Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Juni 2003) ini membahas tentang MIG Welding. Apakah akan ada masalah dengan penggunaan full gas Argon untuk pengelasan dengan GMAW dan menggunakan kawat las MG51T dari Kobe?

Pertanyaan : (Errick – Hitachi)

Saya memiliki sebuah masalah dalam welding.
Customer saya menolak WPS saya, yang menggunakan proses GTAW pada root dan GMAW
untuk sisanya. Pada proses GMAW, saya menggunakan shielding gas CO2, dan kawat
las MG51T dari Kobe. Karena Customer saya akan memakai barang ini untuk chemical,
maka dikhawatirkan akan ada pengaruh dari pemakaian gas CO2 untuk shielding
gas. Pada welding handbook terbitan Kobe disebutkan bahwa shielding gas untuk
kawat las tersebut di atas adalah CO2 atau gabungan dari 80%Ar dan 20%CO2.

Nah, saya ingin mencoba shielding gas untuk kawat las di atas dengan full Argon,
untuk digunakan pada proses GMAW.

Pertanyaan saya adalah apakah akan ada masalah dengan penggunaan full gas Argon
untuk pengelasan dengan GMAW dan menggunakan kawat las tersebut diatas? Mungkin
ada yang sudah punya pengalaman yang serupa seperti ini.

Tanggapan 1 : (Farabirazy Albiruni – Jurusan
Metalurgi UI)

Untuk pengelasan MIG menggunakan shielding gas full argon, saya yakin tidak
akan bermasalah, karena secara metalurgis, argon tidak akan bereaksi dengan
base metal. Yang perlu diperhatikan adalah pengujian after welding, terutama
apakah ada argon yang terperangkap di dalam weld deposit, karena bila ya, maka
akan mudah retak (fail).


Tanggapan 2 :
(Farid Moch. Zamil – Mexo Inoxprima)

Sebenarnya WPS kombinasi proses ( GTAW – GMAW ) yang P Errick sampaikan adalah
sudah benar, tetapi ada sedikit ganjalan dan menjadi pertanyaan bagi saya. Kok
bisanya akibat suatu proses welding lebih-lebih yang tidak bersentuhan langsung
dengan aliran service bisa mempengaruhi suatu design dari equipment tsb ( dalam
hal ini GMAW yang nota bene sebagai bagian dari FILLER ROOT sampai CAPPING ).
Kalau kita amati yang bersetuhan langsung dengan aliran service adalah GTAW
dan bukan GMAW.

Perlu diketahui bahwa proses suatu pengelasan tidak akan berpengaruh pada aliran
service asal design material yang dirancang oleh temen Engineering dan WPS nya
benar dan sesuai dengan karakteristik dari base metalnya serta aliran servicenya
biar menggunakan proses pengelasan apapun tidak jadi masalah.

Kalaulah proses welding ( GMAW dg CO2 ) yang dikaitkan dengan kekuatan weldingnya
akibat dari adanya shielding gas CO2 itu amatlah RELEVAN dan ada KORELASINYA.

Nah Bagaimana korelasinya Proses GMAW dgn CO2 sbg Shielding Gasnya dengan kekuatan
lasan ?

Perlu diketahui Shielding gas CO2 yang diapplikasikan pada material mild steel
( perkiraan saya applikasi material yang digunakan pada equipment tsb adalah
MILD STEEL ) akan dapat berfungsi sebagai OKSIDATOR. Jika OKSIDATOR
ini bereaksi pada logam cair saat terjadinya pengelasan akan dapat membentuk
OKSIDASI BESI dan CARBONMONOKSIDA ( CO ). Dari unsur CO inilah akan berpengaruh
pada sifat mekanis dari logam las yaitu POROSITY karena unsur CO
yang menyusup pada logam las saat terjadi pendinginan. Sifat mekanis lainnya
yang berpengaruh adalah DUCTILITY dan IMPACT STRENGTH akibat adanya IRON NITRITE
yang biasanya kehadiran unsur ini dibarengi dengan adanya KERETAKAN.

Bagaimana kalau PURE ARGON digunakan sebagai shielding gas ?

Pertanyaan bagi saya apa yang dimaksud FULL ARGON apa PURE ARGON ?

Maksud dari PURE ARGON pada welding sebagai shielding gas adalah ARGON yang
mempunyai grade 99.995% pure. Dimana ARGON sifatnya MONOATOMIC gas oleh karena
itu ARGON bukan merupakan gas yang bersifat OKSIDATOR. PURE ARGON TIDAK DIANJURKAN
sebagai shielding gas untuk GMAW bila diapplikasikan pada material MILD STEEL
karena akan menyebabkan terjadinya UNDERCUT sepanjang tepi lasan ( weld ). Untuk
lebih jelasnya silahkan P Errick mencoba dengan arus DCEP. Oleh karena itu saya
menyarankan jika ingin mengapplikasikan patuhilah petunjuk hand book dari manufacture
kawat las.

Material Mild steel biasanya disarankan menggunakan CO2 atau Argon + CO2. Dan
jangan lupa kalau beli gas ini tolong minta certificate atau data hasil uji
Lab.

Sebagai tambahan informasi dari pencerahan ini gas ARGON yang ada dipasaran
kita ada dua type yaitu PURE ARGON ini biasanya dilengkapi dengan certificate
dimana komposisi gradenya 99.999% dan ARGON ( ARGON BANCI ) komposisi gradenya
87% atau 90% dan harganya jauh lebih murah 4 X nya dari PURE ARGON.

Demikian pencerahan yang bisa kami sampaikan semoga bermanfaat.

Tanggapan 3 : (Errick – Hitachi)

Terima kasih atas tanggapannya.
Sebagai tambahan informasi, memang customer saya baru kenal dengan proses GMAW.
Setelah membuat test coupon, dia meminta beberapa uji, dari uji mekanik (tensile
test, bend test sampai impact test pada -29 derajat C) sampai etching makro
dan mikro serta sekalian chemical composition. Hasil uji impact pada suhu diatas,
jatuh, tetapi service yang dilakukan adalah pada suhu ruangan sampai max 100
derajat C, sehingga dengan alasan ini, masih bisa diterima. Material yang dijadikan
test coupon adalah seamless pipe 6" sch 80 A 106 gr B, memang ini adalah
carbon steel, dan untuk service chemical yang non korosif.

Nah, keheranan Pak Farid, "Kok bisanya akibat suatu proses welding lebih-lebih
yang tidak bersentuhan langsung dengan aliran service bisa mempengaruhi suatu
design dari equipment tsb ( dalam hal ini GMAW yang nota bene sebagai bagian
dari FILLER ROOT sampai CAPPING ). Kalau kita amati yang bersetuhan langsung
dengan aliran service adalah GTAW dan bukan GMAW", itu sama dengan keheranan
saya sejak dia minta chemical composition test (yang sebenarnya sudah dilakukan
oleh si pembuat kawat las itu). Tapi apa daya karena dia itu customer, untuk
meyakinkan dia saya penuhi chemical composition test.

Terima kasih atas ilmu tentang korelasi antara shielding gas dengan kekuatan,
serta efek kualitas yang mungkin akan terjadi bila mild steel dilas dengan menggunakan
proses GMAW dengan shielding gas pure Ar. Memang yang saya maksud dengan full
gas Argon adalah menggunakan pure Argon. Dimana gas Argon yang sama juga digunakan
pada proses GTAW.

Pertanyaan saya lebih lanjut adalah apakah ada teknik khusus untuk menghindari
undercut tersebut bila saya tetap nekat pakai gas pure Argon? Sebagai tambahan,
posisi las adalah 6G.

Tanggapan 4 : (Farid Moch. Zamil – Mexo Inoxprima)

Untuk menghindari terjadinya Undercut dapat dilakukan dengan jalan sebagai
berikut :

  1. Gunakan welding current sesuai dengan diameter kawat dan posisi
    pengelasan. lihat pada hand book.
  2. Kurangi kecepatan pengelasan. Dalam artian masih masuk dalam range>
    travel speed pada WPS.
  3. Kurangi panjang busur pengelasan.

Terus terang sebelum mengapplikasikan metode ini saya melihat ada banyak faktor
kesulitan yang akan dihadapi al :

Posisi pengelasan Pipa 6 G dengan GMAW resikonya sangat tinggi dikarenakan
laju penetrasi logam cairannya sangat cepat, saya kuatir apabila equipment tersebut
dilakukan FULL RADIOGRAPHIC kalau weldernya tidak bisa mengontrol laju penetrasi
logam cairan akan terjadi LACK OF FUSION pada logam lasan. Disamping itu jika
dilakukan PRODUCTION IMPACT TEST dia akan FAIL di weld atau HAZ dikarenakan
parameter las berubah sedikit saja akan sangat berpengaruh pada hasil uji impact
test lebih-lebih didalam WPS/PQR anda disyaratkan untuk dilakukan UJI IMPACT.

Saran saya P. Errick harus benar-benar memilih Welder yang qualified dan benar-benar
tahu akan karakteristik cairan las GMAW.

Demikian pencerahan ini yang dapat saya sampaikan semoga berhasil didalam menjalankan
tugas anda.

Tanggapan 5 : (Errick – Hitachi)

Pak Farid,
Saya hanya ingin memberikan beberapa alternatif (maksudnya bukan hanya Mix antara
Ar 80 % + CO2 20% tetapi juga saya ingin memberikan alternatif lain yaitu pure
Ar untuk shielding gas).

Saya terus mencari beberapa referensi, dan saya temukan dalam Machinery Handbook,
dikatakan untuk short circuit direkomendasikan Ar + CO2 15-25 % dan spray transfer
direkomendasikan Ar + CO2 15-20 %.

Tetapi setelah dicoba dilakukan oleh welder kita di sini, memang ternyata sulit
sekali untuk dilakukan pada posisi 6G, hanya bisa dilakukan untuk posisi 1 G
saja. Tetapi bila menggunakan gas Ar 80 % + CO2 20%, tidak ada masalah yang
berarti.

Akhirnya kesimpulan kami disini akan menggunakan shielding gas Ar 80 % + CO2
20%, yang kebetulan ‘teman’ engineering untuk proyek ini juga mengusulkan penggunaan
mix gas seperti diatas.

Saya rasa masalah ini sudah sampai pada kesimpulannya, terima kasih banyak
untuk Pak Farid dan juga seorang rekan milis migas yang sudah menyumbangkan

pendapatnya.