Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Januari 2003) ini membahas tentang aktifitas pemeliharaan untuk mencegah metal loss baik di bawah maupun di atas permukaan air. Apakah aktifitas pemeliharaan tersebut sama untuk seluruh bagian platform (member/joint/pile misalnya) dan bagaimana pula pengaruh marine growth terhadap metal loss, apakah bisa terjadi efek saling meniadakan (penebalan vs penipisan)? Atau justru malah men-drive losses yang lebih agresif?

Pertanyaan 1 :

Kalau suatu platform telah dilakukan inspeksi wall thickness, aktifitas pemeliharaan
apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah metal loss baik di bawah maupun
di atas permukaan air? Apakah aktifitas pemeliharaan tersebut sama untuk seluruh
bagian platform (member/joint/pile misalnya) dan bagaimana pula pengaruh marine
growth terhadap metal loss, apakah bisa terjadi efek saling meniadakan (penebalan
vs penipisan)? Atau justru malah men-drive losses yang lebih agresif?

Pertanyaan 2 :

Dengan terukurnya penipisan yang terjadi, sampai kapan platform tersebut dapat
dipakai? Apakah kekuatan angin, arus laut (dan arahnya) serta beban yang diderita
platform masih dalam toleransi yang dibolehkan pada saat desain. Apakah gaya
yang bekerja pada platform pada saat desain berdasarkan asumsi yang keliru atau
kondisi desain dan kondisi operasi berbeda. Apakah data oceano-meteorologinya
sudah berubah. Apakah data gempa di wilayah tersebut sudah diperbaharui.
Marine growth (karang) yang terbentuk pada kaki platform apakah tidak mengakibatkan
gaya yang diakibatkan oleh arus laut menjadi terlampau besar sehingga perlu
dilakukan pembersihan (sebagian atau seluruhnya)?

Tanggapan 1 :

Biasanya, bagian atas permukaan air harus di-painting sesuai spec. sedangkan
bagian bawah permukaan air pakai Cathodic Protection (Sacrificial Anode or Impressed
Current). Pemakaian Cathodic Protestion sama saja untuk setiap bagian karena
pengaruh CP adalah untuk luasan yang terproteksi,.

Mengenai marine growth, tidak ada pengaruhnya pada metal loss tapi berpengaruh
pada wave loading, sehingga dalam design ketebalan marine growth ditentukan
terlebih dahulu. Ketebalan marine growth harus selalu dipantau agar tidak melebihi
ketebalan desain. Apabila ada metal loss dan marine growth jelas tidak ada efek
saling meniadakan karena marine growth hanya mempengaruhi drag coeficiennya.

Tanggapan 2 :

Kalau di perkapalan, daerah yang tidak langsung berhubungan dengan air cukup
di paint dengan conventional paint. Sedangkan untuk daerah di bawah permukaan
air (underwater area), biasanya di-painting pake antifouling atau SPC paint,
selain itu juga dipasang ICCP (Impressed Current Catodic Protection). Pemakaian
ICCP anodes tergantung dari profiles dan operating conditions. Adapun jenus
ICCP anodes yang dipakai yaitu :
1. Linear Anodes, biasanya dipakai untuk kapal-kapal besar seperti halnya FPSO,
VLCC maupun ULCC.
2. Elliptical Anodes, sangat baik untuk daerah hull.
3. Circular Anodes, biasanya dipasang untuk daerah-daerah yang bentuknya flat
seperti di daerah hull.
4. Linear Loop Anodes, biasanya untuk luasan yang kecil

Tanggapan 3 :

Apabila platform tersebut floating, maka sebaiknya maintenance untuk bagian
bawah permukaan air laut menggunakan floating deck. Itu akan lebih baik dan
maksimal hasilnya sebab maintenance yang paling sulit adalah maintenance struktur
yang ada di bawah air laut. Salah satu yang besar pengaruhnya adalah korosi
dan marine growth (karena bahayanya sampai-sampai IMO mengeluarkan semacam buletin
yang khusus membahas tentang marine growth tersebut).

Tapi apabila platform tersebut fix, paling yang bisa dilakukan adalah pencegahan
korosi type ICCP (Impressed Current Cathodic Protection). Caranya sederhana,
di ASME banyak dibahas. Ada juga yang menggunakan sacrificial anode (aluminium
anode & zinc anode), dalam hal ini batas waktu atau life time dari zinc
atau aluminium tersebut per square meters perlu dihitung.

Salah satu cara agar marine growth tidak banyak menempel saat mau launching
platform adalah mengecatnya dengan anti fouling dan kemudian selama 2 jam disiram
dengan air. Hal ini dapat mengurangi munculnya marine growth. Tapi apabila platfrom
sudah fix ditengah laut, mungkin akan susah untuk dilakukan pengecatan.

Umur offshore platform tidak dapat ditentukan visual dengan mata karena banyak
"tempelan" di leg-nya, tapi ditentukan oleh environment condition
yang dipergunakan sebagai benchmark saat pre-design oleh engineer. Biasanya
yang dicerna dalam environment condition adalah limit di mana dalam satu-satuan
waktu akan terjadi kondisi tertentu (extreme condition), di situlah strength
calculation dari structure akan bicara (melawan atau runtuh ?), bisa 100 years
storm, 1 years storm or else.

Marine growth yang menempel akan memberikan effect yang signifikans kala hal
tersebut menempel di kapal-kapal karena salah satu penghitungan HP atau speed
dari kapal ada fungsi resistant (di mana dalam resistent ada fungsi tahanan
karena bodi kapal yang tidak smooth). Untuk fix platform hal ini tidak terlalu
berpengaruh, sebab design sudah ditentukan lifetimenya, dengan attachment pada
kondisi extreme. Ketebalan pelat yang ditentukan saat pre-design, sudah mengandung
fungsi (k) dimana fungsi k tersebut merupakan faktor korosi + marine growth
(engineering sense)

Tanggapan 4 :

Berdasarkan desain yg pernah kami lakukan (di tempat kerja sebelumnya) bahwa
data site yg diperlukan sewaktu proses desain adalah data kondisi 100 thn mundur
dari saat ide proyek muncul. Di sini akan kelihatan trend dari kondisi site
tsb, termasuk gempa, topan/badai, marine growth, dsb.

Data ini akan dievaluasi oleh masing-masing disiplin termasuk geologi, struktur,
material, proses, piping, dll, dan kemudian dituangkan dalam suatu "project
design". Kalau "lifetime" yg diinginkan dari suatu platform adalah
30 thn maka dibuatlah suatu desain proyek utk 30 thn. Artinya, platform tsb
hanya berumur 30 thn dan digunakan hanya utk selama 30 thn saja. Proposal ini
dikaji nilai ekonomisnya. Kalau dinilai layak (untung), proyek dilanjutkan.
Kalau tidak, maka proyek dihentikan. Kalau platform tsb sdh berumur 30 thn,
ya.. hrs terima kenyataan bhw instalasi tdk bisa dipakai lagi. Jangan diharapkan
bahwa umur platform bisa di-eksten (ditambah) hingga menjadi 40 thn/lebih. Kalau
ternyata kelak kemudian hari dinilai masih bernilai ekonomis, buat platform
baru…

Kalau marine growth dibersihkan, akan meninggalkan bekas/ruang dan kerapuhan
pada material struktur. Kerapuhan ini akan dgn cepat diisi marine growth berikutnya
dan akan sangat rentan (brittle) terhadap hentakan ombak. Satu hal, pembersihan
menyebabkan penipisan tebal struktur karena proses kimia antara marine growth
dgn material struktur juga ikut terbuang. Kalau ada ombak sedikit besar, bukan
tidak mungkin platform akan rubuh. Saran dari beberapa rekan-rekan ahli, biarlah
marine growth ada disana sampai masa akhir pemakaian platform. Perusakan/pertumbuhan
marine growth berlangsung secara gradien lambat laun dan alami, tidak drastis.

Perbaikan suatu instalasi yg memang sudah uzur (bukan maintenance job) hanya
akan memunculkan persoalan baru dan tambahan biaya. Tapi kalau upaya perpanjangan
umur hanya utk beberapa waktu singkat (2-3 thn) sambil menunggu pengerjaan pembuatan
patform baru, hal ini bisa saja dilakukan. Lebih dari itu, akan sangat tidak
efektif dan memiliki tingkat resiko bahaya yg tinggi.

Utk maintenance platform, menurut saya ikutilah prosedur maintenance yg sudah
diberikan "engineers" anda sewaktu proses desain. Routine and preventive
maintenance perlu dilaksanakan sesuai aturannya, "penghematan" memang
perlu tapi tidak utk maintenance…

Tanggapan 5 :

Kondisi oceano-meteo 100 tahunan yang cukup ekstrim berarti kondisi ekstrim
tersebut kemungkinannya terjadi sekali selama 100 tahun (kemungkinannya 1% atau
1/100). Bukan berarti hanya akan terjadi 100 tahun lagi atau setiap 100 tahun,
mungkin saja terjadi tahun depan atau pada tahun di mana platform dimaksud beroperasi.
Tapi kemungkinannya tetap 1%. Sedangkan kondisi tahunan kemungkinannya adalah
100% atau 1/1 akan tercapai pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya, karena
kondisi oceano-meteo didasari oleh kondisi rata-rata tahunan. Dengan demikian
bila platform didesain untuk 30 tahun misalnya biasanya kondisi oceano-meteo
yang digunakan umumnya tetap saja kondisi 100 tahunan yang memiliki kemungkinan
terjadinya sebesar 1%, bukan kondisi oceano-meteo 30 tahun yang memiliki kemungkinan
sebesar 3.3% (1/30). Dengan adanya perubahan cuaca dunia yang berubah dengan
cepat pada tahun-tahun terakhir, bisa saja data oceano-meteo untuk wilayah tertentu
berubah bila dibandingkan dengan data yang dipakai pada saat desain.

Peta gempa juga bisa berubah. Peta gempa yang umumnya dipakai sebelum 5 tahun
lalu adalah peta gempa yang dibuat puluhan tahun lalu. Seingat saya gempa di
Sulawesi beberapa tahun lalu serta tiadanya gempa yang berarti di laut Jawa
sudah merubah peta gempa kita sehingga faktor keamanan untuk beberapa tempat
di selat Makasar perlu dinaikkan sebaliknya faktor keamanan di laut Jawa dapat
diturunkan. Peta gempa yang baru untuk Asia Tenggara sudah dimasukkan dalam
SNI tentang anjungan lepas pantai dan Indonesia sedang mengajukan kepada ISO
untuk dapat diterima sebagai regional annex.

Sementara itu pertumbuhan karang tidak bersifat linier. Pada suatu saat karang
yang tumbuh dan karang yang rontok dikikis oleh arus laut jumlahnya sama sehingga
ketebalan karang yang menempel pada kaki platform akan relatif tetap.Tapi ketebalan
karang yang terbentuk sudah mengakibatkan tambahan gaya pada kaki platform yang
mungkin sudah melebihi gaya yang dibolehkan pada saat desain. Untuk itulah perlu
dilakukan pembersihan walaupun mungkin hanya sebagian dan harus dilakukan secara
periodik.

Pertimbangan di atas sering kali harus dilakukan untuk mengevaluasi usia pakai
platform misalnya mengingat usia lapangan yang masih harus berproduksi lebih
lama dari yang diasumsikan pada saat desain (karena cadangan hidrokarbonnya
lebih besar dari pada yang diduga semula atau karena dijumpai masalah untuk
memproduksikan hidrokarbon dengan laju produksi yang diasumsikan pada saat desain).
Umumnya pengurangan beban pada plaform sehingga titik minimum dilakukan untuk
memperpanjang usia pakai plaform yang dimaksud selain melakukan tindakan untuk
menjaga kondisi platform yang ada selama mungkin. Pertimbangan inipun selalu
dilakukan sebelum akhirnya diputuskan untuk mengganti dengan platform baru.
Saya tidak ingin membahas lebih jauh dengan CAPEX (investasi untuk platform
baru) dan OPEX (biaya maintenance yang termasuk dalam biaya operasi). Bila usia
pakai platform tidak dapat diperpanjang, alternatif lain adalah workover bahkan
menambah sumur baru untuk meningkatkan laju produksi atau dipasang sea line
baru kearah platform lain yang masih memiliki usia pakai lebih panjang dan kapasitas
berlebih; dengan demikian biaya yang dikeluarkan relatif akan lebih kecil dibandingkan
dengan membangun platform baru. Seringkali sebagai pengguna harus memutar otak
beberapa kali dalam melakukan optimisasi melalui pendekatan multi disiplin sebelum
mengeluarkan uang dalam jumlah yang besar untuk investasi baru.