Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Juni 2003) ini membahas tentang standard mana/apa yang harus di gunakan untuk design pipa seperti pipeline (2 1/2 inch) untuk menyalurkan solar bahan bakar Diesel Alternator. Pipa tersebut harus lewat bawah tanah dan ‘menyeberang’ jalan yang dilewati kendaraan sampai pada bobot 150 ton.

Pertanyaan : (Palal – PT Kaltim Prima Coal)

Saat ini saya sedang kesulitan ketika mendapat tugas membuat design sebuah
pipeline (2 1/2 inch) untuk menyalurkan solar bahan bakar Diesel Alternator.
Pipa tersebut harus lewat bawah tanah dan "menyeberang" jalan yang
dilewati kendaraan sampai pada bobot 150 ton. Standard mana/apa yang harus di
gunakan untuk design pipa seperti itu ?

Tanggapan 1 : (Agus Wardiman – McDermott)

Anda bisa pakai ASME B31.4, Pipeline Transportation System for Liquid Hydrocarbons
and Other Liquids. Mengenai crossing dengan jalan yang dilewati kendaraan berat
juga bisa dihitung berdasarkan ASME B31.4 tersebut. Pipa tersebut harus ditanam
cukup dalam agar effective stress yang terjadi tidak lebih dari 0.90 SMYS, atau
kalau nggak bisa ya pakai casing aja.

Tanggapan 2 : (Andi Riyanto – Energy Equity
EPIC Sengkang)

Sekedar tambahan informasi, bagi kami sebagai PSC – (Energy Equity EPIC Sengkang)
selain yg disampaikan oleh pak Wardiman, SK MENTABEN No.300K Bab II pasal 9,
11 juga menjadi pertimbangan.

Tanggapan 3 : (Andi Palal – PT Kaltim Prima
Coal)

Pak Andi/Pak Agus W,
Sebelumnya, saya sangat berterimakasih atas informasinya dan ingin bertanya

lebih lanjut. Dimanakah saya bisa mendapatkan soft copy/hard copy dari kedua
standard tersebut?

Tanggapan 4 : (Agus Wardiman – McDermott)

Kalau mau beli secara resmi ya ke ASME langsung pak di New York. Ada perwakilannya
di Jakarta tapi saya nggak tau alamatnya. Mungkin ada rekan yang bisa membantu
alamat ASME di Jakarta. Sebenarnya setiap oil company, engineering company atau
EPC contractor bidang migas pasti punya code itu, tapi memfoto-copy itu kan
illegal?, jadi anda mungkin nggak bisa minta copynya lewat forum seperti ini.

Tanggapan 5 : (Dulpi)

Menurut saya, untuk desain pipeline yang berkaitan dengan bb solar, sebaiknya
me-refer kepada standar asme b31.4 untuk bb solar (fluids). Mudah-mudahan anda
dapat menemukan pencerahan.

Tanggapan 6 : (Farid Moch. Zamil – Mexo Inoxprima)

Kalau untuk beli standard seperti ASME, AWS, JIS, DIN di kota Balikpapan sudah
ada agennya tepatnya bulan April kemarin dilaunching. Cuma saya nggak tau alamatnya
dan akan saya informasikan alamat yang ada di Surabaya kalau nggak salah Persone
incharge PT. Piranti di Balikpapan hub. Mbak Yuli.

Coba Bapak Hub. PT. Piranti Kharisma Pratama.
Phone (031) 7329369, 7344050.
minta agen tersebut di Balikpapan.

Tanggapan 7 : (Djunaedi Rachmat – McDermott
Indonesia)

Ada code yang khusus untuk menghitung crossing, lengkap dengan metode dan
contoh perhitungannya, yaitu API RP 1102 "Steel Pipelines Crossing Railroads
& Highways".

Tanggapan 8 : (Holland Simanjuntak – VICO Indonesia)

Pak Djunaedi, ini yang benar untuk perancangan pipeline road crossing, API
RP 1102 lebih applicable.

Pak Palal bisa diskusikan dengan rekan-rekan dengan VICO Pipeline Engineer
di Muara Badak. Kita pernah design pipeline crossing PT Indominco (tetangga

anda) di jalur Pipa Badak-Bontang.

Tanggapan 8 : (Denil Zilfia – PT. South Pacific
Viscose)

Sebagai info tambahan,
Untuk di Jkt. mungkin anda bisa menghubungi :
CV. DJAKARTA RAYA, Book on Science
Alamat : Jl. Raya Jatinegera Timur No. 32 – Jakarta Timur 13310
Ph. 021-8193487, 8504505 dan 8508066 atau lewat email :
djakara@indosat.net.id