Secara umum community development dapat didefinisikan sebagai kegiatan pengembangan masyarakat yang diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat untuk mencapai kondisi sosial-ekonomi-budaya yang lebih baik apabila dibandingkan dengan sebelum adanya kegiatan pembangunan. Sehingga masyarakat di tempat tersebut diharapkan menjadi lebih mandiri dengan kualitas kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik.

Secara umum community development dapat didefinisikan sebagai kegiatan pengembangan
masyarakat yang diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat untuk mencapai
kondisi sosial-ekonomi-budaya yang lebih baik apabila dibandingkan dengan sebelum
adanya kegiatan pembangunan. Sehingga masyarakat di tempat tersebut diharapkan
menjadi lebih mandiri dengan kualitas kehidupan dan kesejahteraan yang lebih
baik. Program Community Development memiliki tiga karakter utama yaitu berbasis
masyarakat (community based), berbasis sumber daya setempat (local resource
based) dan berkelanjutan (sustainable). Dua sasaran yang ingin dicapai yaitu:
sasaran kapasitas masyarakat dan sasaran kesejahteraan. Sasaran pertama yaitu
kapasitas masyarakat dapat dicapai melalui upaya pemberdayaan (empowerment)
agar anggota masyarakat dapat ikut dalam proses produksi atau institusi penunjang
dalam proses produksi, kesetaraan (equity) dengan tidak membedakan status dan
keahlian, keamanan (security), keberlanjutan (sustainability) dan kerjasama
(cooperation), kesemuanya berjalan secara simultan.

Sektor energi dan sumber daya mineral di Indonesia sampai dengan saat ini masih
memberikan kontribusi yang tinggi terhadap proses pembangunan nasional. Kontribusi
yang diberikan oleh sektor ini tidak hanya dalam bentuk sumbangan devisa terhadap
negara, tetapi juga dapat dilihat dari multiplier efect yang telah diciptakan
oleh industri-industri migas maupun pertambangan di daerah-daerah. Salah satu
multiplier efect yang disumbangkan oleh industri yang bergerak di sektor energi
dan sumber daya mineral adalah melalui program-program community development.
Program-program community development yang dilaksanakan oleh industri tersebut
selain merupakan bagian dari corporate social responsibility, juga dalam kerangka
mempersiapkan life after mining/operation bagi daerah maupun masyarakat sekitarnya.

Berbicara tentang masalah community development ini, tampaknya bukan hanya
di dunia pertambangan dan migas yang melakukan hal ini. Berbagai industri dan
dunia usaha di Indonesia dan juga di seluruh dunia tampaknya telah memiliki
arah yang sama untuk mengembangkan hubungan yang lebih harmonis dengan komunitas
lokal. Hal ini sebenarnya merupakan komitmen bersama banyak pihak sebagai implementasi
paradigma pembangunan berkelanjutan.

Dalam paradigma pembangunan berkelanjutan dimana diartikan sebagai pembangunan
yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengurangi kemampuan generasi masa depan
untuk memenuhi kebutuhannya, mempunyai 3 pilar utama (pertumbuhan ekonomi, pengentasan
kemiskinan & keberlanjutan) yang bersumber dari dua gagasan penting yaitu
:

  1. gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan esensial kaum miskin sedunia, yang
    harus diberi prioritas utama.
  2. gagasan keterbatasan yang bersumber pada kondisi teknologi dan organisasi
    sosial masyarakat terhadap kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan masa
    kini dan hari depan.

Jadi dalam paradigma ini tujuan pembangunan ekonomi dan sosial harus diupayakan
dengan keberlanjutannya yang artinya tidak harus memenuhi kebutuhan saat ini
tanpa memperdulikan kebutuhan masa yang akan datang, akan tetapi mengusahakan
agar keberlanjutan pemenuhan kebutuhan tersebut pada masa selanjutnya pada generasi
kemudian.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, industri tidak lagi dituntut untuk hanya
mewujudkan citranya melalui kampanye yang baik namun juga harus mampu menunjukkan
akuntabilitasnya kepada kepentingan publik. Pengusahaan yang dapat bertanggungjawab
akan memperhatikan corporate social responsibility semaksimal mungkin, yang didukung
oleh good corporate governance. Disinilah menjadi penting untuk kemudian membicarakan
program community development sebagai wujud social responsibility perusahaan.

Setidaknya ada tiga alasan penting mengapa perusahaan melakukan kegiatan community
development, antara lain adalah:

  1. Izin lokal untuk beroperasinya perusahaan dalam mengembangkan hubungan dengan
    masyarakat lokal.
  2. Mengetahui sosial budaya masyarakat lokal.
  3. Mengatur dan menciptakan strategi ke depan melalui program community development.
    Reputasi hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat lokal dan community
    development dapat menciptakan kesempatan usaha yang baru.