Select Page

“SKBDN itu sama dengan LC (letter of Credit) hanya bedanya SKBDN itu untuk transaksi di dalam negeri, SKBDN akan dikeluarkan oleh Bank apabila bapak sudah menyimpan modal/uang ke bank. sedang KMK (Kredit Modal Kerja) salah satu tipe Kredit yang diperuntukkan hanya untuk menambah modal Kerja dan dipergunakan untuk usaha apapun.”

Tanya – Andy Indradjaja

Rekan Milis Migas Indonesia

Sehubungan dengan judul di atas , mohon bantuan untuk dapat memberikan wawasan atau pandangan mengenai :

1. SKBDN & KMK

2. Keuntungan dan atau Kerugian dari SKBDN

3. Keuntungan dan atau Kerugian dari KMK

Kiranya dari rekan milis dapat memberikan pandangan dan wawasan mengenai hal tersebut di atas .

Terima Kasih

 

Tanggapan 1  – Ade Fajar

 

Hi Pak Indra,

Saya coba share apa yang saya ketahui mengenai SKBDN (Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri). Kalau KMK mohon maaf saya tidak familiar.

SKBDN secara prinsip sama dengan LC (Letter of Credit) namun transaksinya melalui antar bank dalam negeri (LC bank dalam negeri dengan luar negeri). SKBDN, sepertinya LC, merupakan metode pembayaran antara penjual barang dengan pembeli. SKBDN terdiri dari beberapa term yang disepakati antara penjual dan pembeli. Kesepatakan yang biasanya tercantum :- Term of credit- Term of payment

– Persyaratan paperwork yang harus disubmit ketika melakukan tagihan, seperti B/L, Packing list, dll- Pelabuhan bingkar dan muat

– Syarat dan kondisi SKBDN, misalnya denda yang harus dibayarkan kalau ada perbedaan

–  Masa berlaku- Informasi Aplicant, Bank Penerbit, penerima dan bank penerima- etc

 

Keuntungan SKBDN :- Jaminan pembayaran bagi penjual dimana barang tidak akan dikirim sebelum LC terbit- Jaminan barang dikirim bagi pembeli, dimana LC tidak bisa dicairkan apabila tidak ada verifikasi dari pembeli. Ini dibuktikan dengan Bill of Ladding dari pelayaran

Kerugian SKBDN :- Tidak cocok dipakai untuk pembayaran jasa ( misalnya pembayaran jasa freight forwarding )- Proses verifikasi cukup memakan waktu

Penjelasan saya diatas berdasarkan pengalaman saya sebagai penerima SKBDN dan mudah-mudahan bisa menjawab sedikit pertanyaan Pak Indra.

Silahkan rekan-rekan lain bisa menambahkan.

 

Tanggapan 2 – Fajar Dwi Permadi

SKBDN itu sama dengan LC (letter of Credit) hanya bedanya SKBDN itu untuk transaksi di dalam negeri, SKBDN akan dikeluarkan oleh Bank apabila bapak sudah menyimpan modal/uang ke bank.dalam kata lain SKBDN sebagai surat bahwa pihak bapak mempunyai Modal usaha yang disimpan di Bank dan Bank yg menerbitkan SKBDN sebagai Bank penjamin pihak bapak mempunyai modal….dan SKBDN tidak mudah untuk dicairkan oleh pihak lain ada syarat2 yg harus dipenuhi untuk mencairkannya, SKBDN biasanya dipergunakan untuk tipe pekerjaan pengadaan sedang KMK (Kredit Modal Kerja) salah satu tipe Kredit yang diperuntukkan hanya untuk menambah modal Kerja dan dipergunakan untuk usaha apapun.

Sepengetahuan saya untuk KMK biasanya tidak dpt dipergunakan sebagai alat pembayaran transaksi… KMK itu kurang lebih sama dgn KPR hanya penggunaannya untuk menambah modal kerja.

Jd perbedaan SKBDN dan KMK :

1. SKBDN pihak bpk sudah memiliki uang dan bank sbg penjamin phk bapak memiliki uang tsb; KMK,pihak bapak meminjam ke Bank untuk Modal usaha

2.SKBDN tidak perlu ada cicilan; KMK hrs melunasi pinjaman sebesar yg dipinjam di tambah bunga

3.SKBDN tidak memerlukan jaminan; KMK memerlukan jaminan yg nilainya +/- 120% dari nilai pinjaman (co/: Rumah,ruko,toko,kantor,ato tanah kosong)

Semoga informasinya dpt membantu….CMIIW

 

Tanggapan 3 – Davi Rahman Hakim

 

Dear All

Mohon informasinya mengenai SIO Forklit dan Sertifikat dari Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, terkait 2 hal berikut ini :

1. Apakah SIO dan sertifikat tersebut ditahan oleh perusahaan? Karyawan hanya mendapatkan Copy SIO dan Setifikatnya2. Apakah ada Peraturan Perundangan yang menyebutkan hal tersebut??Selain UU No.1 tahun 1970 dan PER.05/MEN/1985 (Pesawat Angkat dan Angkut)

Terimakasih banyak atas informasinya.

 

Tanggapan 4 –   Andy  Indradjaja 

 

Bapak/Ibu Yth ,

Terima kasih atas sharenya , ada beberapa pertanyaan atau penegasan

 

1. Dalam SKBDN yang di maksud pada informasi di bawah adalah jika kita sebagai pembeli harus sudah mempunyai modal/uang pada bank yang di gunakan sebagai  tempat penyimpanan modal/uang tersebut yang nantinya pihak bank yang akan menerbitkan SKBDN tersebut sebagai bank penjamin, sedangkan sebagai penjual  apakah juga di haruskan mempunyai modal/uang yang harus di tunjukkan untuk layak sebagai penerima SKBDN pada bank yang sama.

Kalau SKBDN sudah di pastikan menjawab pertanyaan yang di maksud

 

2. Jika itu KMK .. Kredit Modal Kerja berarti kita harus memajukan kredit ke bank untuk mendapatkan tambahan dana lalu jika kita sebagai supplier/pedagang sayur  yang akan menjual barang/dagangannya ke customer/pembeli , mengapa kita harus mengajukan kredit ke bank padahal barang yang kita supply kita dapat membeli  atau misal sudah ada di stok , jika itu pelaksana ada kemungkinan si pelaksana/kontraktor tersebut yang meminjam uang (kredit) ke bank.

Atau semisal dari pihak pelaksana membutuhkan jaminan bukankah jika di perlukan bisa menggunakan jaminan pelaksanaan yang di keluarkan bank sebagai penjamin  bahwa si supplier/peagang tersebut mempunyai dan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Mohon bantuan untuk mengoreksi apakah pernyataan di atas belum benar.

Share This