Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (April 2003) ini membahas tentang Deepwater drilling. Apakah yg dimaksud dengan Deepwater drilling? Apa saja tantangannya ? Sudah adakah di Indonesia ?

Pertanyaan : (Oran Jacob)

Saya sering mendengar istilah Deepwater drilling, di majalah & di kampus.
Kedengarannya menarik. Mohon pencerahannya apakah yg dimaksud dengan Deepwater
drilling. Apa saja tantangannya ? Sudah adakah di Indonesia ?

Tanggapan 1 : (Doddy Samperuru – Schlumberger)

Deepwater operations didefinisikan sbg aktivitas E&P (explorations &
productions) di lepas pantai yg mempunyai kedalaman air lebih dari 200m (600ft),
yaitu kedalaman rata-rata batas paparan benua (continental shelf). Beberapa
operator E&P menyebutkan 500m sebagai batas awal deepwater & di atas
2000m sebagai ultradeep water.

Deepwater drilling, sesuai namanya, adalah pemboran sumur lepas pantai di kedalaman
air lebih dari 200m (atau 500m). FYI, kedalaman rata-rata Laut Jawa adalah 200m.
Deepwater E&P dimulai pada akhir tahun 70-an di Teluk Meksiko, Brazil &
Afrika Barat. Deepwater operations sejak 20 tahun terakhir semakin diminati
para operator E&P, sejalan dgn menipisnya cadangan hidrokarbon dunia &
semakin majunya teknologi. Selain di ketiga area di atas, sekarang deepwater
operations juga dapat ditemui di Laut Utara, lepas pantai Malaysia timur, Australia
barat daya, dll. Di Indonesia, lapangan West Seno milik Unocal memiliki kedalaman
sekitar 1000m di Selat Makasar.

Karakteristik deepwater operations:

  1. Cost: hampir semua aktivitas di atas rig lebih kompleks & membutuhkan
    waktu yg lebih lama mengakibatkan ongkos sewa rig makin mahal (sewa rig untuk
    deepwater termasuk yg termahal).
  2. Temperatur air yg rendah (di perairan tropis sekalipun, temperatur air bisa
    mencapai sekitar 1-2oC di kedalaman 1700m), efeknya ke:

    1. Viskositas & rheology fluida berubah
    2. Waktu yg dibutuhkan semen untuk mengering menjadi lebih lama
    3. Resiko gas hydrates di sekitar sea-bed/mud line
    4. Deposit paraffin atau asphaltene
  3. Margin pore pressure & fracture pressure yg hanya berbeda sedikit, efeknya
    ke lost-circulation waktu pemboran atau lost-return pada saat penyemenan.
  4. Bahaya "shallow water /gas flow": umumnya terjadi jika terdapat
    lapisan unconsolidated sand yg berisi fluida (air atau gas) bertekanan pada
    kedalaman yg rendah. Temperatur yg rendah menyebabkan semen konvensional akan
    memakan waktu yg lebih lama untuk mengeras. Pada saat ini sebelum semen 100%
    mengeras, air atau gas bertekanan tadi akan masuk ke dalam annulus sumur berisi
    semen lalu naik ke permukaan sampai keluar ke mudline. Jika ini terjadi, integrasi
    semen akan gagal & remedial penyemenan yg mahal harus dilakukan.
  5. Well-control yg lebih sulit (BOP terletak di dasar laut & temperatur
    yg rendah akan berefek ke properti lumpur).
  6. Sub-sea production facilities yg juga kompleks (temperatur rendah & tekanan
    hidrostatik air yg tinggi) & sangat mahal.

Bahaya gas hydrates:

  1. Dapat menyumbat BOP choke & kill lines.
  2. Dapat menyebabkan dehidrasi lumpur pemboran dan/atau semen.
  3. Dapat meng-overload peralatan pemisahan gas (gas separator).

Beberapa angka-angka:

  1. Menurut estimasi, 95% dari area lautan yg potential mengandung hidrokarbon
    tetapi belum dieksplorasi terletak di kedalaman lebih dari 1000m.
  2. Sampai hari ini, deepwater telah menyumbang sebanyak 60milyar barel minyak
    ke cadangan minyak dunia.
  3. Baru 25% dari cadangan deepwater yg sudah & sedang didevelop.
  4. Baru 5% yg sudah berproduksi.
  5. Tingkat keberhasilan (success rate) eksplorasi di deepwater naik dari 10%
    menjadi 30%.
  6. Rekor laut terdalam dimiliki oleh Petrobras: 2351m.

Untuk bacaan sebelum tidur:
http://www.slb.com/Hub/index.cfm?id=id8520
http://www.slb.com/Hub/index.cfm?id=id688288
http://www.slb.com/Hub/index.cfm?id=id862688
http://www.slb.com/Hub/index.cfm?id=id32944
http://www.slb.com/Hub/Docs/connect/reference/oilfield_review/ors00/spr00/pdf/p2_17.pdf
http://www.slb.com/Hub/index.cfm?id=id335036
http://www.slb.com/Hub/index.cfm?id=id334728
http://www.slb.com/Hub/index.cfm?id=id390130
dan masih banyak lagi…..