Select Page

“Planning engineer memang hot banget semenjak satu dasawarsa lalu. Wong kabarnya pernah satu perusahaan konstruksi O&G sampai kehilangan semua planner nya dalam satu waktu karena dibajak perusahaan sebelah.”

 

Tanya – Sketska N.

Rekan-rekan KMI ysh, apa benar experienced engineer dibidang Migas pada saat ini high demand? Curcol kawan2 saat ini cari engineer disini (Indonesia) pada saat ini sulit nya luar biasa. Saya bantu kawan carikan Planning Eng saja sudah hampir 4 bulan ndak dapat, padahal yang diminta min. 5 tahun pengalaman saja. Ndak janji lah kalo yang minta tolong juga req: Process Eng, Mechanical Eng, Estimator, Project Eng, etc. Full booked brother…

 

Tanggapan 1 – Pandu Winarno

Untuk experience 5 tahun ke atas, rasa2nya memang demikian Pak. Bagi rekan2 yg di EPC, experience 5 tahun, sudah laku loncat ke project owner/klien atau malah ke overseas.bagi rekan2 yg di project owner/klien, mrk banyak dapat tawaran ke overseas. terjadi gap untuk experience di bawah 5 tahun.

 

Tanggapan 2 – Syadli 

 

Pak Sketska,

Setau saya saat ini khusus untuk planning engineer sepertinya memang lagi laris manis saingan dengan process safety engineer (seperti yg dibahas pekan lalu). Tapi kalau untuk discipline yg lainnya seperti cukup memadai.. dan kalau ada yg butuh Project Engineer, please let me know.

 

Tanggapan 3 – Henry Mariono

Planning engineer memang hot banget semenjak satu dasawarsa lalu. Wong kabarnya pernah satu perusahaan konstruksi O&G sampai kehilangan semua planner nya dalam satu waktu karena dibajak perusahaan sebelah. Omong2 pak Pak Sketska, kenapa min 5 tahun? kenapa bukan 3 tahun atau 1 tahun, karena sepengetahuan saya kemampuan engineer itu diasah di 1 tahun pertama, jadi mereka pasti punya basic yg kuat setelah melewati tahun itu.

 

Tanggapan 4 – Sketska N 

Pak Henry, yang required Client lho coba tanya mengapa? Kalo dipikir sederhana sederhana sj wong project jutaan dollar, kecuali jika Regulator membuat tata kelola/ aturan sbg bagian dr mensolusikan “gap” ini.

Misalkan dgn scheme “pendampingan”, rekan-rekan di Regulator, KKKS, EPC Company wabil khusus HR juga membaca ini ndak ya? Ndak tau deh mungkin saya yg “sotoy” kalo bilang pada saat ini exp engineer High Demand.

 

Tanggapan 5 – Dirman Artib

Pak Sketsa, Susah itu karena susah menjawab pertanyaan ini : “Berani bayar berapa?”. Mudah itu kalau berani balik bertanya begini:”Berapa lo mau gue bayar !” (pakai tanda seru, mata agak mendelik, langsung rogoh saku ambil dompet). Sisanya, ya sabar tunggu one month notice, bulan depan dapet planner baru.

 

Tanggapan 6 – Boorham Rifai 

Kang Dirman,

Tidak semua engineer mengejar bilangan uang walaupun mostly seperti itu mungkin (hehehehe). Tapi kalau masalah berani bayar, saya mengira ada trend yg bagus di Indonesia saat ini berkaitan dgn standar salary. Beberapa tahun yg lalu, dapat info rate process engineer kontrak di salah satu O&G operator di Indonesia berkisar 150 – 300 USD/day (tanpa info apakah ini nett atau bukan). Tapi beberapa minggu yg lalu, ada beberapa teman yg kasak-kusuk mengaku ditawari 300 – 350 USD/day nett, tapi based on information, standar salary ada di range 450 – 700 USD/day, sebuah range yg salary yg cukup membuat saya terkaget-kaget. Dan sekarang lebih terkaget2 lagi setelah membaca info lowongan ini.

http://www.oilandgasjobsearch.com/Oil-and-Gas-Jobs/Electrical-and-Instrumentation-Engineer-Jobs/FLNG-Process-Engineer/Details/732652

Dan semua lowongan tersebut adalah Jakarta based.

Wah… Mungkin saya terlalu sok tahu, tapi dgn informasi seperti diatas, boleh kan kalau saya berkesimpulan kalau sepertinya akan ada PR besar bagi HRD untuk me-retain engineer-nya supaya tidak kabur-kabur? Hehehehe

 

Tanggapan 7 – Administrator Milis Migas

Mas Rifai

Kabar baik untuk para Profesional Migas khususnya anggota Milis Migas,bisa jadi ini dampak dari mulai masuknya LNG ke pasar domestik yang berdampak ganda kepada penciptaan peluang2 usaha domestik yang pada gilirannya akan meningkatkan kebutuhan SDM domestik di sektor tsb.Demikian juga dengan sektor penunjang Migas lainnya.

Kita tunggu komentar teman2 HRD mengenai trend ini,pasti akan menarik untuk di cermati.

 

Tanggapan 8 – Uripsdm

Benar mas Herry dan rekans lainnya,

Rising in Demand thd engineer di industri Migas juga berdampak ke Industri penunjangnya hingga EPC. Saya mengamati dan merasakan itu, karena. Saya sedang menangani tugas head hunting (mencari temukan dan seleksi para profesional) dr bbrp klien dan memang tidak mudah.

Hukum supply demand bekerja, ketika demand lebih tinggi dari supply maka daya tawar supply akan naik, kompensasi pun naik.

Terjadinya demand yg naik bukan hanya kondisi nasional namun industri global juga mendorongnya naik. Permintaan dari timur tengah sejak 2 thn lalu menanjak tajam, bahkan seorang investor Timteng datang ke Bontang hanya untuk membagikan business card nya di event event tertentu, untuk membajak para profesional kita terbang ke sana. LNG Bontang sempat kehilangan bbrp seniornya, namun kita sikapi justru dg bangga, sbb Jepang yg dulu mendidik kita saat ini merekomendasikan dunia unt belajar  LNG ke Bontang. Rupanya para investor datang bukan hanya belajar, namun ingin cara cepat dg cara membajak, terjadilah brain drain ke mancanegara. Ini semakin menambah tekanan kebutuhan profesional DN.

Bagaimana sikap para profesional? Bersiaplah dikontak mereka, atau perkenalkan diri anda ke mereka, tentu dg persiapan kompetensi yg memadai. Kita blh berharap, sbb trend pertumbuhan ekonomi akan memicu pertumbuhan industri migas, dan itu adalah kabar baik berkelanjutan bagi profesional. Waktu msh panjang bagi yg fokus dan trs siaga dg meningkatkan kompetensinya melalui pengalaman yg konsisten.Waktu terasa pendek, bagi siapa yg tdk konsisten dan tidak tekun pd bidangnya.

 

Tanggapan 9 – Andi Wahyudi

Kang Rifai,

Saya jadi pengen tau dengan tingginya rate salary process engineer dengan experienced engineer yang lain. Apakah karena di bidang pemrosesan oil & gas yang memang berkaitan dengan hidrocarbon dan nilai ekonomi migas yg sangat tinggi dibanding industri lain menyebabkan seorang process engineer berharga paling mahal di banding yang lain?Adakah industri lain yang menghargai seorang experienced engineer paling mahal selain process engineer?High demand terhadap experienced engineer apakah hanya terjadi di dunia migas? bagaimana dengan industri manufaktur kita?Jika ada yang mengetahui mohon berkenan share informasinya.

 

Tanggapan 10 – Uripsdm

Betul mas Andi,

1. Industri Process tidak hanya di migas, juga di Kimia. Bahkan para teknisinya jadi target unt dibajak. Contohnya Islandar Muda di Aceh, sdh mulai berteriak krn adanya brain drain turn over ditarik ke Timteng. Kebutuhan menanjak.

2. Manufaktur dan perkebunan tidak terkecuali. Saya kemaren dipanggil salah satu BUMN, unt membantu bukan hanay mendevelop current karyawannya, namun juga akan membangun learning centre yg akan berkembang jd academy atau university secepatnya. Tuntutan pemenuhan staff profesional akan meningkat berkelanjutan, shg harus memproduksi lulusannya sendiri hasil didikan senior nya yg sangat mumpuni berkat pengalaman yg konsisten.

 

Tanggapan 11 – Doni R 

Pak Boorham, Kemungkinan besar, budget process engineer sampai sedemikian besar itu karena diperlukan untuk mendevelop PFD/UFD sampai P&ID di awal proyek. Jadi, kalau sudah Rev.0, siap2 cari kerja lagi. Tapi job des no.5 & 6 menurut saya menuntut lebih dari sekedar process engineer.

“5. Provide Process Engineering expertise and assistance to Senior Cost Engineer in the cost planning.

6. Providing support to Senior Cost Engineer in planning, monitoring and controlling annual budget.” Mohon dikoreksi jika salah.

 

Tanggapan 12 – Indra Prasetyo ( Mod KBK Mekanikal & Pipeline

Betul Mas, saya aja bingung, katanya kita banyak pengangguran terdidik, tp kenyataannya memang saat ini nyari engineer susahnya minta ampun. Kebetulan saya manager divisi service/technical support di sebuah perusahaan yg bergerak di bidang instrumentasi dan kontrol proses. Saat ini saya lagi nyari bbrp orang engineer untuk ditempatkan di divisi saya. Saya sudah memasukkan permintaan ke HRD sejak beberapa bulan yg lalu. Tapi boro-boro dpt semua yg sy minta, dapetin satu orang aja susah bgt.   Kadang saya berpikir, sekarang ini mungkin lebih susah nyari orang daripada nyari kerja. Soalnya saya jg ada bbrp pengalaman pribadi, yg pertama ceritanya saya pernah ngirim lamaran ke sebuah perusahaan multinasional krn dpt info dari adik ipar sy yg kerja disitu kalo lg ada lowongan utk posisi operation manager, dan terus terang range gaji utk posisi manager di perusahaan tsb lumayan tinggi. Sekitar 2 bulan kemudian, sy dpt telpon di no telpon corporate saya, ternyata dari HRD perusahaan tsb yg mengundang sy utk interview. Sy surprise krn sy tidak pernah meninggalkan no telp corporate saya di surat lamaran. Menurut ibu HRD tsb, dia sudah bbrp kali mencoba menelpon ke no HP (esia) yg sy tinggalkan tp nggak pernah nyambung (entah kenapa sy nggak tahu) dan dia pernah kirim email ke gmail sy bbrp kali utk interview tp sy nggak pernah respon. Memang sy akui sy jarang buka2 email pribadi ini, setelah sy cek ternyata memang ibu itu sampai 3 kali mengirim email ke saya. Tp yg paling mengejutkan saya adalah usaha si ibu tsb sampai dia bisa mendapatkan no telp corporate saya hanya utk mengundang sy interview. Pengalaman kedua, ada sebuah perusahaan yg bbrp hari belakangan ini membuka lowongan utk posisi manager engineering dan diposting di milis lowongan migas. Barusan aja sy baca email dari HRD perusahaan tsb (yg dikirim 3 hari yg lalu) yg meminta no telp/HP sy utk dihubungi mengenai posisi tsb dan mengundang interview. Yg bikin sy heran adalah saya tidak pernah mengirimkan lamaran ke perusahaan tsb baru2 ini. Setelah saya cek lagi email dari perusahaan tsb, ternyata saya pernah mengirim lamaran ke perusahaan tsb bulan Januari tapi tahun 2011 (alias dua tahun yg lalu). Yg ketiga, dua orang anak buah saya disini resigned beberapa waktu yg lalu. waktu exit interview mereka terus terang mengatakan kepada saya bahwa sebetulnya mereka tidak pernah mengirimkan lamaran kemana pun. Tetapi tiba2 aja ada yg menelpon mereka dan menawarkan posisi. Salah satu dari dua anak buah sy tsb bahkan katanya sempat menolak bbrp kali utk dtng interview, sampai akhirnya HRD perusahaan tsb langsung menawarkan angka (yg memang cukup menggiurkan utk posisi engineer). Dulu saya pikir hanya Oil & Gas company yg bisa menawarkan angka segitu utk posisi engineer, tp ternyata skr perusahaan konsultan dan perusahaan skala kecil juga berani menawarkan angka yg jauh lebih tinggi daripada perusahaan skala menengah – besar (spt tempat saya bekerja sekarang). Mungkin jaman memang sudah berubah ya…??

 

Tanggapan 13 – Boorham Rifai 

Pak Herry,

Saya rasa, selain LNG, kata kuncinya ada di floating facilities (FSO/FPSO) dan deepwater. Mungkin high offering ini disebabkan selain karena high demand karena banyak project, juga low supply karena langkanya engineer yg memiliki pengalaman di bidang yg saya sebutkan diatas.

 

Tanggapan 14 – Boorham Rifai 

 

Kang Andi,

Saya sama penasarannya dengan Kang Andi. Mungkin demand terhadap process engineer tinggi karena banyak project yg berada di fasa awal (konseptual/pre-FEED dan mgkn FEED), dimana peran Process Engineer paling krusial. Tapi rasanya semua akan berimbas ke semua disiplin karena kemungkinan besar semua FEED akan ke EPCI, dimana ada eskalasi jumlah engineer utk disiplin untuk setiap project.

 

Tanggapan 15 – Elizabeth Emil 

 

Pak Sketska, Pengalaman yang sama Pak. Sampai2 perusahaan ditempat saya bekerja sekarang ngambil Planning Engineer dari Srilanka. Padahal saat saya bekerja diperush2 sebelumnya planning engineer semuanya kawan2 sebangsa setanah air.

 

Tanggapan 16 – Boorham Rifai 

Pak Doni,

Mungkin juga Pak. Tapi kalau saya yg punya company-nya, saya tidak akan membiarkan dia pergi setelah Rev. 0. Saya ingin dia stay sampai facility (LNG) nya jadi dan beroperasi normal serta mewariskan knowledge tentang LNG plant tersebut ke engineer lain yg lebih mungkin bisa saya retain. Yg saya tahu, history dan filosofi dari sebuah design biasanya hilang dengan kepergian orang yg mendesainnya. Tidak semuanya bisa dicover oleh engineering document yg dibuat.

Betul Pak Doni, saya rasa juga begitu utk item no 5 & 6. Tapi mgkn ini jamannya all around engineer. Kemarin saya menemukan ada title Value & Risk Engineer. Kalau melihat R&R nya sangat menarik tapi bikin mulut saya menganga dan garuk-garuk kepala karena berbeda dengan risk engineering yg saya tahu. Mungkin karena nilai projectnya yg sangat besar atau berisiko tinggi sehingga risk dari project perlu dipantau dan optimisasi desain dilakukan sejak awal.

 

Tanggapan 17 – Kristiawan 

Pak Doni / Pak Rifai

Item no 5. Provide Process Engineering expertise and assistance to Senior Cost Engineer in the cost planning. Untuk keperluan estimasi di phase conceptual / feasibility, Cost Engineer / Estimator biasanya mendapatkan input dari para Process Engineer (karena mereka yang berperan besar di phase ini). Inputnya berupa PFD, equipment list, equipment sizing dst. Kadang Process Engineer juga membantu proyek untuk mendapatkan budgetary quotation & estimated time delivery dari equipment vendors. Item 6. Providing support to Senior Cost Engineer in planning, monitoring and controlling annual budgetSependek pengalaman saya, Process Engineer tidak terlibat di monitoring / controlling annual budget. Tapi tiap Company punya pola kerja masing – masing.

 

Tanggapan 18 – Alvin77

 

Mas Boorham,

Pa kabar ?

Hajarr bleeeh…

Trend high demand and supply minim ini kayaknya terjadi utk project yg memang hangat di seluruh dunia (tidak hanya Mid East, Aussie dan Asian) bahkan project utk improvement existing facility-pun demikian. Jadi bukan hanya cakupan FEED doang.

Sejak 7 bulan lalu selalu saja ada telpon atau kontak lewat email setiap minggunya (minimum 1 orang) baik dari head hunter atau langsung company yg punya gawe-nya, tersedia dari posisi di client sampai EPCI.

Ada yg sopan dengan memperlihatkan job description dst., ada yg kurang sopan langsung nawarin posisi dan route ticket plus benefitnya atau rate yg sudah disebut, start at least USD 500/day …

Memang harus hati-hati utk detail job descriptionnya ketika hendak meminang salah satu tawaran tersebut, ada yg fully loaded and grey spec tapi ada pula yg jelas batasnya.

Bah ini mungkin yg disebut trend high demand to Indonesian Engineers … 🙂 ?

Thanks.

 

Tanggapan 19 – Sketska N 

 

Trims pak, ya wis kita senasib 🙂 Bersama rekan2 seprofesi sy usulkan kt buat percepatan, cara praktis sharing di pertemuan2 kecil yg dpt dibuat bulanan, dwi bulanan atau 3 bulanan. Pertemuan lbh kpd core competence masing2 & fokus tataran teknis – praktis, yg tentunya tanpa meninggalkan konsep dasar serta reference.

“Dimulai dr hal yg kecil…”

 

Tanggapan 20 – andreycool1979 

Hayu saya sependapat dengan bung Sketska. Mari kita buat program percepatan kemajuan di disiplin masing-masing. Biar yang not experience jadi experience. Dan pendapatan kita naik bersama seiring dengan keahlian kita yang terus berkembang.

Mari kita maju bersama-sama.

 

Tanggapan 21 – Boorham Rifai 

 

Mas Alvin,

Kabar baik Mas. Semoga Mas Alvin juga baik-baik saja.

Hehehehe… apanya yg dihajar Mas? Saya cuma dapat ceritanya saja kok Mas,jadi belum ada yg bisa dihajar. Nyadar diri Mas, maklum masih junior jadi harus banyak2 belajar dari para senior di milis ini dan dimanapun. Saya seneng baca2 opportunity karena saya ingin tahu kompetensi apa yg sebenarnya dibutuhkan di luar sana terutama yg berkaitan dengan process safety, loss prevention atau technical safety. Daripada puyeng mikirin daily rate USD yg diceritakan orang atau saya baca di website2, mendingan memperdalam ilmu process dan process safety sesuai dengan minat (walaupun mgkn bukan bakat, hehehehe).

Dengan tingginya demand dan low supply engineer di indonesia ini, harapannya ada program akselerasi knowledge dan skill untuk menutup lack di experience bagi engineer2 junior seperti saya ini, yg tercetus dari milis kita yg tercinta ini (sambil membayangkan indahnya jika ada yg membuat website yg menjadi pool ilmu process dan process safety di Indonesia. Siapa tahu ada yg berinisiatif utk membuat skill & knowledge tree yg bisa bisa menjadi guide how to be a competent process/process safety engineer semacam skill tree barbarian/paladin di game Diablo II. Berharap bisa belajar dan menjadi salah satu kontributornya di masa depan. Hehehehe).

 

Tanggapan 22 – Boorham Rifai 

 

Mas Alvin,

Kabar baik Mas. Semoga Mas Alvin juga baik-baik saja.

Hehehehe… apanya yg dihajar Mas? Saya cuma dapat ceritanya saja kok Mas,jadi belum ada yg bisa dihajar. Nyadar diri Mas, maklum masih junior jadi harus banyak2 belajar dari para senior di milis ini dan dimanapun. Saya seneng baca2 opportunity karena saya ingin tahu kompetensi apa yg sebenarnya dibutuhkan di luar sana terutama yg berkaitan dengan process safety, loss prevention atau technical safety. Daripada puyeng mikirin daily rate USD yg diceritakan orang atau saya baca di website2, mendingan memperdalam ilmu process dan process safety sesuai dengan minat (walaupun mgkn bukan bakat, hehehehe).

Dengan tingginya demand dan low supply engineer di indonesia ini, harapannya ada program akselerasi knowledge dan skill untuk menutup lack di experience bagi engineer2 junior seperti saya ini, yg tercetus dari milis kita yg tercinta ini (sambil membayangkan indahnya jika ada yg membuat website yg menjadi pool ilmu process dan process safety di Indonesia. Siapa tahu ada yg berinisiatif utk membuat skill & knowledge tree yg bisa bisa menjadi guide how to be a competent process/process safety engineer semacam skill tree barbarian/paladin di game Diablo II. Berharap bisa belajar dan menjadi salah satu kontributornya di masa depan. Hehehehe).

 

Tanggapan 23 – Dimas Yudhanto 

 

Hukum alam berlaku, survive of the fittest, maksudnya hanya yg paling fit, unggul, memiliki stamina & daya tahan (endurance) tinggi, yg bertahan dan menjadi pemenang.

Kebanyakan, seseorang berhenti belajar justru ketika mulai bekerja.

type engineer unggul, selalu belajar, tidak mudah puas atas yang telah dicapai.

Sometimes, mengorbankan waktu, tenaga dan juga finansial.

sebagai ilustrasi, seorang engineer muda, baru kerja di sebuah perusahaan EPC SME (small medium enterprise), engineer muda tersebut,yang sadar dan punya kemauan untuk maju, akan menyisihkan waktu & uang nya, untuk mengikuti kursus dan sertifikat keahlian (meski menggunakan uangnya sendiri krn perusahaan tempatnya bekerja tidak memberikan fasilitas kursus).

Dalam pekerjaan, dia tidak hanya mengerjakan apa yg menjadi tanggungjawabnya, namun berusaha mengerjakan yg lain, dan belajar hal2 di lingku industrinya. sebuah nilai plus, jika seorang process engineer, juga belajar memahami bagaimana cost estimate, budgeting, scheduling, dalam suatu proyek.

Setelah cukup punya experience, sebut saja 2-3 tahun, berbekal pengalaman kerja, skill plus kursus/sertifikat yang dimiliki, ia berusaha pindah ke perusahaan yang jauh lebih memberikan tantangan, secara kerja, tanggungjawab, karir dan tentunya, salary yg jauh lebih tinggi. Dengan pencapaian yg lebih baik, bisa jadi dalam 2-3 tahun berikutnya, malah melanjutkan study, master, baik full time atau pun nyambi kerja.

Saya percaya, tidak sampai 7 tahun, engineer muda ini akan meraih pencapaian yg jauh lebih valuable, dibandingkan rekan2 seangkatannya, dengan waktu start yg sama, namun lebih menikmati masa muda, dengan hura-hura, jalan2, beli mobil, bersantai2, dll. secara posisi, tanggungjawab dan tentunya penghasilan, bisa 2-3x lipat. ini bukan dongeng, namun fakta universal.

think smart, plan strategic, measurable action & excellent implementation.

 

Tanggapan 24 – Dony Wibowo

Setahun yang lalu membaca majalah E&P. Memang bukan hanya di Indonesia kebutuhan meningkat tapi juga diseluruh dunia, hal ini dikarenakan beberapa faktor, antara lain berkurangnya minat untuk mengambil jurusan teknik, namun lebih memilih ke bidang IT dan perbankan.

Share This