Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Mei 2003) ini membahas tentang pengaruh condensate yang dicampur dengan crude oil terhadap freezing point dari avtur (sebagai produknya).

Pertanyaan : (Robby Ansyarie – Conocophilips
Indonesia)

Saya ingin menanyakan pengaruh condensate yang dicampur dengan crude oil terhadap
freezing point dari avtur (sebagai produknya).

Tanggapan 1 : (Ardian Nengkoda – Unocal Indonesia)

Pak Robby, berikut pendapat saya lebih kurang:

  1. Blending/ pencampuran pada fasa yg sama pada dasarnya hanya melibatkan prinsip
    fisik volume/mass persen belaka namun juga ada pengaruh ke komposisi kimiawinya.
    Freezing Point (FP) Analysis di Oil/Gas Industry biasa refer ke D-2386.
  2. Condensate (umumnya) memiliki FP sekitar -60oC sedangkan Crude Oil sekitar
    -56oC, jika dicampur dgn persen volume 1:1, maka FP idealnya menjadi sekitar
    -58oC, namun demikian harap diingat bahwa kandungan S di Crude Oil lebih besar
    dibandingkan Condensate. Pada AVTUR "asli" yg menjadi produknya, spec
    sebaiknya memiliki FP sekitar -60oC dgn distilasi sekitar 30oCsampai180oC agar
    cocok dgn Octane Number si piston engines.
  3. Nah si AVTUR sebenarnya lebih dekat specnya dgn Condensate. Sekecil apapun
    penambahan Crude Oil, akan melarikan spec doi dari AVTUR "asli". Kesimpulannya
    blending Condensate dan Crude Oil akan melahirkan produk yg tidak sama dgn AVTUR
    (akan ada perubahan ke: FP, Octane Number, Flash Point, Pour Point dll…meski
    kecil saja angkanya tergantung persen volume/mass pencampuran tadi).

Tanggapan 2 : (Triyatno A – ChandraAsri Petrochemical
Center)

Dear Pak Robby Ansyarie,
Membaca pertanyaan Bapak ini agak membuat "kagok" menjawabnya.

Pencampuran condensate dan crude oil ini tidak ada pengaruhnya sama sekali,
baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap freezing point Avtur.

Jadi kalau ingin jawaban to the point, maka jawabanya adalah "TIDAK ADA
PENGARUHNYA"

Tetapi barangkali ada hal yang ingin diketahui tentang Crude Oil, Condensate,
dan Avtur.

Crude oil adalah semua jenis minyak bumi (mentah) yang dihasilkan langsung
dari sumur produksi atau sumur pengeboran. Crude oil ini mengandung unsur/komponen
kandungan senyawa Propana (C3), Butana (C4), Pentana(C5) dan seterusnya sampai
senyawa Hydro Carbon yang paling berat, seperti asphalt, atau wax (yang bisa
mengandung C40 atau yang lebih berat, tergantung sumbernya).