Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Januari 2003) ini membahas tentang jenis pelapisan inner pipe (lining) yang biasa dipakai pada sea water pipe. Apa kekurangan dan kelebihan masing-masing? Bagaimana dengan pekerjaan di lapangan?

Pertanyaan :
Untuk pipa yang dialiri Sea Water, jenis pelapisan inner pipe (lining) yang
biasa dipakai? Apa kekurangan dan kelebihan masing-masing ?
Seandainya kita dikasih dua pilihan antara memakai "cement lining"
dan "hard rubber lining" mana yang lebih bagus (kelebihan dan kekurangan)
?

Lalu, bagaimana dengan pekerjaan di lapangan, gampang yang mana? Soalnya kalau
tidak salah hard rubber lining paling mudah pemasangannya dengan flange to flange
connection dengan jarak tergantung panjang mesin penekan rubbernya (compressor)
seandainya pakai welding connection berarti ujung pipa (15-30 cm) tidak di rubber,
terus bagaimana merubber pada area weldingnya…

Tanggapan 1 :
Sekedar sharing berdasarkan pengalaman kami di PT CAPC, untuk Sea Water lining
paling bagus menggunakan "hard rubber inner lining" untuk pipa lurus
tetapi untuk yang di sambungan (elbow joint) disarankan pakai "cement lining"
.
Dari pengalaman saya di Utility (8 th) kalau dilihat lining tersebut cukup handal.
Dari hasil underground inspeksi tidak terlalu banyak kerusakan yang signifikan
setelah beroperasi 2-3 tahun.

Tanggapan 2 :
Pengalaman saya thd. Pekerjaan rubber lining :
Connection antara spool dan spool sebaiknya flange to flange type SO.
Jarak dari bibir pipa ke surface flange tidak boleh terlalu jauh (+ – 6 mm saja)
. Welding-an pada SO flange digerinda sampai halus dengan cone grinding (wah
ini harus saya dipraktek-kan supaya mengerti). Jangan sampai membuat spool pipe
terlalu panjang sehingga mudah untuk dilining.

Tanggapan 3 :
Pengalaman saya di Cilacap, untuk Fire Water Hydrant (Press. s/d 18 kg/cm2)
yang menggunakan Sea Water kami menggunakan internal cement line pipe. Spec.
pipanya bisa ASTM A-53 Grade B atau API 5L Grade B, seamless atau DSAW tergantung
operating pressurenya. Sedangkan Flange Joint umumnya menggunakan ASTM A-105
WN Flange #150 lbs (sambungan SO atau Socket hanya digunakan untuk pipa dia.2"
kebawah), yang biasanya di-minimise untuk menghindari potensi bocor kecuali
untuk valve atau sambungan ke equipment atau spool piece yang memerlukan bongkar
pasang. Untuk pipa, proses cement liningnya biasanya dibuat workshop dengan
mengacu srandard AWWA atau API (saya lupa nomornya), kita bisa langsung pesan.
Sedangkan untuk sambungan welded joint biasanya menggunakan yang namanya ‘espando’
sejenis rubber yang dipasang pada sisi dalam pipa sebelum di welded joint. Espando
ini akan menutup bagian dalam pipa disekitar welded joint dan hasilnya cukup
bagus selama ini asal preparationnya sempurna. Untuk welded joint didekat flange,
lining dilakukan secara manual karena msih terjangkau tangan.