Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Juni 2003) ini membahas tentang corrosion inhibitor. Mengapa corrosion inhibitor malah menyebabkan karatan besi/ pipa? Apakah karena kontak dgn udara bebas? Atau memang ada komposisinya yg menyebabkan karatan? Bagaimana menentukan rate corrosion inhibitor yg akan di injekkan ke pipeline? Apa saja pertimbangannya?

Pertanyaan : (Irwan – Peciko Well&Process
Operator)

Di tempat saya kerja untuk chemical corrosion inhibitornya itu pakai CECA NUROST
IG 49, dan setelah saya perhatikan chemical tsb kalau sampai netes ke besi maka
tidak lama kemudian besi tsb akan karatan.

Yg saya tanyakan adalah…..kok bisa ya chemical yg katanya corrosion inhibitor
kok malah bikin karatan besi/ pipa? Apakah karena contak dgn udara bebas? Atau
memang ada komposisinya yg menyebabkan karatan? ( sebelumnya juga kami pernah
makai Dyno KI-3060& Cortreat 5722 ), dan hasil nya juga sama yaitu pipa/
besi jadi karatan kalo ditetesi .

pertanyaan kedua:
Bagaimana menentukan rate corrosion inhibitor yg akan di injekkan ke pipeline?
Apa saja pertimbangannya? Sekedar info ditempat kami tuh rate corrosinnya 0.125
liter/MMscfd gas. (saya pernah iseng nanya ke orang Lab, katanya sich cuman
pakai sistem coba2 / Try & error ).

Tanggapan 1 : (Teguh Indra Laksana – PT. Ondeo
Nalco Indonesia)

Corrosion inhibitor memang akan menyebabkan korosi, jika dikontakkan NEAT ke
permukaan besi. Coba lihat di product specificationnya, pasti ada tulisan corrosive
acid. Corrosion inhibitor akan berkerja dengan baik jika digunakan dengan dosis
yang tepat.

Untuk pertanyaan kedua:
Mungkin yang dimaksud adalah dosis ya? Kalo itu harap tanya langsung ke vendor
ybs.

Tanggapan 2 : (Irwan – Peciko Well&Process
Operator)

Menurut logika saya…..tujuan di injekkannya Corrosion inhibitor adalah untuk
mengurangi ( mencegah ) korosi pada pipa kita… padahal kita tahu bahwa substansi
corrosion inhibitor itu mengandung corrosive acid. Bukankah ia akan menambah
karat pada pipa…??

Apakah corrosion inhibitor hanya bekerja baik jika ia di injekkan pada pipa
hidrocarbon? dan bagaimana cara kerja nya?

Tanggapan 3 : (Indratmoko Hari Poerwanto –
Asahimas Chemical)

Barangkali teknik pencegahan korosi semacam ini mengikuti analogi mekanisme
alami pada logam zinc. Spt kita tahu zinc itu "tahan karat" sebenarnya
karena adanya lapisan karat zinc (ZnO) di permukaan terluarnya yang bersifat
melindungi dari proses perkaratan lebih lanjut.

Jadi kalau diamati utk jangka waktu yang lama, laju pengkaratan material yg

diberi zat anti-korosi tsb memang akan jauh berkurang.

Tanggapan 4 : (Hendarto Noegroho – Bayer Urethanes
Indonesia)

Menurut teori, corrosion inhibitor adalah untuk mencegah korosi yaitu dengan
membentuk lapisan film gamma ferric oxide yang melekat tipis pada permukaan
logam setebal 30 – 200 Ao. Secara fisik warna dari lapisan gamma ferric oxide

yang melekat pada permukaan logam sama persis dengan warna besi yang berkarat,
tetapi lapisan gamma ferric oxide bersifat melindungi logam sedangkan
pembentukan oxida besi (Fe2O3) pada besi yang berkarat akan berlangsung terus
sampai semua unsur logamnya teroksidasi habis menjadi Fe2O3. Bedanya dengan
logam yang telah berkarat adalah pada logam berkarat oksida yang terbentuk
adalah Ferric Oxide (Fe2O3).

Tanggapan 5 : (Doddy Samperuru – Schlumberger)

Sekedar menambahkan teori umum, corrosion inhibitor (CI) memang bertujuan untuk
mengurangi laju korosi, bukan mencegah korosi 100%. Simply speaking, CI akan
membentuk semacam lapisan film polimer secara temporary di antara permukaan
logam dgn zat korosif. Lapisan film ini akan mencegah reaksi elektrokimia penyebab
korosi.

Secara umum, ada beberapa faktor pemilihan CI yg tepat:

  1. Jenis zat korosifnya: misalnya jenis acid yg terdapat di dalam minyak yg

    akan dialirkan.

  2. Jenis baja atau logam dari pipa/material yg akan diproteksi: baja karbon

    rendah (J55, N80, L80, Coiled tubing, dsb.) lebih tahan korosi daripada
    baja krom (9% Cr & 13% Cr) misalnya.

  3. Temperatur: makin panas, laju korosi makin cepat sementara efektivitas
    CI justru makin lemah. Utk ini dibutuhkan yg namanya "Inhibitor Aid".
  4. Jangka waktu proteksi.
  5. Faktor lokasi & lingkungan sumur: efeknya thd lingkungan & peraturan

    pihak otoritas setempat.

  6. Ada atau tidaknya H2S: H2S akan mempecepat korosi, shg dibutuhkan
    chemical yg namanya "H2S Scavenger" yg akan bereaksi & melarutkan
    H2S.

CI termasuk salah satu "nasty chemicals" yg biasa dipakai di oilfield.
Dinamakan demikian krn chemical ini sangat hazardous: flammable, toxic &
juga korosif (dalam konsentrasi tertentu, diakibatkan oleh berbagai macam komposisi
chemicals di dalamnya). Kalau kita lihat kontainer CI yg asli dari paberik,
pasti akan terdapat label korosif. Storagenya membutuhkan
coated drum metal atau plastik khusus. Field mixing umumnya harus diencerkan
dulu atau dicampur dgn air. Personel juga harus dilindungi dgn PPE yg memadai.

Konsentrasi efektif & metode pencampuran yg digunakan sebaiknya mengikuti
anjuran dari manufacturernya. Beda merek biasanya beda dosis & beda cara.
Trial & error serta pengalaman rekan-rekan sejawat akan sangat berguna.
Maaf, saya tidak begitu familiar dgn CI yg disebut di bawah. Terakhir, pastikan
MSDS juga tersedia & dibaca.

Tanggapan 6 : (Astra Media – VICO Indonesia)

Inhibitor adalah suatu zat yang jika ditambahkan kedalam suatu lingkungan dengan
dosis tertentu dalam jumlah kecil, secara berkesinambungan atau berkala akan

dapat menurunkan laju korosi logam.

Inhibitor itu diklasifikasikan menurut :

  • Reaksi yang dihambat inhibitor:
    • Anodik
    • Katodik
    • Campuran
  • Bahan dasarnya:
    • Organik
    • Inorganik
  • Cara kerjanya:
    • Pasivator
    • Presipitasi
    • Adsorpsi

Dan yang merupakan syarat umum suatu inhibitor dalam lingkungan MIGAS
diantaranya :

  • Mampu membentuk film pelindung yang sempurna serta tahan lama terhadap
    logam
  • Tidak mengganggu proses hilir pada pemisahan air-minyak
  • Tidak merusak dan membahayakan lingkungan
  • Kompatibel dengan zat2 dan perlakuan2 lain
  • Tidak terpengaruh oleh aktivitas mikroba, bahkan kalau mungkin dapat
    menghambatnya

Tanggapan 7 : (Lucky – PT Petrokimia Nusantara
Interindo)

Setahu saya, bukan berarti yg namanya corrosion inhibitor..pasti adalah anti
karat seperti Ziebart (maaf bukan promosi merk).

Berbagai macam korosion inhibitor seperti senyawa Phospat dan Nitrit (dan banyak
jenis-jenis lainnya seperti molybdate, bromat, Chromate, Silicate) akan berekasi
dengan besi dgn persamaan sebagai berikut :

Fe(3+) + 0 –> Fe2O3
Fe + O –> FeO

FeO + Fe2O3 –> Fe3O4…
nah si Fe3O4 ini lah yg akan membuat lapisan film anti karat di lapisan pipa….

selama Fe304 masih ada…ya pipa tersebut tidak akan berkarat…, tetapi jika
lapisan filmnya hilang… niscaya akan timbul karat kembali.

Karena itu… umumnya di Cooling water system (sebagai contoh), kita harus
memantainlevel dari corrosion inhibitor sesuai dengan dosis (jgn kebesaran atau
kekecilan..). Apa definisi kebesaran & kekecilan…. ya ukur aja konsentrasi
oksigen… pake neraca reaksi.. nah ketemu dosis-nya. Tapi umumnya ya.. kita
sih percaya aja deh sama vendor corrosion inhibitor..karena dia kan nangani
treatment secara total (ada garansi katanya…) . Demikian semoga bisa membantu.