Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Mei 2003) ini membahas Coiled Tubing sebagai teknologi masa depan pengganti rig. Apa saja pemanfaatannya selain pengganti rig? Apa sih materialnya sehingga tubing besi koq bisa digulung seperti itu dan tidak patah? Sudah adakah di Indonesia ?
Pertanyaan : (Oran Jacob – Teknik Perminyakan
ITB)

Saya dengar, coiled tubing adalah teknologi masa depan pengganti rig. Betulkah
itu? Apa saja pemanfaatannya selain pengganti rig? Apa sih materialnya sehingga
tubing besi koq bisa digulung seperti itu dan tidak patah? Sudah adakah di Indonesia
?

Tanggapan 1 : (Doddy Samperuru – Schlumberger)

Sesuai namanya, Coiled Tubing (CT) adalah tubing (pipa) baja yg bisa digulung,
mirip benang/tali berukuran diameter dari 1 sampai 4.5 inci. Pada rig konvensional,
pipa/tubing/strings disambung atau diputus satu persatu memakai sambungan ulir.
Cara ini memakan waktu yg lebih lama, membutuhkan orang & peralatan yg lebih
banyak, resiko HSE yg lebih tinggi, dsb. yg ujung-ujungnya costnya lebih mahal.
Karena CT menggunakan tubing yg kontinyu, tidak perlu disambung-sambung, maka
kelemahan rig konvensional tadi bisa dihilangkan atau dikurangi. Dan yg lebih
penting, faktor safety akan jauh lebih baik.

Secara umum, kelebihan memakai CT:

  1. Safety
  2. Economic
  3. Operational
  4. Environmental

Aplikasi CT:

  1. Sarana pengantar fluida (semen, acid, brine, air, diesel, foam, gas nitrogen,
    sand, dsb.):

    1. Remedial/Squeeze cementing: penyemenan untuk memperbaiki sumur.
    2. Matrix stimulation: stimulasi produksi hidrokarbon memakai fluida acid.
    3. Wellbore fill removal: mengisi atau mengganti fluida dalam sumur.
    4. Well kick-off (nitrogen lifting): menstimulasi fluida formasi untuk
      berproduksi dgn cara mengisi sumur dgn fluida ringan (fluida bercampur
      gas nitrogen).
    5. Tubing/well clean-up (CoilCLEAN*): membersihkan tubing dan/atau sumur
      dari deposit scale, pasir, dsb.
    6. Gravel pack untuk sand-control: menggunakan CT untuk memompa pasir
      ke dalam sumur.

    Kelebihan memakai CT sbg pengantar fluida:

    1. Sirkulasi fluida secara kontinyu.
    2. Tubing yg dapat bebas bergerak naik-turun pada saat treatment. Ujung
      tubing dapat dipasang suatu alat khusus yg dapat bebas berputar 360o.
    3. Akurasi titik kedalaman untuk penempatan fluida di dalam sumur.
    4. Tidak perlu mengeluarkan completion atau productions strings dari dalam
      sumur.
  2. Coiled Tubing Drilling (CTD): pemboran sumur menggunakan CT.
  3. CT logging: logging memakai CT, sangat efisien untuk sumur yg high-angled
    atau horisontal.
  4. CT perforating: perforating memakai CT, sama dgn CT logging.
  5. CT fracturing (CoilFRAC*): fracturing memakai CT, efektif untuk multiple
    zone fracturing.
  6. REDACoil*: instalasi ESP (Electrical Submersible Pump) memakai CT.
  7. Korelasi kedalaman sumur (DepthLOG*).
  8. Lain-lain.

Spesifikasi material CT:

  1. Tahan terhadap H2S.
  2. Kuat menahan beban tarik & tekan, burst & collapse pressure.
  3. Resistan terhadap korosi & erosi.
  4. Harus liat (ductile) agar bisa digulung & bisa keluar-masuk "injector-head".
  5. Dapat dilas.
  6. Resistan tinggi terhadap fatigue.
  7. Punya nilai ekomonis, karena umurnya yg terbatas & harus diganti tiap
    periode tertentu.

Material yg paling mendekati spesifikasi tsb adalah baja karbon rendah (0.1-0.2%
C) dgn campuran unsur lainnya (Mn, P, S, Si, Cr, Cu, Ni, Zr, Cb). Bahan bakunya
berbentuk flat strip yg mempunyai panjang 3500ft (1060m). Proses pembuatannya:

  1. Untuk membuat CT dgn panjang lebih dari 3500ft, flat strip ini disambung
    dgn las (angled weld) terlebih dahulu.
  2. Flat strip ini lalu ditarik memasuki enam pasang forming roller yg secara
    gradual bentuknya berubah menjadi tubing/silinder.
  3. External bead akibat las kemudian dibuang dgn cara dipotong.
  4. Lalu proses annealing & cooling
  5. Selanjutnya proses sizing memakai milling agar ukurannya tepat seperti yg
    diinginkan.
  6. Inspeksi untuk mendeteksi defect, dilakukan elektronis secara otomatis.
  7. Heat treatment untuk menghilangkan segala macam tegangan akibat proses-proses
    sebelumnya. Juga untuk memberi hardness yg merata di seluruh bagian CT.
  8. Cooling & digulung.
  9. Pressure testing sebesar 80% dari internal yield value, minimal 15 menit.
  10. Terakhir CT ditiup dgn udara kering untuk mengurangi kelembaban di dalamnya.
    Lalu digudangkan untuk dikirim ke pemesan.

Sayang sekali, teknologi ini masih dimiliki oleh AS. Semua pabriknya berdomisili
di AS walaupun bahan baku flat strip umumnya didatangkan dari Jepang.

Di Indonesia CT sudah lama dipakai oleh berbagai operator E&P. Dari yg
simpel sekedar memompa air sampai yg canggih untuk mengebor sumur/CTD (BP-Arco,
Vico, TFE), gravel pack (Unocal) & CT Logging (Caltex).

Beberapa bed-time stories:

  1. Aplikasi CT:
    http://www.slb.com/Hub/index.cfm?id=id1805
    http://www.slb.com/Hub/index.cfm?id=id1381865
    http://www.slb.com/Hub/brochure/index.cfm?b=connect/production/HPCT&id=id8615
  2. Artikel CT:
    http://www.slb.com/Hub/Docs/connect/reference/oilfield_review/ors94/1094/pdf/p09_23.pdf
    http://www.slb.com/Hub/Docs/connect/reference/oilfield_review/ors92/0792/pdf/p45_51.pdf
  3. Asosiasi CT Internasional:
    http://www.icota.com/
  4. Manufaktur CT:
    http://www.precisio.com,
    http://www.hydrarig.com/
    ,
    http://www.qualitytubing.com/

Tanggapan 2 : (Elwin Rachmat – TotalFinaElf
E & P Indonesia)

Ide yang mendukung dikembangkannya coiled tubing sebenarnya adalah
bagaimana melakukan perawatan sumur dengan biaya yang lebih murah dan
lebih cepat tanpa menggunakan rig yang biayanya cukup mahal. Ide ini tidak hanya
mendorong dikembangkannya teknologi sistim coiled tubing, tetapi juga mendorong
dikembangkannya teknologi sistim snubbing atau yang disebut juga hydraulic work
over unit.

Saya akan sedikit menambahkan keterangan umum yang sudah dijelaskan tentang
coiled tubing. Disamping itu saya juga ingin menjelaskan sedikit tentang snubbing
serta bagaimana perbandingannya dengan coiled tubing.

Seperti colied tubing, snubbing adalah salah satu peralatan untuk melakukan
perawatan atau perbaikan sumur atau biasa juga disebut well service tanpa mencabut
peralatan peralatan produksi yang sudah terpasang didalam sumur (completion).
Seperti coiled tubing, peralatan snubbing dipasang diatas christmas tree (kepala
sumur) dan dapat bekerja tanpa harus membunuh (killing) sumur produksi bila
tidak perlukan karena dilengkapi oleh rangkaian pencegah semburan liar (blow
out preventer assembly). Seperti coiled tubing, snubbing bekerjan dengan menggunakan
pipa yang lebih kecil dari tubing (pipa) produksi yang terpasang sebagai bagian
dari completion. Bedanya pipa yang digunakan snubbing untuk bekerja adalah tubing
biasa yang berdiameter yang lebih kecil dari pada tubing
produksi. Memang betul penggunaan tubing kecil (biasa juga disebut macaroni
string) yang harus disambung atau dilepas pada ulirnya menyebabkan snubbing
lebih lambat dibandingkan dengan coiled tubing, tetapi resiko HSE coiled tubing
yang rendah serta biaya coiled tubing yang lebih murah bisa dikatakan tidak
tepat atau cenderung dijadikan mitos yang keliru. Pipa snubbing bisa diinspeksi
dengan cara kita menginspeksi tubing secara konvensional. Bila dalam inspeksi
terdapat beberapa joints macaroni string tidak dapat dipakai lagi, maka macaroni
string yang lainnya masih dapat digunakan. Berbeda dengan coiled tubing yang
tidak dapat diinspeksi secara konvensional. Bila terdapat kerusakan atau kebocoran
pada colied tubing, maka umumnya operator akan meminta keseluruhan coiled tubingnya
agar diganti. Tentunya hal ini akan menaikkan biaya coiled tubing secara sangat
berarti. Masih dalam aspek HSE, coiled tubing tidak dibolehkan digunakan untuk
mengalirkan gas alam atau minyak bumi didalamnya, karena tidak ada perusahaan
jasa coiled tubing yang berani menjamin tidak akan ada kebocoran pada coiled
tubing yang masih tergulung pada reelnya di permukaan tanah. Bila terdapat kebocoran
hidrokarbon pada reelnya maka resiko kebakaran akan ditanggung oleh keseluruhan
peralatan coiled tubing yang berada dipermukaan tanah. Hal ini juga meningkatkan
biaya penggunaan coiled tubing bila diperlukan memompa gas inert seperti nitrogen
yang mahal harganya. Resiko lain dengan coiled tubing adalah run away. Run away
dapat terjadi pada coiled tubing bila mekanisme yang menahan coiled tubing di
permukaan tidak berfungsi sehingga coiled tubing didalam sumur meluncur ke bawah
akibat gravitasi sehingga reel dipermukaan tertarik sampai membentur christmas
tree yang bisa menimbulkan blow out. Semua perusahaan jasa coiled tubing berupaya
keras untuk menghindari run away, tetapi run away sudah pernah terjadi dan bagaimanapun
resiko run away akan tetap ada.

Kelebihan dari snubbing dalam aspek HSE adalah tidak adanya resiko seperti
yang dimiliki oleh coiled tubing yang dijelaskan diatas. Kelebihan snubbing
dari segi operasi selain bisa mengalirkan hidrokarbon didalamnya, snubbing dapat
dapat memutar pipanya (dimana coiled tubing tidak mungkin melakukannya), dan
snubbingpun memiliki kapasitas tarik yang lebih tinggi dibandingkan dengan coiled
tubing sehingga dapat melakukan pemancingan (fishing job) atau bahkan melakukan
work over (mencabut semua peralatan produksi yang terpasang didalam sumur) dan
melakukan recompletion (pemasangan kembali completion). Bila coiled tubing kadang-kadang
dihindari penggunaanya untuk melakukan squeeze cementing (karena coiled tubing
sulit dibersihkan dari semen yang menempel didalamnya), maka snubbing yang pipanya
mudah dibersihkan adalah sistim yang lebih baik untuk melakukan squeeze cementing.
Dengan kemampuan berputarnya subbing tidak hanya dapat melakukan through tubing
drilling, lebih jauh lagi snubbing dapat melakukan well deepening (memperdalam
sumur dengan membor dengan cara rotary drilling atau turbo drilling setelah
completion dicabut). Sementara itu bila gerakan berputar perlu dilakukan oleh
coiled tubing, maka coiled tubing akan menggunakan turbin berukuran kecil yang
kehandalannya sering dipertanyakan.
Walaupun TFE sudah pernah melakukan colled tubing drilling, menilai kemampuan
snubbing yang lebih besar dari pada coiled tubing saya berpendapat mitos coiled
tubing sebagai pengganti rig adalah keliru sebaliknya snubbing adalah sistim
yang lebih tepat untuk mitos tersebut.

Selain TFE setahu saya KPS lain yang menggunakan atau pernah menggunakan snubbing
adalah Unocal, Vico, BP dan Kondur semuanya dengan tingkat keberhasilan operasi
yang tinggi dan biaya yang relatif mudah diperkirakan. Anehnya semua perusahaan
jasa snubbing di Indonesia adalah perusahaan nasional sementara semua perusahaan
jasa coiled tubing adalah MNC. Perusahaan snubbing nasional ini sudah sempat
juga go internasional di Asia dan Eropa, kemungkinan besar mereka dapat bersaing
karena sebagian besar pegawai dan expertnya adalah tenaga nasional sehingga
overhead costnya relatif rendah. Sayangnya snubbing yang kadang-kadang disebut
juga hydraulic work over unit ini kurang dikenal orang karena kurang gencar
melakukan promosi atau sosialisasi, sehingga sayapun tidak tahu di web site
mana informasi tentang snubbing dapat diperoleh

Hendaknya tulisan saya ini tidak menimbulkan anggapan bahwa saya hanya pro
pada snubbing dan kontra pada coiled tubing. Tetapi saya merasa perlu sedikit
menjelaskan apa yang pernah saya lakukan selama belasan tahun dengan baik snubbing
maupun coiled tubing di TFE. Yang saya ingin sampaikan adalah agar kita dapat
memilih sistim peralatan yang lebih tepat sesuai dengan jenis pekerjaan yang
akan dilakukan. Bagaimanapun juga coiled tubing adalah sistim yang paling baik
untuk beberapa jenis pekerjaan seperti stimulasi, well start up ditempat yang
tidak memiliki gas alam bertekanan tinggi (sehingga gaslift oleh snubbing tidak
dimungkinkan), perforasi dengan coiled tubing (bila electric wireline tidak
dapat melakukannya) atau production logging dengan coiled tubing (bila electric
wireline atau wireline / slickline unit tidak dapat digunakan).

Maaf bila tulisan saya ini agak panjang sebab tidak mungkin lebih pendek lagi
karena memberikan penjelasan tentang coiled tubing dan snubbing secara intensif
saja dalam waktu yang kurang dari dua minggu adalah mustahil.