Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Juni 2003) ini membahas tentang teknik yang tepat untuk menerapkan treatment bioremediasi terhadap lumpur-lumpur endapan produced liquid gas plant. Lumpur tersebut kehitam-hitaman, sangat berbau, dan kemungkinan masih ada bahan2 kimia.

Pertanyaan : (Ilham – Energy Equity Epic
(Sengkang) Pty. Ltd)

Mohon pencerahannya. Teknik yang tepat untuk menerapkan treatment bioremediasi
terhadap lumpur-lumpur endapan produced liquid gas plant? Lumpur kehitam-hitaman,
sangat berbau, kemungkinan masih ada bahan2 kimia.

Tanggapan 1 : (Ardian Nengkoda – Unocal)

Pada dasarnya Teknik Bioremediasi (Bioremediation Engineering/ BE) adalah upaya
untuk mengontrol natural environment dan habitat yang "berubah" (yg
timbul dari berbagai aktifitas manusia) melalui pendekatan "naturalis"
sehingga tercipta natural resources yg sehat dan berkelanjutan (sustain healthy
ecosystems). Di dalam cabang keilmuan BE ada yg namanya: Biological Monitoring,
Land Treatment, Water/ Waste Quality Control, EMS, Chemistry/ Natural Organics,
Geological and Natural Survey, Agricultural Source dll.

BE ini menjadi trend salah satu EMS karena adanya unsur waste yg dapat dikembalikan
ke "alam" (baca: tanah) dgn treatment terlebih dahulu. Karena disini
ada kadar batas maksimum yg boleh dibuang ke lingkungan. Lalu apakah sudah cukup?
Tidak. Kita juga harus mengetahui daya atau kemampuan lingkungan itu sendiri
dalam mengolah limbah tadi.

Pada kasus Lumpur (slurry) yg dihasilkan dari produced liquid gas plant yg
Bapak ceritakan berwarna kehitam-hitaman, sangat berbau, dan kemungkinan ada
bahan2 kimia. Sebaiknya sebelum menset-up Program Bioremediation sebaiknya Bapak
mengetahui seperti apa "status" Lumpur ini. Jadi bapak perlu mengetahui
kandungan-kandungan dari existing Lumpur Bapak, misalnya berapa kadar:

  • Ammonia,
  • Hardness,
  • Heavy Metals,
  • Nitrate-Nitrite,
  • Organics
  • pH,
  • Phosphorus,
  • Protozoans,
  • Salinity,
  • Temperature
  • Bacteria,
  • Pesticides,
  • Dissolved Oxygen (DO), dll sesuai kebutuhan

Lalu lihat juga "kemampuan" lingkungan Bapak, misalnya:

  • Aquatic Life Sediment,
  • Bacteria,
  • Soil Composition,
  • Topology
  • Buffers, dll. sesuai kebutuhan.

Lalu buatlah:

  • Biological Treatment and Program,
  • Site Preparation
  • Nonpoint Source Pollution Control Programs
  • Best Management Practices (BMPs) for Agricultural Nonpoint Source Pollution Control,
  • Pollution Control,
  • Biological Monitoring,
  • Groundwater/ Surface Monitoring

Monitoring outputnya dapat berupa:

  • TPH,
  • BTEX,
  • pH,
  • Moisture,
  • Nutrients,
  • TCLP

Lalu setelah itu ada tahap: Reuse and disposal option. Agak komplek memang!
Beberapa teknik pengolahannya diantaranya:

  • Treatment Cell,
  • Mixing,-Drying
  • Limestone amendment,
  • Nutrient Amendment
  • Aeration/ Water adition,
  • Plantation

Lumpur slurry berwarna hitam mengindikasikan masih adanya oil content dalam
material, sedangkan bau bisa saja berasal dari kandungan CO2 atau H2S atau turunannya.
Ada kemungkinan mengandung logam berat? Well….analisa dulu, baru set deh programnya.

Salah satu bahan bacaan renyah menarik diantaranya:
http://www.mines.edu/research/PTTC/casestudies/weld/landfarm.html

Tanggapan 2 : (Sugeng Putranto – BP Indonesia)

Dear Pak Ilhman,
Saya mau urun rembuk. Apakah untuk menanggani sludge liquid gas plant tidak
dapat menggunakan treatment lain yang lebih effisien ?

Misalnya pada Liquid Gas Plant biasanya jumlah sludge tidak banyak dan sludge
yang dihasilkan tidak kontinu setiap hari.

Saran saya apabila volume sludge yang dihasilkan tidak besar per-harinya, mungkin
daripada membuat Biological Treatment/Bioremediation, apakah tidak dapat digunakan
cara lain yang lebih effisien, seperti dengan incinerator (perlu ijin khusus
dari BAPEDAL) atau compact drying atau alternatif terakhir dengan jasa pengolahan
limbah PPLI.

Tanggapan 3 : (M.Nashar)

Apa yang disampaikan oleh Pak Ardian sudah cukup lengkap: ada beberapa teknik
yang digunakan untuk bioremediation Ex-Situ dan In Situ technique yang pada
dasarnya mengatasi hazardous organic polluntans seperti oil sludge, pesticides
dll.