Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Juli 2003) ini membahas mengenai Pig Leak Detection yang digunakan untuk mengetahui kebocoran pipa. Begaimana tingkat akurasinya jika dibandingkan dengan metode lainnya, serta apakah di Indonesia sudah ada yang meng ageni peralatan ini ???

Pertanyaan : (Sofyan Yusuf – Pertamina)

Saya ingin menyambung diskusi mengenai Pigging, tetapi mengenai jenis pig lainnya
yaitu Pig Leak Detection yang digunakan untuk mengetahui kebocoran pipa. Adakah
rekan-rekan milist yang mempunyai pengalaman dalam meng aplikasikan teknologi
ini ??? Mohon pencerahannya berkaitan dengan tingkat akurasinya jika dibandingkan
dengan metode lainnya, serta apakah di Indonesia sudah ada yang meng ageni peralatan
ini ???

Tanggapan 1 : (Eddie Candra – McDermott Indonesia)

Pak Sofyan,
Saya juga tertarik untuk tahu lebih lanjut kalau ada pig yang jenis ini, karena
setahu saya kebocoran kan diketahui waktu kita lakukan pressure test, kecuali
di pipanya ada lubang yang besar, misalnya diameter 5 cm. Bagaimana cara kerjanya
pak?

Tanggapan 2 : (Sofyan Yusuf – Pertamina)

Pak Eddie or Pak Candra, Peak Leak Detection biasanya digunakan untuk pipeline
(cross country pipeline) yang ditanam dibawah. Untuk pipeline yang panjang tsb,
untuk kebocoran yang sangat kecil, pada umumnya tidak dapat di deteksi oleh
Pressure Recorder karena keterbatasan akurasi peralatan, sehingga sering kali
kita mengetahui kebocoran pipa tetapi kebocoran tsb sdh cukup besar, atau minyak
sudah mencermari sumur atau sawah penduduk.

Selain Pig Leak Detection, ada juga metoda lain kalau tidak salah dengan menggunakan
gelombang suara (soundnes level) atau belum lama ini BATAN memperkenal dengan
meng injeksi cairan radioaktif (saya lupa nama teknisnya). Saya pernah mencoba
metoda dari BATAN ini, tapi rasanya hasilnya kurang akurat.

Di tempat saya bekerja sendiri belum pernah menggunakan alat tersebut, oleh
karena itu jika ada rekan-rekan lain yang pernah menggunakan peralatan Pig Leak
Detection tsb, mohon dapat berbagi informasi.

Tanggapan 3 : (Iwandana Soendoro – Conocophillips
Indonesia)

Untuk pertama kali mengetahui pipa kita bocor adalah adanya pressure drop atau
bubble pada pipa gas. Setelah ada problem seperti ini baru melakukan leak detection

Untuk Leak detection (offshore) biasanya meluncurkan ROV dengan alat acoustic
dengan pancaran gelombang untuk mencari dimana letak bocor tersebut hal ini
pernah di terapkan untuk mendeteksi leak pada pipa WNTS sepanjang 600 km dan
di ketemukan 5 kebocoran.

Kalau menggunakan Pig biasanya smart/ intelligent pig hanya untuk mengetahui
korosi atau penipisan diinding pipa saja.

Tanggapan 4 : (Ramzy S A – Radiant Utama)

Setahu saya ada juga product ICI yang dia sebut dengan ICI TRECERCO test, metodanya
seperti BATAN dengan mengunakan serbuk radiasi yang diluncurkan bersama aliran
flow di pipeline tersebut, dulu kantornya ada di jalan Kuningan Barat gedung
TIFA Man inchargenya Aslam Kalyubi telephonenya 5205438. Kalau mau tanya bisa
hubungan dengan dia mudah2an masih disana. Mereka memang spesial mengembangkan
teknologi leak detection untuk pipeline.

Tanggapan 5 : (Ardian Nengkoad – Unocal)

Pak, Setahu saya ada yg namanya "Gel Pig"?
Saya sendiri belum pernah nge-run ini. Tapi menurut All About Pigging (Jim Cordell
& H. Vanzant) gel pig ini dapat mengetahui adanya kebocoran di pipeline.
Gel pig ini berwarna kontras dari air laut, sehingga ketika ada lubang (pipa
bocor), maka cairan gelnya akan keluar ke permukaan dan memberikan tanda dimana
lokasi bocor.

Setahu saya yg paling susah memang menentukan keakuratan letak bocornya, apalagi
pipeline yg panjang-panjang. Teknologi yg umum dipakai lainnya adalah Ultrasound,
salah satunya produk H Rosen. Mereka claim bias mendetek lubang yang 0.1 lt./h.

Tanggapan 6 : (Agus Wardiman – McDermott Indonesia)

Pak Eddy, Pak Sofyan,
Sebetulnya semua smart/intelligence pig bisa mendeteksi leak pada pipeline karena
fungsi utama pig ini adalah untuk mengetahui adanya korosi pada pipa dengan
cara mengukur ketebalan pipa dengan gelombang ultra sonic yang datanya langsung
dikirim ke computer. Ketika pipa berlubang maka pig akan mendeteksi ketebalan
nol.

Jumlah pengambilan datanya umumnya diatas 120,000 data permeter panjang pipa.
Kalau misalnya pipa ukuran 16", maka luas permukaan pipa permeter panjang
adalah 1,200,000 mm2, artinya luas lubang 10 mm2 akan bisa dideteksi.

Ada beberapa perusahaan yang mengageni smart/intelligence pig diantaranya Corrpro
(kalau nggak salah). Mungkin teman-teman corrpro bisa share pengalaman karena
saya sendiri belum pernah pakai.

Tanggapan 7 : (Arifin – VICO Indonesia)

Smart pig biasanya digunakan untuk preventive maintenance bukan reactive maintenance.
Untuk mendeteksi leak pada pipeline, crew kami biasanya melakukan suatu survey
yang namanya Leak Detection Survey dan pekerjaan ini dilakukan manual dan rutin.

Fungsi smart pig, seperti yang Saya katakan di awal, lebih ke arah preventive.
Kegunaan smart pig bisa mendeteksi corrosion baik itu pitting ataupun general
corrosion, girth weld anomaly, crack, construction defect, manufacturing defect
(lamination) lengkap dengan lokasi, orientation dan besaran – besaran lainnya.
Ada dua prinsip dasar pengukuran yang dilakukan oleh smart pig yaitu Ultrasonic
dan yang lebih sering digunakan adalah Elektromagnetik. Saat ini pemain smart
pig hanya ada beberapa saja yaitu PII, ROSEN, BJ Nowsco dan satu perusahaan
Amerika yang baru didirikan tahun 2000 kemarin (Saya lupa namanya) dan satu
lagi vendor yaitu Tuboscope yang notabene sudah tidak digunakan lagi di VICO.
Masing-masing perusahaan ada kelebihan dan kekurangannya sehingga perlu ketelitian
dalam menentukan requirement apa yang dibutuhkan. PII saat ini diageni Trias
Jayaguna, ROSEN oleh Titis Sampurna, BJ NOWSCO oleh Kartika Pandu dan Tuboscope
saat ini diageni Lerindo.

Saya mempunyai alamat kontak person dari masing – masing perusahaan dan kalau
dibutuhkan bisa Saya japri.

Tanggapan 8 : (Ramzy S A – Radiant Utama)

Saya pernah baca majalahnya NACE itu transamerica pipeline diinspeksinya dengan
melakukan intelegent pig tetapi metoda yang digunakan adalah ultrasonic intelegent
pig dan dilakukan oleh Niigata Japan yang agen di Indonesianya adalah Permiko.

Metoda ultrsonic ini sangat akurat dan hasilnya quatitative bukan seperti yang
dilakukakan oleh PII, Rosen dsb yang hasilnya qualitative, hanya saja kelemahan
metoda Ultrasonic ini media pipelinenya harus liquid dan harga inspectionnya
2 kali dengan metoda MFL (Magnetic Flux Leakage). Anda bisa tanya dengan Permiko
bila berminat.

Tanggapan 9 : (Arifin – VICO Indonesia)

Pak Ramzy,
PII dan ROSEN juga mempunyai tool Ultrasonic seperti yang Bapak bicarakan, memang
betul bahwa Ultrasonic tool hanya dapat digunakan di pipeline dengan medium
liquid, namun PII saat ini sudah mengembangkan alat ultrasonic untuk pipeline
dengan medium gas dan yang jelas harganya lebih mahal lagi dari Ultrasonic biasa,
tapi Saya tidak tahu mengenai ROSEN. Hal mendasarkan ROSEN dengan PII adalah
ROSEN bisa membuat customized tool sesuai dengan keperluan Client selama proyek
yang diberikan Client menguntungkan. Detail informasi bisa mengunjungi website
masing-masing perusahaan yaitu:

PII (Group GE:
http://www.gepower.com/dhtml/pii/en_us/index.jsp

ROSEN:
http://www.roseninspection.net/

BJ Website:
http://www.bjservices.com/website/pps.nsf/InspectionServicesFrameset?openframeset

Tanggapan 10 : (AM Kadir – LUP BPPT)

Setahu saya selain dengan leak test (LUK serpong) juga dapat dilakukan dengan
peralatan georadar (TISDA BPPT).

Tanggapan 11 : (Sofyan Yusuf – Pertamina)

Pak Kadir, mungkin bisa bagi bagi ilmu kepada kita semua mengenai prinsip kerja
peralatan georadar yang dikembangkan oleh TISDA BPPT untuk mendeteksi kebocoran
jalur pipa yang ditanam dibawah tanah (underground pipe). Apakah metode ini
pernah di aplikasikan disini ??? Bagaimana hasilnya (tingkat akurasinya)??

Tanggapan 12 : (AM Kadir – LUP BPPT)

Yth Pak Sofyan Yusuf,
Prinsif kerja alat ini adalah hampir sama dengan alat ultrasonic (listrik).
Kalau georadar menggunakan geleombang electromagnetic sehingga semua kondisi
objek under surface kesegala arah dapat dideteksi. Hasil scaning (raw data :
gabungan beberapa data) di atas permukaan tanah dari objek kemudian diproses
untuk selanjutnya dipakai untuk menentukan kondisi objek yang sedang dideteksi.
(alat ini dapat juga dipakai untuk mentrace pipa dan menentukan posisi koordinat
dari permukaan tanah).

Mengenai akurasinya, tergantung dari costumernya karena biasanya yang penting
tahu dulu lokasinya secara global baru dilakukan rencana perbaikan. Peralatan
ini sudah sering dipakai di migas dan pertambangan.