Auction mempunyai arti Lelang. Reverse mempunyai arti Berlawanan, Sebaliknya. Reverse Auction adalah Lelang yang dilakukan dengan cara ‘berlawanan’ dengan mencari harga penawaran yang se-rendah-rendahnya.

Auction mempunyai arti Lelang. Reverse mempunyai arti Berlawanan, Sebaliknya.
Reverse Auction adalah Lelang yang dilakukan dengan cara "berlawanan"
dengan mencari harga penawaran yang se-rendah-rendahnya.

Bila kita ingin menjual barang, maka Lelang yang dilakukan adalah lelang seperti
yang telah kita kenal selama ini, dimana setiap peserta lelang saling menaikkan
harga sedikit demi sedikit, dan penawar yang memberikan penawaran tertinggi
yang diperbolehkan membeli barang tersebut.

Kebanyakan pada saat ini Buyer atau Purchaser di Procurement Departemen biasanya
melakukan lelang seperti yang diatur pada prosedur pengadaan yaitu mengumumkan
lelang, kemudian si supplier menyerahkan penawaran kedalam amplop tertutup dan
akan dibuka oleh panitia lelang. Pemenang lelang/ tender adalah yang memberikan
penawaran terendah bila spesifikasi barang yg ditawarkan telah memenuhi syarat.
– Lelang dengan cara ini disebut dengan Reverse Auction secara tradisional dan
manual.

Proses lelang diatas dirasakan kurang efektif, maka para pakar IT di Negara
sono menciptakan suatu fasilitas online, yaitu melakukan lelang secara REAL
TIME, ONLINE, HARGA PENAWARAN dapat dilakukan berulang pada waktu yang
ditentukan, dan ternyata hasilnya sangat efektif, yaitu cost savings harga pembelian
sampai dengan 30% s/d 40%, karena prosesnya sangat transparan dan kompetitif,
juga sangat fair.

Saat ini sudah banyak perusahaan yang menggunakan online Reverse Auction sebagai
salah satu metoda pembelian baik barang maupun jasa mengingat penghematan yang
dapat diraih. Secara aggregate bila pembelian dilakukan oleh perusahaan-2 dalam
negeri terhadap supplier-2 luar negeri, tentunya ini merupakan penghematan bagi
negara tercinta ini.

Bagaimana pendapat anda?

Bahan bacaan terlampir sebagai pengayaan pengetahuan (Reverse_Auction1.pdf)