Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Mei 2003) ini membahas tentang Gas Dehydration Systems. Apakah benar, selain mengurangi water, Gas Dehydrator itu bisa juga mengurangi content Condensate (C3+) dalam gasnya sendiri? Bagaimana peristiwanya? Pada kondisi operasi seperti apa?

Pertanyaan : (Adrian Nengkoda – Unocal Indonesia)

Apakah benar, selain mengurangi water, Gas Dehydrator itu bisa juga mengurangi
content Condensate (C3+) dalam gasnya sendiri? Bagaimana peristiwanya yaaa?
Pada kondisi operasi seperti apa? FYI, kami memakai TEG.

Tanggapan 1 : (Tahzudin Noor – VICO Indonesia)

Kalau yang memisahkan condensate (HC liquid) itu karena di bagian bawah contactornya
ada bagian yang berfungsi untuk memisahkan condensate (scrubber/separator),
bukan TEG nya yang menyerap condensate ( kalau bisa hal ini malah dihindari
karena akan mengurangi kualitas TEG, makin tinggi kandungan HC dalam TEG maka
qualitasnya akan makin turun… katanya Bapak …..). Meskipun dalam kenyataannya
masih ada HC yang ngikut ke TEG. ( Bahkan, katanya, di Glycol regenerator selain
menguapkan air/water, HC terikut, juga ada BTEX nya). Mohon maaf kalau saya
lancang/salah/keliru.

Tanggapan 2 : (Nurfathoni Kurniawan- IKPT)

Berikut ini kutipan dari diskusi milist Migas Januari 2003, tentang Gas Dehydration
System Evaluation, tentang adanya HC liquid. Barangkali membantu memberi solusi….

Salah satu hal yang paling ‘ditakuti’ oleh system contactor tower adalah liquid
hidrokarbon. Liquid hidrokarbon ini akan memperbesar kemungkinan terjadinya
fouling dan kemungkinan ‘merusak’ cartridge filter sehingga glycol yang masuk
ke tower berkurang kemampuannya. Jadi salah satu yang perlu diperhatikan adalah
adanya separator yang bekerja dengan baik di upstream contactor untuk meminimalkan
kemungkinan adanya liquid hidrokarbon ke contactor.

Tanggapan 3 : (Sulton Amrullah – PT Sumber
Daya Kelola)

Pak Tazh/Pak Rooki,
Kalau saya lihat di beberapa KPS, untuk sistem DHU ini Rich Glycol dari Glycol
Contactor yang kemungkinan mengandung sejumlah kondensat sebelum masuk glycol
regeneration package dipisahkan dulu dalam Glycol Flash Drum. Di sini Contaminated
Condensate dipisahkan dari Rich Glycol, Rich Glycol masuk ke system regeneration
sedangkan Contaminated Condensate masuk ke Contaminated Glycol Storage Drum.
Adapun fungsi dari alat ini adalah untuk memisahkan glycol dari kontaminasi
hidrokarbon agar tidak terjadi degradasi. Pada alat ini contaminated2 glycol
dari beberapa alat dikirim ke alat ini diantaranya dari Glycol contactor sendiri
(drain), dari filter separator (drain), dari glycol regeneration package dan
dari glycol flash drum. Pada alat ini ada sebuah pipa vertical dengan ketinggihan
sekitar 80% dari tinggi vessel di dalam internalnya untuk mengalirkan condensatet
menuju closed drain header sedangkan glycol dialirkan melalui bottom alat ini
bersama dengan sweet glycol dari sweet glycol storage tank ini menuju glycol
regeneration skid.

Ini saja sekilas yang pernah saya lihat di NSO "A" ExxonMobil, selat
malaka.

Mungkin Mas Cahyo yang ahli Glycol Regeneration bisa menambahkan.

Tanggapan 4 : (Cahyo Hardo – Premier Oil)

Mas Ardian,
menurut saya, TEG tidak punya kemampuan yang sangat kuat untuk menarik komponen
condensate yang ada di badan gas, terutama yang jenis parafin.

Berkebalikannya, dengan aromatik, TEG punya harga affinitas yang cukup tinggi
untuk menariknya, sehingga semakin besar laju resirkulasi TEG, maka kadar aromatic
di badan TEG juga membesar. Aromatik yang terserap menjadi terkenal, karena
bisa menyebabkan kanker, terutama dari golongan 4 serangkai, yaitu BTEX (Benzene,
Toluene, Ethylbenzene, Xylene).

Adanya kondensat di badan TEG, bisa jadi karena adanya penurunan tekanan setelah
melewati kolom kontaktor ke arah flash drum. Via analisa ringan hysys, mungkin
kita bisa mendapatkan gambaran utuhnya…meski masih bersifat kasar. But the
truth, is out there….

Segitu aja pendapat saya Mas Ardian.

Tanggapan 5 : (Marhadi – TotalFinaElf E &
P Indonesia)

Saya ingin coba membagi ilmu yang udah pernah saya pelajari…..

  1. Contactor tower, adalah salah satu alat dari suatu bagian dehydration system
    yang terdiri dari beberapa bagian yaitu :

    1. condensate compartemen = untuk menampung condensate akibat gas yang condesasi
      karna effect dari perubahan pressure dan temperature.
    2. gycol compartement = untuk menampung gycol + water yang diserap dari gas.
    3. trays + caps = tempat bertemunya antara gas dan gycol dalam prosess dehydration.
  2. Glycol Regeneration, adalah suatu system meregenerasi lagi glycol yang udah
    tercampur dengan water agar mendapatkan glycol yang 90% pure sehingga dapat
    digunakan lagi dalam proses regenerasi, yang terdiri dari :

    1. flash drum= untuk memantain pressure yang dari system agar dapat pressure
      yang diinginkan sekitar 5 bar dan memisahkan condensate yang terikut di glycol
      sebelum masuk ke reboiler.
    2. filter = untuk mengambil kotoran yang ada pada gylcol baik berupa debris
      maupun carbon.
    3. exchanger= untuk mentransfer panas antara dua media dengan arah yang berbeda.
    4. reboiler= untuk meregenerasikan lagi glycol yang udah digunakan agar bisa
      pure 90% dengan cara dipanaskan kalo TEG = 200 ºC & DEG = 135 ºC
      dan pressure nya hanya 0.1 bar
    5. surge drum & pumps: glycol ditampung di surege sebelum dipompa/diinject
    6. ke contactor tower.

Di atas adalah sekilas akan system dari dehydration and regeneration. Cara
kerja dari contactor tower tsb: -glycol diinjectkan ke bagian atas dari contactor
tower dimana temperature glycol > gas ±15 ºC kemudian akan jatuh
ke tray-tray dan menutupinya.

Sedangkan gas masuk melalui bagian bawah dari contactor dan kemudian naik
keatas melalui caps dan menerobos ke tray-tray yang ditutupi oleh glycol. -pada
waktu masuk ke contactor, gas menghantam deflector kemudian caps disinilah fraksi
berat yang masih ada pada gas akan berpisah dan akan terjadilah yang kita sebut
condensate dan ditampung di condensate compartement.

Adapun tray-tray tersebut terdiri dari delapan tingkat.

Semoga penjelasan yang singkat ini dapat berguna..

Tanggapan 6 : (Sulton Amrullah – PT Sumber
Daya Kelola)

Saya juga pernah mempelajari bahwa ada beberapa factor yang berpengaruh dalam
perencanaan Dehydration Unit yaitu:

  1. Suhu Penyerapan dalam Contactor
    Suhu gas masuk contactor sangat dominan dalam penentuan suhu enyerapan,sebab
    masa gas lebih besar. Semakin rendah suhunya, proses penyerapan akan semakin
    baik. Suhu gas keluar contactor umumnya naik, tetapi tidak lebih 2 C.
  2. Konsentrasi Lean Glycol
    Konsentrasi Lean Glycol yang diperlukan dipengaruhi oleh suhu efektif contactor.
    Suhu efektif tersebut adalah merupakan dew point dari gas. Pada kondisi dew
    point terjadi kesetimbangan antara uap air dalam gas dan cairan air. Temperature
    tersebut tidak mungkin dicapai dalam contactor sehingga dalam perencanaannya
    diambil suhu dibawahnya, yakni antara 10-15 F.
  3. Sirkulasi Glycol
    Sirkulasi glycol akan menentukan juga penurunan dew point dari gas pada % Lean
    Glycol tertentu.
  4. Glycol Regenerator
    Hal ini tergantung apakah Regenerator tersebut didesign No strippping (P=atm),
    with Stripping (P=atm), No stripping gas (P=vakum) & with stripping gas
    (P=vakum).

Adakah faktor-faktor lain yang diperhitungkan selain faktor di atas dalam perencanaan
DHU, kalau ada mohon info-nya.

Tanggapan 7 : (Cahyo Hardo – Premier Oil)

Hanya nambahin…

kunci utama proses dehidrasi berbasis glycol yang menggunakan kolom jejal (packing)
ataupun baki (tray) adalah pengetahuan kita tentang batasan dew point air di
keluaran kontaktor yang masih diperbolehkan serta kondisi dew point air di feed-nya.
Satu lagi adalah, jumlah tahap kesetimbangan yang harus tersedia.

Diperlukan pula kondisi di mana perubahan operating parameter bisa mempengaruhi
dew point air di badan gas tersebut.

Jika suhu gas-nya semakin panas dan dalam keadaan jenuh, berarti jumlah massa
air yang masuk semakin banyak. Pada kontaktor existing (artinya jumlah baki/kolom
jejalnya tetap), maka menaikkan laju alir glycol adalah salah satu cara guna
tetap
mempertahankan jumlah tahap kesetimbangannya. Terkadang, meskipun sudah dinaikkan
sampai di batas maksimum laju alir sirkulasi glycolnya, tetap saja
produknya off specs. Kenapa? bisa jadi suhu panas tadi telah merubah kesetimbangan
glycol dengan uap air di badan gas. Biasanya sih, temperatur reboiler harus
dinaikkan guna meningkatkan konsentrasi/purity glycol sehingga kesetimbangan
yang baru di dalam contactor terjadi , yang memungkinkan terjadinya proses perpindahan
massa air dari badan gas gas menuju badan
glycol.

Dan memang benar seperti dikatakan Pak Sulton, peristiwa absorpsi air oleh
glycol bersifat eksotermik, yang artinya melepaskan panas.

nb: Rasanya dulu oret-oretan saya ketika presentasi di KMI cabang Jabar (kurang
lebih 3 bulan yang lalu) tentang gas dehydration masih disimpan di file di http://www.
migas-indonesia.com. Mungkin bisa dilirik kembali buat nambah-nambahin. Di sana
ada kinerja glycol contactor yg divisualkan via kurva modifikasi Mc Cabe-Thiele
yang tujuannya mempermudah kita dalam mendesain ataupun troubleshooting.