Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Maret 2003) ini membahas seputar PLC Allen Bradley. Bagaimana mencari address dari PLC tersebut? Bagaimana konfigurasi untuk switching dari DH+ ke ethernet atau sebaliknya, dalam satu host komputer (dengan menggunakan wonderware)?

Pertanyaan : (Yona Ariawan -Satomo Indovyl
Monomer)

Saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan tentang PLC allen bradley kepada
bapak2 yang punya pengalaman dengan PLC allen bradley, ditempat saya bekerja
salah satunya menggunakan PLC 5/40 E Allen bradley dengan sistem redundant,
saat ini terkoneksi dengan sistem DH+ melalui interface card nya AB1784KT, dengan
MMI nya menggunakan wonderware, yang ingin saya tanyakan :

  1. Saya ingin membuat sistem juga redundant untuk hostnya, yaitu selain Menggunakan
    DH+ saya juga ingin menggunakan fasilitas ethernet yang disediakan oleh PLC
    tersebut. adapter apa yang harus saya pakai untuk koneksi utp dari ethernet
    card ke RS232 serial 15 pin, kalo bisa mungkin lebih spesifik nama dari konektor
    tersebut.
  2. Bagaimana mencari address dari PLC tersebut, saya coba untuk menggunakan
    RS LINX namun tetap juga tidak saya temukan.
  3. Kalau pada ab1784kt menggunakan software ABKT, kalau menggunakan Ethernet
    card (LAN card) apakah benar menggunakan ABTCP ?
  4. Bagaimana konfigurasi untuk switching dari DH+ ke ethernet atau sebaliknya,
    dalam satu host komputer ( dengan menggunakan wonderware ) ?

Tanggapan 1 : (Cahya Hari Kuncoro – Sumit Karsa
Trinergi)

Pak Yona,
Saya coba menanggapi sesuai dengan kemampuan saya

  1. Ethernet PLC 5/40 E bisa saja digunakan untuk backup DH+ network, tapi sepengetahuan
    saya jika terjadi perpindahan primer ke sekunder, ethernet pada PLC tersebut
    tidak bisa switch address, tidak seperti DH+ node address bisa berpindah. Misal:
    address PLC A primer=1, PLC B sekunder =2, maka jika terjadi perpindahan, address
    menjadi PLC A sekunder=2, PLC B Primer =1. Hal ini tidak berlaku pada ethernet
    karena tidak di support oleh module BCM.
  2. Apakah yang dimaksud ethernet address ? Jika benar apakah ethernet address
    pada PLC sudah di configure ?
  3. Jika menggunakan ethernet, drivernya menggunakan ethernet to PLC 5 (AB_ETH).
  4. I/O server apa yang digunakan pada wonderware ? Apakah menggunakan RS LinX
    sebagai I/O server ? Jika menggunakan RSLinx biasa kemungkinan besar bisa mengunnakan
    alias pada menu DDE/OPC dengan memberi V pada switch on error.

Jika ingin redundant link, apa tidak sebaiknya menggunakan control net saja ?

Tanggapan 2 : (Yona Ariawan -Satomo Indovyl
Monomer)

Pada PLC 5 / 40 E terdapat fasilitas changeover dari primary ke sekunder sebagai
backup dengan adanya card BCM, dengan syarat bahwa semua data yang ada di primary,
baik timer, interlock,dll harus sama persis pada plc sekundernya, namun karena
output dari PLC itu dari sekunder ke host (DCS omputer) maka bila yang hang
itu sekundernya maka otomatis output dari plc juga ikut hang meskipun primary
PLC nya tidak ada masalah, hang hanya ikut terjadi pada host komputer saja,
sedangkan aplkasi dilapangan tetap jalan karena masih mengacu pada plc primary
nya. menurut Pak Cahya, solusi terbaik ntuk memodifiaksi dh+ dan ethernet itu
bagaimana ? Karena menurut panduan manual book yang saya baca kita harus tahu
alamat dari PLC tersebut untuk terkoneksi dalam ethernet, dari penjelasan pak
cahya masih ada beberapa hal yang masih mengganjal di pikiran saya, bagaimana
cara mengkonfigurasi dh+ dan ethernet dalam wonderware, bagiamana konfigurasi
terbaiknya ?

NB : i/o server yang saya gunakan ab1784kt dari wonderware juga

Tanggapan 3 : (Muhammad Amrah – Integra Teknik
Asia)

Kalau yang port-nya bisa lihat ke www.moxa.com

Sebaiknya anda membedakan tag antara Dh+ dengan Ethernet. Selanjutnya di wonderware
anda buat "Tag Indirect" yang bisa dipakai oleh ag2 tsb ecara bergantian
. Dan Indirect tag ini yang terhubung langsung ke display edang tag IO yang
berhubungan langsung dengan IO Server.

Selanjutnya di script wonderwarenya valuenya … diset berdasarkan tatus mana
IO yang active .. ( mungkin berdasarkan status PLC-nya atau anda endefenisikan
atu variabel tertentu ). adi nanti tingal di pilih

If DH+ =: true then
‘ set indirect tag = nilai tag dari DH +
ElseIf Ethernet =: true then
‘ Set indiret tag = nilai tag dari ethernet
End If

Semoga berhasil, atau mau di bantu ??

Tanggapan 4 : (Praban Triyatno – SCADA Prima
Cipta)

Mungkin ini bisa membantu,

Saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan tentang PLC allen bradley kepada
bapak2 yang punya pengalaman dengan PLC allen bradley, ditempat saya bekerja
salah satunya menggunakan PLC 5/40 E Allen bradley dengan sistem redundant,
saat ini terkoneksi dengan sistem DH+ melalui interface card nya AB1784KT, dengan
MMI nya menggunakan wonderware, yang ingin saya tanyakan :

  1. Saya ingin membuat sistem juga redundant untuk hostnya, yaitu selain
    menggunakan DH+ saya juga ingin menggunakan fasilitas ethernet yang disediakan
    oleh PLC tersebut. adapter apa yang harus saya pakai untuk koneksi utp dari
    ethernet card ke RS232 serial 15 pin, kalo bisa mungkin lebih spesifik nama
    dari konektor tersebut

    – 15 pin yang terdapat pada PLC allen bradley bukanlah port serial, melainkan
    AUI port sebagai interface untuk Ethernet adapter dari PLC tsb ( biasanya adapternya
    diperoleh, dengan PLCnya – sudah satu packet).
  2. Bagaimana mencari address dari PLC tersebut, saya coba untuk menggunakan
    RS LINX namun tetap juga tidak saya temukan.

    – Address dari PLC tidak dapat dilihat langsung dengan RSlinx. Kita harus tahu
    default Addressnya (bila punya adapternya ethernetnya, akan diperoleh default
    addressnya)
  3. Kalau pada ab1784kt menggunakan software ABKT, kalau menggunakan Ethernet
    card (LAN card) apakah benar menggunakan ABTCP ?

    – Benar
  4. Bagaimana konfigurasi untuk switching dari DH+ ke ethernet atau sebaliknya,
    dalam satu host komputer ( dengan menggunakan wonderware )?

    – Bisa dilihat dimanualnya.

Tanggapan 5 : (Waskita Indrasutanta – Wifgasindo
Dinamika Instrument Engineering)

Saya kurang mengetahui detil dari A-B PLC5/40E. Mungkin rekan-rekan dari Rockwell
bisa memberi keterangan atas posting ini. Walaupun demikian, saya akan mencoba
menanggapai pertanyaan ini dari apa yang saya ketahui menambah keterangan Pak
Praban dibawah.

Pertama-tama, ingin saya tanyakan tujuan menambahkan communication channel
menggunakan Ethernet. Seandainya existing menggunakan single DH+, dan diperlukan
dual communication channel, apakah sebaiknya tidak menggunakan dual DH+ sebagai
redundant communication (gunakan ABKT dual channel). Untuk mendapatkan redundant
communication bukanlah sekedar menambahkan communication channel saja; protocol
juga harus me-support fasilitas redundant communication (port, channel, address,
dsb.). Salah satu fasilitas yang harus dikerjakan untuk redundant communication
adalah arbritrasi ‘port’ dan channel mana yang akan dipergunakan. Kalau hal
ini tidak dilakukan, maka akan terjadi conflict dari instruksi dan komunikasi
dari satu device kepada yang lain.

RS232 to UTP/RJ45 converter hanya merubah karakteristik media (serial ke Ethernet),
tetapi tidak merubah protocol. ABTCP adalah protocol DF1 yang sudah diencapsulate
(dibungkus) dalam UDP/TCP/IP, dimana beberapa konfigurasi seperti menentukan
IP Address, encapsulation dan decapsulation, dlsb harus dilakukan pada interface/gateway
atau protocol converter tersebut.

Pak Sardjono Winata dari Rockwell mungkin bisa memberikan keterangan, apakah
redundant communication arbritration dan switching bisa dilakukan melalui DH+
port dan Ethernet port.