Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Juni 2003) ini membahas tentang kandungan Ammonia dan Nitrite terlarut dari outlet Waste Water Treatment yang sangat tinggi. Adakah chemical yang dapat ditambahkan untuk menurunkan Ammonia dan Nitrite terlarut tanpa pengaruh terhadap parameter lainnya (mis, TDS).

Pertanyaan : (Afriandi Afdal – Rohm And Haas
Indonesia)

Saya mohon pencerahan untuk masalah yang kami hadapi pada Waste Water Treatment
(WWT). WWT unit kami aerobic biotreatment system untuk mendegradasi organic
compound dari waste water. Masalah yang kami hadapi adalah kandungan Ammonia
dan Nitrite terlarut dari outlet WWT tersebut sangat tinggi (NH3 diatas 5 ppm).
Aerasi dan sirkulasi yang selama ini kami lakukan tidaklah membantu. Adakah
chemical yang dapat kami tambahkan untuk menurunkan Ammonia dan Nitrite terlarut
tanpa pengaruh terhadap parameter lainnya (mis, TDS). Mohon bantuan dari rekan-rekan
praktisi EHS

Tanggapan 1 : (Sugeng Putranto – BP Indonesia)

Kebetulan saya pernah penelitian (S-1) di Krakatau Steel mengenai Pengolahan
Limbah Nitrat (NO3-) dan Phosfat (PO4)pada Buangan Air Boiler.

Mereka telah menggunakan Aerobic biotreatment dan aerasi akan tetapi kandungan
Nitrat dan Phosfat masih tinggi. Saya menambahkan dengan menggunakan Activated
Sludge untuk menurunkan kadar Nitrat dan Fosfat dengan modifikasi chamber berliku
dan gravitasi.

Di Divisi Lingkungan Krakatau Steel telah banyak mengadakan penelitian dan
seminar tentang Degradasi senyawa nutrien anorganik (Ammonia, Nitrat dan Phosfat),
mungkin Pak Afriandi dapat mencari informasi ke Divisi Lingkungan di PT Krakatau
Steel.

Selain dekat dengan Kantor/Plant Pak Afriandi, juga limbah yang pernah mereka
teliti dominan adalah limbah spesifik di Sekitar Kawasan Cilegon.

Tanggapan 2 : (Hisham bin Jabar – Segi Perkasa
Sdn Bhd)

Ammnonia and nitrite is both a base chemicals with pH around 9 – 12. Maybe
the best solution to solve the problem is to neutralize the ammonia and nitrite
solution using acidic agent such as HCl which can react with the ammonia and
nitrate to produce water and salt.

The best method to treat this type of problems is to identify the source of
ammonia and nitrite and do a preliminary treatment maybe by setting up a ammonia
and nitrite pretreatment unit, before these wastewater being channelled to the
wastewater treatment plant.

Tanggapan 3 : (Linda Asmeri – Envitech Perkasa)

Secara teoritis permasalahan yang bapak hadapi dapat di atasi dengan 2 cara
yaitu dengan cara striping dan dengan teknologi biologi treatment yang dikenal
dengan tahapan proses Nitrifikasi dan denitrifikasi.

Kondisi ini sangat ideal untuk system pengolahan limbah yang memakai tecnologi
yang namanya Sequencing Batch Reactor (SBR) karna tahapan proses ini sudah memenuhi
kondisi untuk terjadinya peristiwa Nitrifikasi dan denitrifikasi.

Untuk pengolahan limbah yang mengunakan system Activated Sludge tak usah kecewa
karena kondisi ini dapat kita ciptakan dengan memodifikasi system yang sudah
ada agar bisa memenuhi kondisi agar terbentuknya peristiwa Nitrification dan
Denitrifikasi.

Untuk itu kita harus tau berapa amoniac dant Nitrat , Nitrit terkandung pada
Inffluent limbah, dan juga ada kemungkinan nitrite terbentuk dalam bak Aerasi
yang kondisi dimana suplay udaranya kurang terlihat pada,DO, penurunan pH dan
sludge susah mengendap. Nah kondisi bagaimana sehingga terjadinya problem yang
bapak hadapi harus diketahui gejalanya baru bisa
kita tentukan solusi yang tepat, akurat dan ekonomis.