Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Mei 2003) ini membahas tentang Stellite vs Nickel Boron Coating. Antara Stellite dan Nickel Boron, manakah yang lebih keras? Manakah yang lebih tahan terhadap oksidasi? Antara material coating Ball dan Seat, mana yang seharusnya lebih keras?

Pertanyaan : (Arif Zaini – Apota Wibawa Pratama)

Berawal dari pengiriman valve untuk CCR plant yang berada dibawah lisensinya
UOP. Persyaratannya adalah coating hardness untuk ball minimum 58 HRC scale,
dengan material coating ball dan seatnya stellite. Namun manufacture valve yang
kami kirimkan menggunakan Nickel Boron (Ni-Bo) untuk ball coating dan stellite
untuk seat coating dengan kekerasan NiBo yang juga lebih dari 58 HRC scale.

Setelah dipakai di dalam proses, ternyata valve mulai bermasalah ketika pemakaian
sekitar 14 bulan, valve mulai ‘passing’ walaupun kecil. Durasi ini
sangat jauh lebih baik dibandingkan dengan menggunakan valve yang lama, yang
hanya bertahan maksimum kurang dari seminggu.

Akan tetapi saya masih mendapatkan pertanyaan dari usernya mengenai perbedaan
material yang kami tawarkan. Yang masih menjadi pertanyaan adalah:

  1. Antara Stellite dan Nickel Boron, manakah yang lebih keras?
  2. Manakah yang lebih tahan terhadap oksidasi?
  3. Antara material coating Ball dan Seat, mana yang seharusnya lebih keras?

Kami sangat berharap bantuan dari para ahli material dan per-valve-an agar kami
dan user tidak lagi bingung untuk memutuskan penggunaan material.

Tanggapan 1 : (Winarto – Jurusan Metalurgi
UI)

Saya ingin sedikit memberi masukan (menjawab beberapa pertanyaan) untuk Bapak
Arif mengenai masalah coating pada material valve.

Dari literature yang saya dapatkan (LANSDOWN, A.R, PRICE, A.L,’MATERIALS
TO RESIST WEAR’ (A GUIDE TO THEIR SELECTION AND USE), PERGAMON PRESS, 1986,
Ch. 10, pp.92 – 105. menyatakan bahwa: Stellite adalah jenis material coating
dari paduan cobalt (Cobalt Based Alloys) sedangkan Nickle Boron (NiBo) adalah
jenis material coating dari paduan Nickel (Nickle Based – Alloys). Adapun kedua
jenis material tersebut memiliki beberapa kelas (series grades) dengan pengkodean
tertentu. Mengenai gradenya, Bapak bisa lihat di alamat home page: http://www.stellite.com/en/default.asp?s=42
. Di alamat tsb, Bapak bisa lihat mengenai komposisinya serta kekerasannya dari
material tsb yang digunakan untuk pelapisan ( misalnya: stellite 1, stellite
2012 atau jenis lainnya) sehingga bisa membandingkan mengenai ketahanan ausnya.

Untuk menjawab pertanyaan Bapak dibawah ini ( dengan merefer pada literatur
diatas):

  1. Antara Stellite dan Nickel Boron, manakah yang lebih keras?, tentunya Stellite
    lebih tahan abrasi (lebih keras) dari Nickel Boron, tetapi NiBo lebih taughness.
  2. Manakah yang lebih tahan terhadap oksidasi? Cobalt Based Alloys lebih tahan
    oksidasi dari pada Nickle based alloys.
  3. Antara material coating Ball dan Seat, mana yang seharusnya lebih keras?
    Saya belum bisa menjawab secara pasti mengingat saya tidak tahu persis sketsa
    sistem valve milik Bapak, namun saya sempat membaca spesifikasi tentang valve
    Trunnion mounted XG/XM series valves (flanged full bore ball valves) produk
    dari METSO Automation. Mereka menjelaskan bahwa keduanya (ball dan seat) memiliki
    spek material yang hampir sama dan kedua spare-part tsb dapat di lepaskan (dismantled
    for servicing). Tentunya penjelasan tsb belum tentu persis seperti jenis dari
    valve yang Bapak miliki.

Demikian penjelasan singkat dari saya, dan mungkin ada penjelasan lain dari
rekan Milis Migas yang berasal dari suplier valve yang lebih tahu banyak tentang
spesifikasinya. Semoga bermanfaat.

Tanggapan 2 : (Triyatno Atmodiharjo – Chandra
Asri)

Biasanya dalam pemilihan bahan untuk ball dan seat, ada perbedaan yang satu
lebih keras dari yang lain. Bisa saja ball atau gate atau type plug lainnya
yang lebih keras dari seat-nya, tetapi ada juga justru seatnya yang lebih keras
dari plug-nya. Pemilihan bahan mana yang harus lebih lunak ini biasanya didasarkan
dengan pertimbangan "mana yang lebih mudah atau lebih murah untuk melakukan
penggantian".

Ada kalanya valve di designed supaya plug yang mudah diganti, maka plug dibuat
lebih lembek bahannya. Contoh yang sering kita lihat itu pada plug untuk motor
kendaraan.

Kalau penggantian seat lebih mudah dan lebih murah, maka seatnya dibuat dengan
bahan yang lebih lunak Contohnya pada kebanyakan (sebagian besar) valve yang
biasa dipakai di industri.

Tetapi ada kalanya dua-2 bahan seat dan plug dibuat sama-2 keras dan tahan
aus. Hal ini biasanya dipergunakan pada valve yang harus tahan lama, atau pada
fluida yang abrasif, dimana operasinya tidak bisa di-interupsi sewaktu-waktu.
Sampai saat yang telah diperkirakan, maka ketika operasi dapat diinterupsi langsung
saja dilakukan penggantian seluruh valve dengan valve yang baru. Lalu valve
lama di-service untuk spare penggantian yang akan datang.

Barangkali tambahan informasi ini dapat menjadi masukkan.


Tanggapan 3 :
(Ardian Nengkoda – Unocal)

Antara material coating Ball dan Seat, mana yang seharusnya lebih keras? Kalau
bicara "passing", sebaiknya: material coating di Ball lebih keras
dibandingkan Seatnya. Berdasarkan pengalaman servis fluida yg korosif Pak.

Tanggapan 4 : (Stephanus Sulaeman – Pertamina
UP V Balikpapan)

Ball harus lebih keras supaya tidak terjadi deformasi bentuk, sedang seat harus
lebih toughness untuk mengikuti profil dari ball sehingga tidak terjadi kebocoran.