Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Juni 2003) ini membahas tentang kesulitan dalam mendesain F&G System untuk applikasi di Tank Farm. Adakah produk F&G system yang bisa mengatasi kendala jarak yang jauh dari lokasi field device dengan outstation?

Pertanyaan : (H.Fauzi – IKPT)

Saya punya kesulitan dalam mendesain F&G System untuk applikasi di Tank

Farm.

Di tank farm rata2 lokasi field device dari outstation terdekat 600 meter bahkan
ada yang lebih dari 1000 m, sedangkan F&G I/O card yang saya tahu mempunyai
keterbatasan jarak kurang lebih 350 m, lebih dari itu indikasi akan selalu fault.

Apakah rekan2 ada yang pernah punya pengalaman untuk design tsb? Bagaimana
desain yang tepat untuk aplikasi tsb? Adakah produk F&G system yang bisa
mengatasi kendala tsb?

Tanggapan 1 : (Slamet Suryanto – Pertamina)

Dengan teknologi sekarang yang menggunakan fiber optik, permasalahan jarak

bukan suatu kendala lagi.
Kami sudah menerapkannya di PT. Badak NGL untuk suatu sistem ESD & EDP.

Semoga bermanfaat.

Tanggapan 2 : (Gunawan Siregar – Rekayasa Engineering)

Saran Pak Suryanto untuk pakai fiber optic boleh dipertimbangkan .Bisa dipakai
converter buatan BLACKBOX atau MOORE. Alternatif lain juga ada, yaitu pakai
Radio MODEM. Instalasi F & G yang pakai RADIO MODEM pernah saya lihat/kunjungi
di luar. Mereknya saat itu WORMALD (sekarang jadi THORN) . Hanya kesulitan saat
itu adalah persoalan ijin frequency dari pihak yang berwenang.

Komunikasi Gas Supply Metering buatan Bristol Babcock DPC-3300 dari kilang
LNG Arun ke ke pabrik pupuk PIM dan AAF juga pakai Radio Modem buatan AEG.

Tanggapan 3 : (H.Fauzi – IKPT)

Terima kasih mas Slamet atas responsenya.
Tapi permasalahannya karena jarak control building dg field terlalu jauh, voltage
dropnya terlalu tinggi sehingga gas detector & field device lainnya selalu
fault.

Tanggapan 4 : (Farid Prihatman – PT.Dirgantara
Indonesia )

Kalau boleh sedikit ikut nimbrung, saya sendiri belum tahu F&G itu apa
(konsep kerjanya), jadi saya meninjau secara global saja. karena sistem ini
mentransformasi data utk jarak yg jauh (orde ratusan meter) walau masih di plant
yg sama. yg perlu diperhatikan adalah :

  1. Kalau ditransformasi secara analog misal tegangan, current, dll maka memang
    hal yg perlu diperhatikan adalah jarak,tentu utk persoalan ini tidak bisa menggunakan
    tegangan, namun bisa mempertimbangkan current (arus), kalau current yg perlu
    dipertimbangkan mungkin safety dari plant apakah berbahaya utk arus tertentu
    (misal percikan api), dll.
  2. Kalau ini tidak memungkinkan bisa mempertimbangkan konsep networking, artinya
    perangkat F&G itu menggunakan interface komnikasi datanya apa ? Kalau utk
    jarak jauh, saya menduga seperti rs485 yg punya jarak max 1200 meter yg mampu
    utk komunikasi hingga 32 host (device).
  3. Kalau media transformasi data, bisa menggunakan wire, rs485 itu menggunakan
    ‘two wire’ atau ‘four wire’, fiber optic, atau radio frekwensi. yg perlu diperhatikan
    adalah pengaruh noise yg diakibatkan oleh lingkungan.

Tanggapan 5 : (H.Fauzi – IKPT)

Terima kasih mas Farid atas response.nya.
Memang dimungkinkan memakai konsep networking yang berarti meletakkan control
panel & communication card di dekat field, tetapi berhubung areanya termasuk
hazardous maka tidak diperkenan untuk meletakkan electronic panel di area tsb.
Kalau dipaksakan sih bisa cuman specifikasi panelnya harus explosion proof atau
dipurging dan berhubung lokasinya tersebar maka butuh typical panel yang banyak,
otomatis biayanya sangat mahal.

Sedangkan untuk pemakaian hardwire dari building ke field kendalanya adalah
di field device yang working voltagenya berkisar 20 ~ 28 V. Berdasarkan pengalaman
saya, voltage drop untuk kabel 14 AWG kira2 sebesar 6 volt pada jarak 350m sedangkan
rata2 jarak 600 meteran sehingga field device tak akan bisa bekerja.

Tanggapan 6 : (T.Alexander Leo – Suplintama)

Saya asumsikan bahwa detector yang bapak maksudkan adalah flammable sensor
yang menggunakan pelistor/catalytic type, outputnya berupa mV. Itu betul bahwa
type ini memiliki keterbatasan jarak , maksimal sekitar 350 meter dari controller.

Untuk jarak yang cukup jauh ada beberapa solusi untuk itu sbb:

  1. Menggunakan transmitter untuk mengkonversikan dari mV menjadi mA(4/20mA),
    sehingga jarak sensor ke kontroller bisa di extend menjadi 900 ke 1000 meter.
    Ini sudah pernah kita lakukan di salah satu kilang Pertamina untuk itu, cuman
    perlu dipertimbangkan type cabel/impedansi, range working voltage dari detektor
    dan output voltage dari controller; untuk memastikan voltage yang diterima oleh
    detektor masih cukup.
  2. Mengalokasikan beberapa detektor yang berada dalam satu lokasi/berdekatan
    kedalam satu local controller, apabila memungkinkan; kemudian beberapa local
    controller dihubungkan via modbus (RS485) ke sentral control room yang bisa
    ditampilkan menggunakan MMI.
  3. Menggunakan multi drop system/addressable, yang biasanya untuk jarak yang
    cukup jauh (lebih dari 1.2km) digunakan repeater/penguat. Cuman teknologi ini
    belum begitu populer, mengingat F&G system adalah alat pengaman/monitoring
    yang diperlukan kehandalan yang cukup tinggi, sehingga point 1&2 sangat
    di rekomendasikan oleh Oil&Gas company. Dan untuk peningkatan kehandalan
    dari system tersebut, umumnya dimanfaatkan redundant atau TMR controller.