Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Mei 2003) ini membahas perbedaan antara HAZOP dengan FMEA (RCM), baik dari segi ‘form’ dan metodenya maupun dari item Deviation, Causes, Consequences, Safeguards & Recommendations.

Pertanyaan : (Ananto Wardono – Unilever)

Saya ingin tahu lebih detail mengenai HAZOP dan FMEA (RCM), karena selama ini
saya masih bias (methode diantara keduanya mirip) juga untuk "form"
dan metodenya. Dari item Deviation, Causes, Consequences, safeguards & Recommendations.
Dan akhirnya saya pada satu kesimpulan : FMEA di RCM adalah HAZOP yang dibuat
lebih detail.

Tanggapan 1 : (Darmawan Ahmad – VICO Indonesia)

Perbedaan mendasar dari FMEA dan HAZOP (sesungguhnya keduanya tidaklah terlalu
mirip) adalah sebagai berikut :

  1. HAZOP umumnya digunakan untuk mengalisis process facility yang rumit dan
    lengkap misalnya Refinery, Chemical Plant etc. biasanya HAZOP dilengkapi pula
    dengan sedikit pemerian alat alat proses yang digunakan pada facility tersebut
    misalnya Reactor, Heat Echanger dst. juga dengan kecelakaan kecelakaan yang
    pernah terjadi (untuk revalidasi), perubahan perubahan gambar dan dokumen akibat
    modifikasi dsb. bisa Mas Ananto baca di berbagai situs di internet.
  2. FMEA digunakan secara meluas pada industri otomotif, listrik dan penerbangan,
    menilik namanya, FMEA sangat handal untuk menganalisa kemungkinan kesalahan
    pada satu jenis barang/equipment/peralatan (tunggal bukan jamak sebagaimana
    HAZOP diterapkan), akan tetapi sangat bertele-tele dan memakan waktu dan tenaga
    jika digunakan untuk menganalisis suatu plant (yang terdiri dari beragam barang/equipment).
    Sekalipun demikian data NASA menunjukkan bahwa kehandalan FMEA dalam memprediksi
    kecelakaan maksimum hanya sekitar 40%.

jadi saran saya untuk PHA (process Hazard Analysis) yang mas Ananto buat, saya
lebih menyarankan pemakaian HAZOP jika facilitas/plant yang mas Analisis cukup
lengkap dan sophisticated.

Tanggapan 2 : (Ahmad Taufik – MPAG)

Memang ada persamaan antara HAZOP analysis dengan RCM, jika itu sudah masuk
ke sistem tingkat komponen. Walaupun mereka diciptakan dari sudut pandang yang
berbeda (HAZOP lebih pada aspek content – fluida,chemicals hazards, fire, etc)
sedangkan RCM lebih kepada aspek integritas strukturnya (mechanical failure
aspect) tapi kalau sudah sampai pada penyusunan tabel, kadang-2 satu sama lain
overlap.

Perbedaanya tabel information sheet pada RCM memiliki kolom, function, functional
failure, failure mode dan failure effect. Pada HAZOP failure modes diganti oleh
causes, sedangkan failure effect diganti oleh consequences. Pada HAZOP analisis
kadang safety measures atau remedy sudah dimasukan pada kolom berikutnya (dalam
tabel yang sama), sedangkan pada RCM dimasukan pada tabel yang bebeda dan lebih
detail.

RCM cocok dari asal katanya dikaitkan langsung dengan program inspeksi dan
maintenance khususnya untuk rotating equipment. HAZOP analysis dilain pihak
lebih umum dan bisa diaplikasikan hampir kesemua sistim (walaupun biasanya pada
processing plant) dan dilakukan pada tahap disain atau pre-konstruksi, sedangkan
RCM pada sistim yang sudah berjalan.

Dalam beberapa aplikasi tertentu (tidak semua), memang betul FMEA di RCM adalah
HAZOP yang dibuat lebih detail (cuman ingat sudut pandangnya beda). Diskusi
lebih teknis dan detail dapat melalui japri atau langsung kontak dengan saya.

Tanggapan 3 : (Anas Rosyadi – Tiara Vibrasindo
Pratama)

Utk contoh form, artikel, contoh aplikasi dll bisa didownload di http://www.fmeainfocentre.com/download_area.htm.

Tanggapan 4 : (Gunawan Siregar – Rekayasa Engineering)

Saya mau "share" pengalaman saya atas subyek diatas , karena kebetulan
saya pernah terlibat dalam team HAZOP "major-projects" dan juga bertugas
di Reliability Group PTA.

Baik HAZOP ( Hazards and Operability ) dan RCM ( Reliability-Centered Maintenance
), keduanya memang mempunyai proses analitikal yang serupa yaitu Failure Modes
and Effects Analysis ( FMEA ). Boleh dibilang kalau HAZOP itu adalah juga FMEA
yang diarahkan dengan memakai Guide Words : NO, MORE, LESS, REVERSE, etc dan
Parameter : FLOW, PRESS, TEMP, LEVEL, TIME, etc dan Safeguards; sedangkan RCM
pada dasarnya adalah FMEA yang diikuti oleh " task-analysis" misalkan
maintenance – tasks" atau "system – redesigns" yang diperlukan.
Bedanya hanya pada levelnya. HAZOP bisa dibilang sebagai System / Process-Level
FMEA , sedangkan RCM adalah Equipment-Level FMEA .

Intention
dalam HAZOP ekivalen dgn Function Definition di FMEA.
Deviation di HAZOP ekivalen dgn Functional Failure di FMEA.
Cause di HAZOP ekivalen dgn Failure Mode di FMEA.
Consequences di HAZOP ekivalen dgn Failure Effects di FMEA.

Untuk itu agar diperoleh pemahaman penuh pada equipment-level dan juga pada
system-level, dilakukan kombinasi HAZOP dan RCM yang disebut HAZROP (Hazards,
Reliability and Operability ) Analysis untuk "major- projects".