Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Mei 2003) ini membahas tentang Mechanical Inspector. Di negara tetangga kita (petrochemical plant) untuk meng-accept suatu pekerjaan disyaratkan mempunyai sertifikat, dalam hal ini mechanical inspector. Bagaimana dengan di Indonesia? Saya pernah mendengar APITINDO pernah menyelenggarakan sertifikasi untuk Rotating Inspector, apakah masih ada?

Pertanyaan : (Eristyawan Budi Hartanto –
IKPT )

Saya pernah dipekerjakan di negara tetangga kita di petrochemical plant dan
ada hal yang menarik buat saya bahwa untuk meng-accept suatu pekerjaan disyaratkan
mempunyai sertifikat, dalam hal ini mechanical inspector.Karena saya belum mempunyainya,
maka hanya paraf saya yang dipergunakan.

Yang menjadi pertanyaan saya :

  1. Bagaimana dengan di Indonesia? Selama saya ikut proyek di sini sepertinya
    yang saya tahu belum ada yang mengharuskan seperti itu.
  2. Saya pernah mendengar APITINDO pernah menyelenggarakan sertifikasi untukRotating
    Inspector, apakah masih ada?

Tanggapan 1 : (Ramzy S Amier – Radiant Utama)

Pada saat ini yang melakukan pelatihan calon inspector baru KPDM (koperasi
pegawai Ditjen MIGAS) karena mereka yang punya power dan sertifikatnya
ditandatangani oleh Direktur Teknik MIGAS. Adapun jenisnya adalah :

  • Pelatihan calon inspektor bejana tekan referensinya ASME dan API
  • Pelatihan calon inspector pesawat angkat (crane inspector)
  • Pelatihan Pipeline inspector biasanya ada kerja sama dengan DNV spesial
    untuk yang offshore pipeline
  • Pelatihan Inspektor tangki penimbun (storage tank)
  • Pelatihan inepector RIG adakalanya kerja sama dengan Moduspec

Sayangnya sampai saat ini Indonesia belum mempunyai standar kompetensinya,
sehingga sifatnya sangat terbatas.

Untuk beberapa seperti operator crane kemudian pekerja drilling sudah ada SNI
dan sudah ada SK Menterinya yang mengharuskan menggunakan pekerja dengan kompetensi
SNI tersebut. Adapun lembaganya adalah LSP-MIGAS CEPU (lembaga sertifikasi personel).
ini berbeda dengan diklat Cepu meskipun tempatnya sama. Tapi pelatihannya boleh
dilakukan oleh lembaga mana saja asal sudah terakreditasi.

Sebagai informasi LSP CEPU sudah diakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional)

Tanggapan 2 : (Ramzy S Amier – Radiant Utama)

Ada tambahan informasi bahwa PIPI (Persatuan Insinyur Profesional Indonesia)
juga mengeluarkansertifikat keahlian antara lain bidang : Mekanikal, Electrikal,
piping, instrumentasi dan sipil kemudian sertifikat keterampilan untuk bidang2
: piping, mekanikal, elektrikal, sipil & struktur serta dokumen control.

Alamat sekretariatnya :
R S Fatmawati . Komp. Golden Plaza Blok H no. 1 G
Telepon. 759 14 706, 759 14 954
Faxnya. 759 009 28

Tanggapan 3 : (Eristyawan Budi Hartanto –
IKPT)

Dear Pak Ramzy,
Kalau boleh tanya lagi pak, sertifikasi keahlian ini sebenarnya menjadi tanggung
jawab lembaga independen atau pemerintah? Dan untuk kegiatan Engineering Construction,
sampai dimana urgensi dari kepunyaan sertifikat keahlian tersebut. Terus terang
saya baru mendengar PIPI pak, apakah ada hubungannya sama PII (Persatuan Insinyur
Indonesia)? Sebelumnya terimakasih sekali atas informasi dan keterangannya.

Tanggapan 4 : (Ramzy S Amier – Radiant Utama)

Sebenarnya sertifikasi kompetensi itu dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi
personal ayng independen yang terakreditasi oleh KAN (komite Akreditasi Nasional)
dan anggotanya terdiri dari stake holder yang mewakili unsur regulator, profesi,
user dan perguruan tinggi/lembaga riset. Masalahnya unsur profesi di kita belum
solid, kemudian suka ada jarak dengan PT atau lembaga riset (dengan lembaga
riset kadang2 unsur profesi melalui perusahaannya merasa disaingi oleh lembaga
riset yang kadang2 ikut bermain langsung kepasar/ menjadi kompetitor).

Masalahnya KAN itu tidak akan memberikan akreditasi bila tidak ada Departemen
yang bertanggung jawab dan kalau kita sudah minta SK menteri biasanya jadi sektoral
karena belum tentu diakui oleh departemen lain contohnya pengawasaan K3 peralatan
di lingkungan MIGAS dan DEPNAKER yang tidak saling mengakui bahkan sekarang
antara disnakertrans satu wilayah kadang tidak saling mengakui wilayah lainnya.
Akibatnya sudah ada beberapa yang mencoba membuat lembaga sertifikasi kompetensi
personal tapi engga jalan atau sifatnya sangat sektoral misalnya :

  1. L-Spit – Lembaga Sertifikasi personal bidang inspeksi teknik (maunya termasuk
    didalamnya ada welding inspector, pressure vessel inspector dsb)

  2. LSKK3 – ini lembaga sudah mengeluarkan sertifkat kompetensi personal untuk
    HI tingkat ahli muda dan ahli madya
  3. LSP Cepu – untuk operator dibidang oil & Gas
  4. KSPN- ini untuk personal yang bergerak dibidang NDT (non destructive testing)
  5. Lembaga sertifikasi milik IAGI punya yang diresmikan di Yogya November 2002
  6. Lembaga sertifikasi milik HAGI juga diresmikan di Yogya 2002
  7. Lembaga Sertifikasi milik IATMI juga diresmikan di Yogya 2002 (Malah yang
    nomor 5,6 dan7 untuk pembentukannya mendapat bantuan dari dana DPKK Migas oleh
    karenanya peresmiannya saja di Yogya dan dihadiri DIRJEN MIGAS)

Sekarang kita tunggu saja outputnya