Select Page

Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Juni 2003) ini membahas tentang perhitungan wall thickness (WT) yang benar. Dalam proses perhitungan WT menggunakan ASME code, ada yang disebut ‘Design Factor’ yang nilainya berdasarkan pada location class (1 s/d 4), dimana factor ini digunakan sebagai safety factor akibat adanya bangunan dan aktifitas manusia di sekitar pipa tersebut, hal ini sangat cocok untuk onshore pipeline.

Pertanyaan : (Agus Wardiman – McDermott Indonesia)

Mohon penjelasan tentang perhitungan wall thickness (WT) yang benar. Dalam
proses perhitungan WT menggunakan ASME code, ada yang disebut "Design Factor"
yang nilainya berdasarkan pada location class (1 s/d 4), dimana factor ini digunakan
sebagai safety factor akibat adanya bangunan dan aktifitas manusia di sekitar
pipa tersebut, hal ini sangat cocok untuk onshore pipeline.

Ketika code tersebut di aplikasikan untuk offshore pipeline, maka dipakai location
class 1 untuk pipeline yang jauh dari platform dan class 3 untuk area sekitar
platform.

Yang membingungkan adalah dengan code yang sama, sebagian client minta location
class 3 hanya untuk riser dan tie-in spool saja, tapi sebagian minta location
class 3 sampai jarak 500 m dari platform. Adakah penjelasan yang lebih detail
di ASME mengenai hal ini?

Tanggapan 1 : (Negari Karunia – Surveyor Indonesia)

Untuk penentuan Class Location didalam Code memang hanya mencantumkan Minimum
Requirement, tetapi owner terkadang mempunyai pertimbangan lain dalam masalah
safety, sehingga mereka boleh mencantumkan safety factor (dalam hal ini adalah
Class location) sesuai dengan kriteria mereka.

Tanggapan 2 : (Rihlan Lumenda – McDermott Indonesia)

Bukankan di ASME B31.8 ada chapter VIII yg untuk design offshore pipeline?
Kalau nggak salah untuk offshore itu cuma ada dua design factor.

Tanggapan 3 : (Agus Wardiman – McDermott Indonesia)

Thanks pak Rihlan, memang di chapter VIII hanya dibedakan 2 design factor (pipeline
dan riser). Client yang minta location class 3 sampai 500 m dari riser hanya
menginginkan kondisi yang lebih aman bagi operator platformnya dan merefer kepada
ASME code yang lama (sebelum 1999).

Share This