Apa untung rugi bila kita menyebutkan Brand pada saat pemesanan barang, atau barang yang akan dibeli merupakan barang-2 standard yg sesuai dg standard industry (mass producion), atau bila barang yang akan dibeli merupakan barang design sendiri??

Apa untung rugi bila kita menyebutkan Brand pada saat pemesanan barang, atau
barang yang akan dibeli merupakan barang-2 standard yg sesuai dg standard industry
(mass producion), atau bila barang yang akan dibeli merupakan
barang design sendiri??

Silahkan memberikan masukan, sehingga kita dapat memberikan feedback kepada

end-users kita pada saat mereka mau memesan barang.

1. Pembelian barang dengan menyebutkan "Brand"

Keuntungan:

  • Spesifikasi teknisnya sudah standard shg mudah dimengerti oleh penyedia
    barang
  • Mudah dibeli
  • Mudah didapat, biasanya banyak tersedia
  • Mudah proses pemeriksaannya (pd saat penerimaan barang)
  • Tidak perlu di test
  • Mendapatkan quality assurance (biasanya disertai sertifikat keaslian
    barang)

Kerugian:

  • Membatasi kompetisi, biasanya hanya dapat disupply oleh agen
  • Harga lebih tinggi, susah di negosiasi
  • Menghilangkan kesempatan bagi pesaing2 yg lain (padahal biasanya banyak
    barang sejenis/ pengganti)

2. Pembelian dengan menyebutkan spesifikasi "standard" produksi (tidak
terikat pada Brand tertentu)

Keuntungan:

  • Memudahkan komunikasi, penulisan deskripsi barang jelas
  • Meningkatkan kesempatan berkompetisi
  • Mendukung program standardisasi didalam perusahaan
  • Meningkatkan penghematan didalam biaya2 produksi dan maintenance dalam
    perusahaan
  • Memudahkan supplier mencari barang yang diinginkan
  • Mengurangi terjadinya pengiriman barang salah

Kerugian:

  • Jika sudah terbiasa menggunakan barang yg standard, ternyata produk
    standard tsb sudah tidak diproduksi lagi (karena alasan teknologi yg terus
    berkembang), maka agak susah untuk mencari barang yg sama.
  • Bila End Users tetap meminta spesifikasi standard, mungkin memerlukan
    manufacturing proses yang mahal

3. Pembelian dengan spesifikasi Desain Khusus

Keuntungan:

  • Menghindari pembelian sole-source
  • Mendukung program standarisasi yg dilakukan perusahaan
  • Meningkatkan penghematan didalam biaya2 produksi dan maintenance dalam
    perusahaan
  • Sebaiknya diberlakukan untuk jenis barang yang sering dipakai

Kerugian:

  • Biasanya lebih mahal dibanding barang2 standard (yg sudah tersedia
    dipasar)
  • Tidak mengikuti perkembangan teknologi mutakhir (karena produk dibuat
    berdasarkan design pemesan)
  • Pesanan harus dipersiapkan dulu, tidak terdapat dipasaran bebas
  • Mungkin lebih banyak menimbulkan masalah2 di proses ‘expediting’ (dan
    penerimaan barang) & QAQC
  • Dapat menimbulkan keterlambatan pengiriman (karena produsen harus
    melakukan JOB order)
  • Jumlah persediaan inventory perusahaan menjadi lebih besar

Ada tips tambahan untuk no 4 & 5 ?? Tolong diberikan masukan2nya …

Tanggapan 1 : (Swastioko Budhi – McDermott
Indonesia)

Mbak Anita, boleh urun pendapat kan meskipun bidang keahlian saya bukan SCM.
Bagaimana kalau uraian anda dibawah ini dibuat menjadi dua langkah saja. Langkah
pertama adalah pada waktu Request For Quotation (RFQ). Disini spesifikasi barang
dideskripsikan secara jelas (ukuran, material, konstruksi, dll.) sesuai project
specification. Kalau mau ditambahkan brand biasanya dituliskan dengan "brand
anu or equal". Umumnya kompetitor barang sejenis pasti mempunyai table
pembanding dengan produknya sehingga tidak salah quote. Tinggal kita tambahkan
dokumen Project Manufacturer List (PML) sehingga vendor-vendor yang menawarkan
barang tersebut sudah merupakan preferens dari perusahaan.

Langkah kedua setelah dilakukan evaluasi teknis dan komersial, dilakukan pembuatan
Material Requisition (MR) atau Purchase Order (PO) yang sudah mencantumkan suatu
brand tertentu berikutnya dengan serial numbernya. Serial number yang spesifik
tentunya sudah mewakili spesifikasi teknis yang diinginkan.

Setahu saya (maaf kalau salah), prosedur diatas bisa digunakan untuk barang-barang
standar yang biasa dijumpai pada bulk material (pipa, tubing, fitting, dsb),
atau barang-barang khusus sesuai dengan persyaratan proyek (choke valve, transmitter,
panel, dsb.).

Sedangkan mengenai pengujian, quality assurance, dsb., bukankah itu semua tergantung
pada persyaratan yang kita ajukan ?. Seperti item nomor satu, meskipun sudah
menyebutkan brand, tapi kalau persyaratan pembelian mengharuskan adanya test,
maka barang yang dibeli tersebut harus mengalami pengujian juga.

Mengenai harga pembelian, selama kita menerapkan asas kompetisi diantara para
vendor, maka umumnya akan didapatkan harga yang terbaik. Asal spesifikasi teknis
tidak mengarah ke suatu brand saja yang susah dipenuhi oleh brand yang lainnya.

Mohon maaf apabila pendapat diatas bukan seperti yang anda inginkan.