Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Juni 2003) ini membahas tentang steel for low temperature. Apakah material CRCA Steel dengan standard DIN 1623 dapat tahan temp. – 40 deg. C, sebab setahu saya at low temp. the deformation and strength characteristics of a
metal change, they are subject to brittle fracture. The ductile-brittle transition occurs at about -40 deg.C.

Pertanyaan : (Agus Rusmiaji – Pauwels Trafo
Asia)

Saya punya CRCA Steel material dengan standard DIN 1623. Pertanyaan saya, apakah
material ini dapat tahan temp. – 40 deg. C, sebab setahu saya at low temp. the
deformation and strength characteristics of a metal change, they are subject
to brittle fracture. The ductile-brittle transition occurs at about -40 deg.C.

Tanggapan 1 : (Rudi S Rachmat – AIST
Chubu, Nagoya – Japan)

Karakteristik pemilihan material logam untuk temperatur rendah, material tersebut
harus mempunyai kekuatan, ketangguhan dan keuletan yang tinggi. Material yang
tahan untuk temperatur rendah tersebut adalah material yang mempunyai sel satuan
Face Center Cubic (FCC) seperti tembaga, aluminium, nikel dan baja-baja yang
mempunyai fasa austenit stabil seperti austenitic stainless steel.

Pada saat material tersebut kena beban pada temperatur rendah, material yang
bukan FCC akan mengalami patah getas, tetapi pada logam FCC tidak akan terjadi,
karena FCC mempunyai bidang geser yang banyak maka keuletan akan tetap stabil
walaupun pada temperatur rendah.

Fenomena patah getas ini bisa dicegah dengan pemilihan material yang mempunyai
struktur butir yang halus, dengan kandungan S yang sangat rendah, dan tidak
ada takikan.

Untuk menjawab apakah material DIN 1623 cocok tidak untuk temperature dibawah
-40C, Karena disini lab kami tak punya DIN, maka kami konversikan ke JIS yang
sama dengan DIN yaitu JIS G3141 maka komposisi kimianya adalah C 0.08-0.1%,
Mn 0.4-0.45%, P0.03% Max dan S 0.030% Max, termasuk kelompok baja kurang layak
untuk temperatur rendah.

Pengganti materialnya sebaiknya memakai material baja yang mengandung Nikel
dan paduan lainnya seperti Stainless steel atau sejenisnya.

Tanggapan 2 : (Agus Ibrahim – Petrosea)

Saya beberapa kali menemukan aplikasi "low temperature service" dengan

menggunakan material ferritic steel –> cost saving?
contohnya:
Pipa seamless: SA-333 Gr 6
Plate: SA-537 CL1/CL2

Untuk memberikan keyakinan biasanya akan dimintakan "Impact Test".

Tanggapan 3 : (Rudi S Rachmat – AIST Chubu,
Nagoya – Japan)

Untuk Pak Agus Ibrahim dan Rekan Yang lainnya.
Pernyataan yang ditulis oleh Pak Agus itu betul sekali SA-333 Gr6 adalah tahan
temperatur rendah karena mengandung C 0.19 %, Si 0.10 Max, Mn 0-29 – 1.06% P
dan S 0.025Max, Fungsi Mn dan Nikel sama yaitu penstabil gamma, berfungsi meningkatkan
keuletan. Kebetulan saya punya sampel material tersebut mikrostukturnya kecil-kecil
dan terdistribusi rata, juga S nya rendah tetapi untuk temperatur tidak sampai
-40C.

Tanggapan 4 : (Agus Rusmiaji – Pauwels Trafo
Asia)

Saat ini saya punya material dengan specification JIS G 3101 SS 400 dengan

komposisi material sbb;
C = 16%- 18%
SI = 1.0 %- 2.6%.
MN = 87.7% – 89.0%.
P = 1.2% – 1.3%.
S = 0.9% – 1.4 %.
AL = 4.3 % – 5.0 %.

Pertanyaan saya adalah apakah material dengan spec. diatas tahan terhadap suhu
– 40 deg.C.

Tanggapan 5 : (Handi Saswita – CONTINENTAL
STEEL PTE. LTD)

Saya ingin menjelaskan sedikit tentang JIS G3101 SS400. Spec jepang ini tidak
di test untuk segala macam temperatur, termasuk juga -40. So, there’s no guarantee
untuk tahan -40 derajat.

Sbenarnya standar di atas adalah standar untuk structural steel. Perusahaan
kami banyak berhubungan dengan structural steel, so, I know a bit info for this
particular spec.

Tanggapan 6 : (Ramzy S A – Radiant Utama)

Nambah informasi
Menurut handbook of comparative world steel standards kalau material JIS -G3101
grade SS330 (SS34) dan SS400(SS41) equal to ASTM A573 Gr. 58 dan Gr. 65 JIS-G3101
grade SS 490(SS50) dan grade 540 (SS55) equal to ASTM A588 Gr. A, dan Gr.B yang
penggunaannya ya itu kata mas Handi.