Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Mei 2003) ini membahas tentang produk-produk Natural Gas. Apa bedanya LNG (Liquified Natural Gas) dengan LPG (Liquified Petroleum Gas)? Apa yang dimaksud dengan kondensat (dikatakan produk sampingan dari kilang LNG)?

Pertanyaan : (Oran Jacob – Jurusan Teknik
Perminyakan ITB)

Apa bedanya LNG (Liquified Natural Gas) dengan LPG (Liquified Petroleum Gas)?
Apa yang dimaksud dengan kondensat (dikatakan produk sampingan dari kilang LNG)?

Tanggapan 1 : (Parastryono Adhi – Sun Microsystems
Indonesia)

LNG – gas metana (c1) yang dicairkan
LPG – gas propana/butana (c3/c4) yang dicairkan
Kondensat adalah fraksi minyak bumi yang terkandung didalam aliran dari sumur
gas, merupakan mixture dari c1 sampai c(banyak), berhubung jumlahnya relatif
sedikit, tidak ekonomis kalau harus dilakukan refinery & dijual dlm bentuk
fraksi minyak tsb.

Tanggapan 2 : (Stephanus Sulaeman – Pertamina
UP V Balikpapan)

Berhubung sering ditanyakan oleh banyak orang, saya uraikan secara singkat
produk-produk BBM LNG :

  1. LNG : liquified natural gas ( mayoritas methana – C1 )
  2. LPG : liquified petroleum gas ( umumnya butana – C4 )
  3. CNG : compressed natural gas ( umumnya ethana-propana-butana C2-C3-C4 )
  4. Light naphtha : naphtha ringan ( umumnya berkisar antara C5 – C8 ), menyerupai
    condensible gas
  5. Heavy naphtha : naphtha berat ( berkisar C8 – C13 ), bahan baku bensin
  6. HOMC : high octane mogas component ( minyak pencampur bensin agar oktane
    numbernya tinggi, umumnya cracked naphtha )
  7. Kerosene : minyak tanah ( berkisar C15-C18 )
  8. Avtur : aviation turbine ( bahan bakar kerosene untuk turbin-gas pesawat
    terbang )
  9. Avigas : aviation gasoline ( bahan bakar bensin untuk pesawat terbang
    bermotor bakar )
  10. HSD : high speed diesel ( bahan bakar solar untuk mesin diesel putaran
    tinggi, terutama kendaraan transport dan mesin-mesin kecil )
  11. MFO : marine fuel oil ( bahan bakar diesel putaran menengah terutama
    pada diesel kapal atau diesel berukuran besar )
  12. IFO : industrial fuel oil ( minyak bakar ), sangat kental pada ambient
    temperatur, cocok untuk pemanas di eropa dan bahan bakar heater, mempunyai kalor
    pembakaran yang tinggi, sehingga volume pembakaran spesifiknya tinggi.

Tanggapan 3 : (Sulton Amrullah – PT Sumber
Daya Kelola)

Saya cuma ingin menambahkan saja mengenai jenis-jenis LPG, sesuai dengan Keputusan
Direktur Jenderal Minyak dan Bumi No. 25 K/36/DDJM/1990 Tentang Spesifikasi
Bahan Bakar Gas Elpiji memutuskan bahwa Bahan Bakar
Gas Elpiji dapat meliputi :

  1. Bahan Bakar Gas Elpiji untuk kebutuhan Rumah Tangga, Industri dan Komersial
    yaitu Bahan Bakar Gas Elpiji campuran Propana dan Butana selanjutnya disebut
    ELPIJI CAMPURAN. LPG ini mempunyai vapour pressure pada 100 F sebesar 120 psig,
    dengan komposisi : % Vol C2 maksimum 0.2, % Vol C3 & C4 minimum 97.5 dan
    % Vol C5+ (C5 & Heavier) maksimum 2.0.
  2. Bahan Bakar Gas LPG untuk kebutuhan khusus dan Komersial, yaitu Bahan Bakar
    Gas Elpiji Propana, selanjutnya disebut ELPIJI PROPANA. LPG ini mempunyai vapour
    pressure pada 100 F sebesar 210 psig, dengan komposisi: % vol C3 total minimum
    95, % vol C4 (C4 & heavier) maksimum 2.5.
  3. Bahan Bakar Gas LPG untuk kebutuhan komersial yaitu Bahan Bakar Gas Elpiji
    Butana, selanjutnya disebut LPG BUTANA. LPG ini mempunyai vapour pressure pada
    100 F sebesar 70 psig, dengan komposisi: % Vol C4 minimum 97.5, % Vol C5 maksimum
    2.5 dan % Vol C6+ (C6 & Heavier) NIL.

Sedangkan LPG yang kita pakai untuk kebutuhan rumah tangga adalah LPG Campuran
antara propan dan butan dengan vapour pressure sekitar 120 psig.