Penggunaan software rekayasa teknologi meningkatkan perancangan plant secara effektif biaya dan laik operasi. Penggabungan teknologi rekayasa dan pola kerja meningkatkan keefektifan rekayasa dan penyebaran pengetahuan proses terkini.

Penggunaan software rekayasa teknologi meningkatkan perancangan plant secara effektif biaya dan laik operasi. Penggabungan teknologi rekayasa dan pola kerja
meningkatkan keefektifan rekayasa dan penyebaran pengetahuan proses terkini.

1. REKAYASA TERPADU

Pada rekayasa pengolahan terinci melalui pendekatan umum, terbentuk pulau-pulau
pengetahuan yang mengakibatkan keputusan rekayasa berkualitas buruk dan kurang
optimal. Melalui penggabungan terencana terbentuk arus kerja yang saling mendukung
dan menyatu.

  • Pola kerja saling membantu.
    Penggabungan pola kerja diperoleh dengan alur kerja saling membantu, konsolidasi
    dan aliansi pabrik pembuat, serta kepentingan sistem terbuka dan standardisasi.
    Dengan penggabungan rekayasa dibuat peletakan yang tetap dan terkini dari pengolahan,
    peralatan dan data operasi serta sistem dan pola aturan perancangan.
  • Perancangan yang baik.
    Pada tahap konsep dan perancangan, 80% biaya modal disetujui untuk pembelian
    barang dan konstruksi. Optimasi alur pengolahan dan definisi perancangan dasar
    sebelum perancangan peralatan terinci dapat menghemat biaya modal mencapai 30%
    dan mengurangi biaya operasi.
  • Meningkatkan unjuk kerja peralatan.
    Dengan pengolahan menyatu, model simulasi peralatan berdasarkan rancangan menghasilkan
    model berdasarkan operational yang akurat untuk analisa unjuk kerja.

2. SKENARIO ARUS KERJA TERPADU

Siklus hidup peralatan dapat dibagi menjadi :

  1. Konsep perancangan.
  2. Perancangan pengolahan.
  3. Perancangan peralatan terinci.
  4. Awal operasi.
  5. Peralatan normal beroperasi.
  • Membangun basis pusat informasi.
    Basis informasi terpusat menampung standard-standard project, aturan-aturan rancangan
    dan kebiasaan-kebiasaan baik.
  • Membentuk konsep rancangan yang baik.
    Fase awal perancangan : keputusan-keputusan kunci dibuat untuk mengendalikan semua
    tugas rekayasa berikutnya. Rancangan yang baik akan menghemat biaya investasi
    dan operasi. Simulasi yang dipakai untuk perancangan yang baik meliputi perlengkapan
    sintesa pengolahan, perlengkapan sintesa pemisahan, perlengkapan kesatuan pengolahan
    dan perlengkapan analisa.
  • Optimasi rancangan pengolahan.
    Fase perancangan pengolahan merancang peralatan seekonomis mungkin. Simulasi keadaan
    tetap akan menemukan titik operasi optimal. Model keadaan tetap dipergunakan sebagai
    titik awal permulaan model simulasi dinamis. Model tanggapan dinamis akan membangun
    strategi kontrol dan menyelidiki operasi pengolahan, awal operasi dan keselamatan.
    Basis informasi terpusat menghasilkan paket perancangan pengolahan yang tetap
    dan terbaru.
  • Kesatuan perancangan physik peralatan.
    Fase perancangan peralatan menghasilkan diagram P&ID dan denah fisik peralatan.
    Rekayasa dan rancangan berbantuan komputer membuat model dan data bagi peralatan.
  • Optimasi operasi peralatan.
    Model pabrik nyata harus diperbaiki secara periodik agar menunjukkan pabrik sebenarnya.
    Model operasi sebenarnya memberikan titik permulaan dan membentuk perkiraan awal
    pengembangan model tersambung untuk optimasi tepat waktu alur tertutup pengolahan
    ( CLRTO = Closed-loop real-time optimization ). Model CLRTO tersambung menentukan
    titik operasi optimum. Melalui pola kerja menyatu diperoleh kenaikan unjuk hasil
    rancangan khusus dan pengurangan biaya investasi dan operasi.

3. PERSYARATAN SISTEM KUNCI

Suatu sistem rekayasa terpadu yang berdaya guna meliputi :

  • Keterpusatan data.
    Suatu sistem rekayasa terpadu membutuhkan sebuah model data pengolahan tertentu,
    serta meningkatkan ketetapan dan kualitas rekayasa dengan menggunakan teknologi
    data-base berorientasi tujuan dan model data berdasar tujuan ( pdXi/STEP AP231
    = Process data exchange institute / Standard for the exchange of product Application
    Protocol 231 ) model data proses.
  • Penggunaan Rekayasa dengan penggabungan terbuka.
    Program-program rekayasa harus diikat menjadi sistem terpadu, tetapi harus dapat
    memberikan penggabungan keluar.
  • Peningkatan tata alur kerja rekayasawan.
    Sistem rekayasa terpadu meningkatkan seluruh tahapan tata alur kerja tim project,
    melalui :
    • Dasar yang umum.
    • Pengguna banyak.
    • Automatisasi pekerjaan berulang.
    • Perlengkapan pengambilan keputusan.
    • Pengelolaan data dan variasi dokument serta kontrol perubahan.
  • Menunjang penggunaan kembali pengetahuan.
    Sistem rekayasa harus menjamin pemakaian berkelanjutan methode rekayasa dan
    hasil rekayasa yang dipergunakan kembali merupakan titik awal project baru.
  • Menunjang ketentuan-ketentuan yang terbuka.
    Model data pengolahan pdXi/STEP AP231, tata hubungan pertukaran data STEP, tata
    hubungan model simulasi Cape-Open memungkinkan perpindahan data tanpa sambungan
    dan meningkatkan kemampuan dioperasikan antara kebutuhan-kebutuhan rekayasa.
    Untuk menunjang tata hubungan ketentuan piranti lunak dipergunakan :
    • OLE/COM untuk mampu antar-operasi program.
    • ODBC untuk kemampuan masuk data-base.
    • ActiveX untuk kemampuan masuk Web dan Intranet.

4. PERANCANGAN PENGOLAHAN, PABRIK TERPADU

Daerah yang menghubungkan rekayasa pengolahan dan perancangan pabrik ditandai
dengan perpindahan tingkat dokumen, pengetahuan pemetaan manual dan daftar-daftar
serta hubungan timbal baliknya.

  • Penyatuan tata alur kerja antar-bagian.
    Dengan tata alur kerja terpadu yang diperluas, dimungkinkan penggunaan kondisi
    pengolahan untuk menyakinkan pemilihan serta melihat dampak keputusannya.
    Tiga kegiatan kunci yang memperluas fungsi : denah pabrik, perancangan peralatan
    dan perkiraan biaya. Kegiatan ini dimulai pada fase konsep perancangan, diselesaikan
    dalam fase perancangan terinci dan diteruskan pada ‘pembuatan’ pabrik.
  • Keuntungan dari penggunaan kembali hasil perancangan.
    Keuntungan yang diperoleh berupa pengurangan waktu perancangan, peningkatan
    kualitas perancangan dan kehandalan.
  • Memperoleh keuntungan tambahan dalam operasional pabrik.
    Waktu pabrik beroperasi, penggunaan rekayasa kembali membentuk pabrik ‘dipelihara’.
    Penggambaran pabrik yang akurat dan terkini akan membentuk suatu penelitian
    perbaikan pengolahan dan menyambungkan perancangan secara cepat dan effisien.

Artikel selengkapnya dapat di-download di bawah ini.