga bisa bergabung dengan Mas Donny dan teman2 Indonesia lain yang sudah bergabung terlebih dahulu disana.

Tanggapan 8 – Donny Agustinus

Rekans,

Betul seperti yang dikatakan  Mas Isya, Hanya di Project Management Team saja jarang perekrutan dilakukan untuk Orang Indonesia. Lebih jauh lagi, di Aramco ada business UPSTREAM (Explorasi & Petroleum), Downstream (Pipeline dan Plant), Engineering and Project Management, dan bidang support lainnnya.Nah di Upstream sudah banyak orang kita disana, hampir mendekati 60 orang saat ini bertempat tinggal di Ras Tanura, Dhahran, Abqaiq, Udhailiyah, tergantung work location. Seluruh orang Facilities berkantor di Dhahran, tappi sebagina berumah di Abqaiq/Ras Tanura. Khusus orang production, tergantung dia di Plant mana. Kalau Plant nya di Udhailiyah dan bagian abwah, ya pasti rumahnya di Udhailiyah, 3 jam berkendaraan dari Dhahran. Orang Drilling juga begitu, tergantung lokasi kerja nya.

Memang betul seluruh orang Indonesia di contract under UK Poundsterling Payroll, baik yang di UPSTREAM, E&PM, maupun di bidang support lainnya. Namun sekarang Aramco punya kebijaksanaan baru untuk meng-convert semuah payroll ke USD, Kalau dibilang lebih rendah, ya ndak juga, karena dengan USD kita disiapkan uang pensiun yang diambil lump sum kalau retire atau resign, yang dulu gak ada dalam payroll lainnya.

Seperti sudah biasa jamak nya juga, sudah ada forecast untuk pegawai baru yang akan direkrut lewat direct hire, yang di atur sesuai dengan work load dan kapasitas per department. 

Nah, kebanyakan Aramco mengadakan Job Fair itu di Houston, Aberdeen dan London. Bisa juga kita melamar lewat internet, cuma jangan berharap cepat dipanggil, karena proses nya lama. Justru yang di Jobfair bisa walk-in interview dan langsung diterima. Cuma ya itu tadi, tetap saja proses terima kontrak akan lama berkisar 4-6 bulan sampai Visa dapat. Saya dulu melamar lewat Internet. Dua kali di interview, pertama tahun 2007, tapi saya tolak karena job desc nya beda dengan pengalaman saya. Baru tahun 2008 saya di kirim email invitation lagi dan akhirnya saya terima. Interview nya lewat tele-conference dengan PM dan SPE dari Houston. Saat ini sebenarnya Aramco lagi gencar-gencar nya merekrut, untuk semua business line, cuma semua di handle sama Admin Area (alias kantor pusat di Dhahran), saya gak bisa mengirim CV ke mereka begitu saja.

Saya sih gak begitu concern dengan upstream karena di UPSTREAM pegawainya sudah multi national; US, UK, Canada, Latin American, African, Indonesia, Malaysia, Singapore.

Justru di Engineering dan Project Management yang saya melihat sendiri tidak ada. Perlu di diingat, Engineering itu terdiri dari para ahli di bidang Piping, Electrical, Instrument, Corrosion, yang semua tergabung dalam CSD (Consulting Service Department), dan ada juga Inspection Department, dan Project Management Office. Memang requirement mereka tinggi sekali, misalnya untuk CSD, diminta lulusan S2 luar negeri, dan punya sertifikat Professional Engineer dari US. Untuk Project Management, punya sertifikat PMP dan berpengalaman kerja di luar negeri.

Tanggapan 9 – Thomas Yanuar P, Aff. M. ASCE

Sedikit koreksi untuk Pak Donny tentang WNI yang bergabung dalam PMT, saya sudah bergabung dengan Project Management Team Aramco Overseas Company (AOC) sejak tahun 2009. Memang seputaran tahun segitu, dari daftar Aramco Address Book, soal Address Book ini Pak Donny pasti tahu apa yang saya maksud, belum ada rekan dari negeri kita yang bergabung dengan PMT. CMIIW.Saya bergabung dengan PMT AOC atas undangan dari PM dan Engineering Manager SATORP, jadi saya tidak melamar. Karena kebetulan EM sebelumnya berasal dari TOTAL France yang pernah bersama saya di Yemen LNG (Yemen LNG adalah proyek patungan Pemerintah Yemen dan TOTAL France).Menginjak pertengahan tahun 2011 baru ada beberapa rekan yang bergabung dan kelihatannya juga anggota Milis kita hingga sekarang.Jika dilihat kebelakang sejenak, sering kali saya memposting lowongan untuk PMT AOC diMilis kita ini, mulai dari proyek Wasit Gas, Jazan, Rabigh Phase II, YERP/YASREF, Sadara dan lain-lain. Rerata untuk mengisi posisi dalam tahapan DED, baik di Seoul, Tokyo, Singapore, Milan atau Roma. Termasuk pula saya postingkan benefit yang menggiurkan dan salary range yang tinggi.Saat ini, rekans Indonesia yang saya ketahui berada dalam PMT adalah mas Egy Soesilo (Civil/Structure) di Tokyo, mas Joko Widodo (Rotating Equipment) dan mas Rahmat Kurnianto (PCS) di Seoul, dan salah satu yang tidak jelas namanya (ID di Milis kita bernama : “Nto”, yang postingannya hanya muncul kalau soal bicara gaji saja, tapi belum pernah saya baca postingan soal bidang keilmuannya) serta salah satu rekan sebagai Steel Structure Superintendent PMC untuk proyek YERP/YASREF di Yanbu – KSA.Dan ada 2 kandidat lagi untuk Jazan 2 (Refinery/Loading Terminal) untuk bidang Civil/Structure yang saya rekomenkan ke AOC BV – Netherland. Saya belum mendengar kabar terakhir tentang 2 rekan kita ini. Sedikit tambahan tentang perekrutan kandidat oleh AOC.Di Aramco, untuk perekrutan kandidat selain dari kantor pusat di Dhahran, juga melalui cabang kumpeni Aramco yaitu Aramco Services berkantor di Houston – Texas USA untuk perekrutan kandidat dari USA, Aramco Asia (yang baru dibuka) berkantor di Seoul – Korea untuk perekrutan Korea, Jepang dan negara seputar. Aramco Overseas Company BV berkantor di Netherland untuk kandidat dari Asia (umumnya termasuk dari Indonesia) dan sub cabang AOC yang ada di London (untuk perekrutan Eropa dan kandidat negara lain yang belum tercover dalam PMT yang dikelola AOC Netherland).Tentang gaji, pemakaian mata uang USD untuk pembayaran gaji semua expat AOC/Aramco Service dan Aramco Asia dimulai sejak awal tahun 2012, ini yang saya alami. Saya masih dibayar dengan Euro pada tahun sebelumnya.Jadi untuk kedepan, dari informasi yang saya dapat, USD akan terus digunakan untuk expat yang lokasi kerjanya diluar KSA. Sedangkan didalam KSA dibayar dengan SAR (Saudi Arabia Riyal).Salary range untuk lokasi diluar Saudi, seperti yang ditulis Pak Donny, rerata adalah USD 12K – 20 K, tergantung disiplin dan posisi yang ditangani serta tahun pengalaman.Di Aramco, soal tahun pengalaman juga merefleksikan senioritas. Senioritas dihargai lebih tinggi. Saya sendiri saat ini jika ditambahkan dengan tunjangan
, perbulan mendapat sekitar USD 29K-30K tergantung hari/jam kerja dalam bulan tersebut. Karena salary rate dibayar berdasarkan per jam kerja per hari nya. Perekrutan untuk di project site di IK (Inside Kingdom, ini istilah yang dipakai oleh PMT Aramco untuk eksekusi proyek didalam Saudi Arabia) memang menggunakan beberapa cara, seperti melalui SMP dan Direct Hire. Untuk yang di-hire melalui SMP, kontrak berlaku hanya selama eksekusi proyek berlangsung (tahapan konstruksi hingga Start – Up). Sedangkan Direct Hire, adalah perekrutan dari Saudi Aramco langsung yang jangka waktu hiring nya cukup lama atau tidak bergantung pada satu proyek saja. Jarang yang mendapat tawaran Direct Hire ini. Berdasarkan info yang saya dapat dari beberapa kolega yang berada dalam jajaran top management Aramco, dalam tahun ini dan tahun 2015 akan ada paling tidak 3 proyek baru di Refinery/Petrochemical dan Gas Plant.Saat ini belum di release secara resmi ke publik karena masih dalam tahapan FEED dan ITB. Saya akan mem-posting kan di Milis kita jika lowongan sudah terbuka resmi dari AOC.Sebagai catatan, PID (Project Inspection Department) adalah departemen yang mempunyai indepensi/otonomi dan sering membuka lowongan khususnya posisi QA/QC Inspector dan QA/QC Supervisor. Baik untuk eksekusi proyek maupun Plant Inspection. Jika ada rekans-rekan yang berminat dan MEMPUNYAI pengalaman dengan proyek Aramco dan mengerti Aramco Specification (SAES), baik di vendor, sub kontrator, kontraktor, silahken melayangkan lamarannya ke PID.Saya lihat selama sekian tahun, PID QA/QC Inspector dan Supervisor untuk proyek-proyek Aramco biasanya diambil dari third party body inspection seperti Velosi dan TUV Nord cabang Arab Saudi. Yang berarti hal ini juga merupakan pintu-pintu masuk ke Aramco. Silahkan juga dilihat sebagai kesempatan bergabung.Bayaran dan fasilitasnya cukup baik juga. Begitu kira-kira tambahan info dari saya.

Tanggapan 10 – Donny Agustinus

Thomas,

Betul seperti yang di bilang, bahwa ada rekan professional Indonesia yang di contract per project di OOK (istilah Aramco untuk Detail Design di Kantor Pusat EPC). Posisi ini jelas lebih enak dibanding sebagai SMP di IK (construction), karena di IK ada salary cap, dan gak bisa nyamain yang di OOK.  Khusus untuk Direct Hire yang berkantor di Saudi, itu yang belum ada karena proses nya gak lewat Project, tapi lewat Admin Area dan seperti saya ungkapkan sebelumnya, mereka merekrut. Project Engineer lewat job fair di US dan UK saja. Mudah-mudahan bisa di lain hari  dari Indonesia. Menjawab pertanyaan tenang perubahan salary Dari Pound Sterling to USD, saat ini mulai diberlakukan bagi Direct Hire asal Indonesia, Malaysia, dan negara non-US lainya, karena lebih mudah juga conversinya ke Saudi Riyal yang di peg 3.75 per 1 USD.

Tanggapan 11 – Dirman Artib

Wuiih, saking besarnya Saudi Aramco itu sampai2 sesama TKI Pak Thomas dan Pak Donny pun belum sempat berkenalan :)Alhamdulillah dengan adanya milis ini sekarang mereka sudah saling mengetahui, dan syukur-syukur janjian umrah bersama nantinya, amin. Mudah-mudahan ini adalah pahala yg senantiasa mengalir kepada para pendiri milis spt. Pak Budhi (alm) dan Pak Elwin dll. kawan2 yg masih punya concern, plg tidak usaha menyatukan warga migas Indonesia lewat forum virtual ini. Bahkan saya pun tak menyangka jika Jokowi-pun (tanpa Ahok) sudah bergabung di PMT-nya Aramco ini khusus untuk alat berputar-putar (Rotating Equipment). Silahkan yg lain menyusul, sementara saya baru belajar menggunakan koteka dulu, yang rupanya agak sulit jika dipakai sembari naik onta yg berlari 🙂 I like Monday, because I have to be at the toll gate at 05.30 am to compete Jabodetabek’s tough citizen. It’s long hard fight. 

Tanggapan 12 – Pudjo Sunarno

Dear Professional,

Great Knowledge Sharing dari Saudi Aramco tentang bagaimana menghandle project di Saudi.

Sebagai penggiat Project Management Practitioner di Indonesia, sharing dari teman teman yang berkwalitas seperti itu sangat diperlukan. Seperti yang diluncurkan oleh teman kita yang di Nigeria beberapa saat yang lalu.

Tanggapan 13 – Thomas Yanuar P

Hahahahaha… Uda Dirman ni ada-ada aja…Pak Donny saya rasa sudah lama bergabung di Milis ini dan kebetulan saya bergabung sejak tahun 2006, ketika jumlah anggota Milis kita masih sedikit dan sudah tahu beliau ini hanya lewat postingan di Milis ini saja. Jangan lupa menari Yambe Rambe Yamko di Papua sana  nanti Uda 🙂 Untuk rekan-rekan QA/QC Inspector dan Supervisor yang berminat bergabung di PID Aramco, mungkin dapat melayangkan lamarannya sejak sekarang khususnya untuk proyek Rabigh Phase II (Refinery & Petrochemical). Dari informasi yang saya dapat dari PQM (Project Quality Manager), masih banyak lowongan yang dapat diisi, terutama untuk disiplin Piping (U/G dan A/G), Mechanical (Equipment – Rotating & Static, Test Pack dll) hingga nanti sewaktu Commissioning dan FRSU. Sama halnya juga untuk Jazan Project.

Tanggapan 14 – Donny Agustinus

Pak Dirman,

Ya saya belum pernah ketemu sama Pak Thomas, soalnya member PMT itu ada ribuan, dan Saya dan Pak Thomas adalah beda status Dimana dia lebih banyak di OOK sebagai PMC ( non direct hire) sedang kan saya di Headquarter jadi agak susah  ketemu, lagipula project nya bukan murni Aramco alias joint venture, dan gak ada office nya di headquarter, makin susah lagi…

Di organisation chart pun tak muncul project yang non murni Aramco… 🙂

Dulu waktu saya di Karan Project, saya serving ke Sharjah untuk me review design by PETROFAC, dan ketemu juga beberapa PMC disana. 

Tanggapan 15 – Rania

Pak Donny,

Sharing yg amat bermanfaat untuk kita semua. Patut diakui, memang jarang anak bangsa dgn posisi strategis di oil company sekelas Aramco, khususnya di PMT & Surface Facility.  Saya yakin bukan karena kurang minat, namun informasi, akses dan kesempatan lah yg belum ada. Salam berbagi.

Tanggapan 16 – Elwin Rachmat

Pak Dirman sekali ini terlampau melebih lebihkan saya. Saya sama sekali tidak ada niat untuk menyatukan siapapun apalagi para profesional yang banyak memiliki kelebihan dari pada saya sendiri. Saya hanya mengupayakan agar semua profesional memiliki waktu dan tempat untuk berdiskusi. Bagi saya tidak masalah bila ada teman profesional yang berbeda pendapat dengan saya. Saya hanya berharap bagi para profesional menyuarakan pendapatnya dengan dukungan data serta penalaran yang baik serta dapat memilih keputusan dan tindakan yang paling bijaksana, karena tiada siapapun yang benar secara mutlak dan menyeluruh. Saya justru sangat berterima kasih dan menghargai setinggi tingginya kepada teman teman yang selama ini telah menunjukkan dedikasinya dalam berdiskusi serta peran aktifnya di KMI.

Tanggapan 17 – Whendy

Kalau pemajakan di Armaco (atau pun Timur Tengah lain) buat Expat asal Indonesia sistemnya bagaimana Pak? Kena rate berapa?

Kalau untuk Qatar misalnya, yang tanpa incopme tax, apakah kita tetap harus pajak ke Republik Indonesia?

Tanggapan 18 – ABRAR ISMET

Seneng bacanya penjelasan tentang Aramco….

Salut buat Pak Donny dan Pak Thomas juga yg lainnya yg sudah mengharumkan nama bangsa….

Kebetulan sy bagian dr Aramco juga meskipun keroconya aja…

Saat ini sy bekerja di Project Inspection Department (PID) untuk disiplin Coating Inspection di Project Arabiyah Hasbah Offshore Facilities dan Pipeline Onshore Offshore mungkin Pak Donny tau..?

Kita lagi ngebangun offshore facilities tie-in packet di Saipem Taqa Ar Rashid (STAR) yg akan diinstall didekat Perbatasan Iran. Yg kabarnya jacket yg dibangun Saipem adalah jacket terbesar dan tertinggi dr yg pernah ada…

Sy baru 2 bulan disini, yg lucunya project yg sama sedang berjalan di Saipem Karimun Yard (SKY).

Sedikit informasi, sy bergabung di PID untuk General Inspection Services (GIS) yg di provide oleh Contractor -lokal- nya Aramco seperti ABS Group, Velosi, SGS, etc., dan kebetulan sy dr ABS Group.

Kalo di project ya gitu memang
berjauh2an dan tidak tw apakah ada Indonesian nya atw tidak…

Sejauh ini diproject sy di STAR, sy satu2nya orang Indonesia dr ABS Group dan/atau Aramco.

Kabar yg sy dengar untuk PID saat ini ada regulation baru dr Pemerintah KSA bahwa mereka akan buka visa untuk Indonesian dan akan mengurangi atau bahkan menyetop visa untuk orang India/ Pakistan/ Philippines.

Pak Donny posisi dimana? Sy di Khobar. Kalo ada waktu dan kesempatan boleh kita kopdar…?

Share This