Kononnya kata “Risk” yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai “Risiko” di percaya berasal dari kosa kata bahasa Arab “rizk” yang dapat diartikan sebagai “ an unexpected gift from heaven”. Webster Dictionarinya orang-orang bule sana memberikan definisi yang lebih negative terhadap kata yang satu ini dengan mendefinisikan kata “Risk” sebagai “ The Posisibility of loss,injury, disadvantage or destruction”. Sehingga umumnya risiko diasosikan dengan kemungkinan suatu hal negative yang kita terima tanpa kita inginkan.

Apa sih Risk Management itu ?

Kononnya kata "Risk" yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai
"Risiko" di percaya berasal dari kosa kata bahasa Arab "rizk"
yang dapat diartikan sebagai " an unexpected gift from heaven". Webster
Dictionarinya orang-orang bule sana memberikan definisi yang lebih negative
terhadap kata yang satu ini dengan mendefinisikan kata "Risk" sebagai
" The Posisibility of loss,injury, disadvantage or destruction". Sehingga
umumnya risiko diasosikan dengan kemungkinan suatu hal negative yang kita terima
tanpa kita inginkan.

Coba lihat juga definisi risk dari IEC/TC56 (AS/NZS 3931)) "Risk Analysis
of Technological System" risk is " the combination of the frequency,
or probability of occurrence and the consequences of a specified hazardous event".
Wah! yang ini juga negative karena hazard di definisikan sebagai " a source
of potential harm or situation with the potential to cause loss". Beberapa
standar lain juga kurang lebih mengasosiasikan risk dengan outcome negative
yang kita terima. Coba deh kita lihat definisi risk di standar-standar di bawah
ini :

  • BS 8800 – Safety Management
  • AS/NZS 4801 dan 4804 – Safety Management
  • API BRD 581 Risk Based Inspection
  • ISO/IEC "Guide 51 – Safety aspects – Guidelines for their inclusion in
    standards", Second edition 1999.
  • NORSOK Z-013 "Risk and emergency preparedness analysis". Rev. 1,
    March 1998
  • CAN/CSA-Q850-1997 – Risk Management: Guideline for Decision-Makers
  • BS 6079-3:2000- Risk management
  • dll

Namun sebenarnya resiko juga berhubungan dengan hal positif yang bisa kita
terima loh ! Jika kita menghadapi atau mengambil suatu resiko itu berarti kita
melakukan sesuatu dengan tujuan mendapatkan keuntungan namun dengan kemungkinan
juga mendapatkan outcome negative atau kerugian. Jika saya takut naik bis ke
kantor karena takut tabrakan, maka saya engga akan pernah pergi ke kantor ngendon
terus di rumah, (padahal dirumah juga bisa ketiban pesawat yang jatuh karena
pilotnya ngantuk). Dengan demikian tanpa mengambil resiko maka tidak akan ada
inovasi, tidak ada explorasi dan tidak akan ada proses pengembangan dong!.

The Autralia New Zealand Strandard for Risk Management AS/NZS 4360:1999 mendefinisikan
Resiko sebagai " the chance of something happening that will impact on
objectives". Nah standar yang satu ini lebih seimbang nih! Dimana tidak
selalu mengasosiasikan risk dengan hal negative yang kita terima. Standar ini
sudah melihat risk dari dua sisi baik outcome positive maupun negative. Hal
ini akan memberikan kita peluang untuk lebih dapat mengidentifikasi dan mengendalikan
resiko dalam tujuan memaksimalkan keuntungan dan mengurangi kerugian yang akan
kita terima. Bagai mana tuh? Yah nanti lah kita lihat di bagian berikutnya.

Artikel selengkapnya dapat didownload di bawah ini.