Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Juli 2003) ini membahas tentang specific gravity. Apakah ada faktor konversi ataukah ada rumus yang mengkorelasikan hubungan SG dengan beda temperatur tersebut ataukah malah perbedaan temperatur tersebut tidak berpengaruh? Atau ada buku/jurnal/artikel di internet yang mereferensikan hal ini?

Pertanyaan : (Irwin Irnandi – Teknik Fisika
ITB)

Saat ini saya sedang melakukan perhitungan orifice. Salah satu data yang diperlukan
untuk gas adalah specific gravity (SG). Nah, data SG yang ada yaitu SG pada
kondisi base (kondisi temperatur 0°C) sedangkan data SG yg dibutuhkan untuk
kalkulasi yaitu pada kondisi temperatur tertentu (temperaturnya berbeda dengan
kondisi base yah misalkan saja 34°C)

Yang ingin saya tanyakan apakah ada faktor konversi ataukah ada rumus yang
mengkorelasikan hubungan SG dengan beda temperatur tersebut ataukah malah perbedaan
temperatur tersebut tidak berpengaruh?

Atau ada buku/jurnal/artikel di internet yang mereferensikan hal ini?

Tanggapan 1 : (Slamet Suryanto – Pertamina)

Mas Irwin,
Untuk konversi SG ke temperatur tertentu dapat dicari di buku Perry’s Chemical
Engineer’s Handbook (anak T. Kimia biasanya punya). Di buku tersebut sudah ada
tabulasi konversi SG ke suhu tertentu. Kalaupun untuk material tertentu tidak
ada, disitu pun ada formulanya. Mudah-mudahan membantu.

Tanggapan 2 : (Ardian Nengkoda – Unocal)

Sharing Pak,
SG adalah rasio "density" dari solid atau liquid terhadap air pada
suhu 60°F. Hal ini juga dapat diasumsikan sebagai rasio density gas terhadap
udara kering (dry air) pada kondisi standard (70°F dan 14.7 Psi). Karena
merupakan "rasio" maka SG jadi tak berdimensi. Mengapa refer ke air
pada suhu 60°F atau udara pada kondisi standard (70°F dan 14.7 Psi)?
Agar perbandingannya (rasio) menjadi lebih mudah dan air atau udara kering ini
memiliki sifat yg universal. Sehingga betul Pak, SG ini sejatinya merupakan
fungsi dari P dan T.

Artinya jika SG Air adalah 1, maka suatu material yg SGnya <1 (kecil dari
1) menandakan material itu bersifat lebih ringan atau sebaliknya.

Pada kasus Bapak, yg ingin melakukan perhitungan orifice data dgn SG, karena
Bapak akan butuh data untuk menghitung "Flow". Dimana Flow (gas) =
Flow (air)/(SG)^1/2.

Meskipun operasi di T>70oF atu lebih kecil, setahu saya bisa dilakukan dgn
pendekatan T pada udara 70°F, 14.7 Psi (yg nilainya 1 tadi), sehingga pada
table SG beberapa gas bisa ditemukan dgn acuan yg sama terhadap udara (70°F,
14.7 Psi).

Ada alat instrument tersendiri yg mampu mengukur SG jauh lebih akurat (jika
tidak salah ada yg berprinsip pada radioactive adsorption). Sebaran angka SG
beberapa material (pada T dan P tertentu) biasanya tdk jauh dari: 0.01 dgn refer
air atau udara tadi. Mengutip kata2 Bapak: "perbedaan temperatur tersebut
tidak berpengaruh spesific".

Tanggapan 3 : (Novianto Fitriawan – Alstom
Power)

Mas Irwin,
Sebagai referensi bisa menggunakan pendekatan berikut :

1. Dengan menentukan density dari gas sebagai fungsi P dan T, selanjutnya SG
bisa dihitung sebagai ratio antara density gas dan udara (pada kondisi reference,
misal 68 °F, 14.7 psi).

Density = 144xP1 / RxT = MxP1 / 10.72xT = 2.70xP1xSG / T (lb / cuft)

dimana :
P1 = absolute pressure (lb/sq in)
R = individual gas constant = MR / M = 1544 / M
M = molecular weight
MR = universal gas constant = 1544
T = absolute temperature (Renkine) = 460 + t
t = temperature (Fahrenheit)

Density udara pada 68 °F, 14.7 psi : 0.07528 lb / cuft. M udara : 28.97.

2. Apabila sudah memiliki tabel density udara sbg fungsi P & T, SG gas
(pd P & T tertentu) ditentukan dari perkalian antara ratio density udara
(pd P & T tertentu) dan density udara dengan SG gas relative thd udara pada
kondisi reference.

Note : For perfect gas

Source : "Flow of fluids through valves, fitting and pipe", Crane,
p A8 – A11.