Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Juli 2003) ini membahas mengenai refrigeration system. Adakah yang dapat memberikan informasi mengenai sistem dan mekanisme refrigeration itu?

Pertanyaan : (Bagus Purnomo)

Saya membutuhkan informasi mengenai refrigeration system. Mungkin ada yang
bisa membantu saya dengan memberikan informasi mengenai sistem dan mekanisme
refrigeration itu.

Tanggapan 1 : (Cahyo Hardo – PremierOil)

Pak Bagus,
Prinsip refrigerasi itu tentunya mirip2 siklus carnot yang terbalik (kalau tidak
salah yach). Bisa dibaca di pelbagai buku2 termodinamik klasik, seperti karangan
Van Ness, Intro to chem eng, thermodynamics, atau karangan Daubert, Chem. Eng.
Thermodynamics.

Sayangnya, di kampus dengan kenyataan, agak beda, terutama dari sisi pengoperasiannya,
serta pengendaliannya, termasuk tabiat unik-nya. Meskipun teoritis, falsafah
dasar dari buku kampus harusnya emang dipahami dulu, termasuk batasan operasi
dari refrijerasi, sebab ada proses pendinginan juga yang engga bisa pake prinsip
refrijerasi karena , misalnya berada di daerah dense-phase.

Saya punya manual refrijerasi plant kami, tetapi, sayang sekali engga punya
e-copynya. Jadi gimana yach?

Tanggapan 2 : (Budi Haryanto)

Buat Pak Bagus, mungkin saya bisa membantu sedikit pengetahuan tentang apa
yang bapak tanyakan. Sistem Refrigerasi itu ada beberapa macam diantaranya ;

  1. Sistem Kompresi Uap (Vapour Compression System). Aplikasi dari Sistem ini
    yang paling banyak digunakan seperti pada Refrigerator, Freezer, AC, Chiller,
    dsb. Media pendinginnya berupa refrigeran yang dulu biasa disebut freon dengan
    komponen utamanya berupa Kompresor, Kondensor, Alat Ekspansi , Evaporator dan
    Sistem kontrol.
  2. Sistem Absorbsi, Pada sistem ini sama seperti pada sistem kompresi uap, hanya
    saja menggunakan pasangan refrigeran seperti ammonia dan air. komponen utamanya
    berupa Generator, Absorber, Kondensor dan Evaporator.
  3. Sistem Air Cycle, Aplikasi sistem ini pada pesawat terbang.
  4. Sistem Thermoelektrik, sistem ini memanfaatkan cold sink pada suatu komponen
    elektronika jika dialiri arus listrik. kapasitasnya sangat kecil, aplikasinya
    pada box pendingin yg bisa dibawa kemana-mana atau pada kendaraan.
  5. Sistem Steam Jet
  6. Dll.

Untuk lebih jelasnya bapak bisa buka situs www. ashrae.com atau cari buku PRINCIPLES
OF REFRIGERATION karangan Roy J. Dossat

Tanggapan 3 : (Usmar)

Saudara Bagus WP.
Refrigeration system yang umun digunakan pada industri, khususnya industri gas,
biasanya pendinginan tersebut ditujukan untuk mengkondensasikan sebagian gas
agar diperoleh gas dengan spesifikasi tertentu. Misalnya untuk transportasi
(piping) gas dengan jarak jauh apalagi lewat dasar laut, diperlukan spesifikasi
gas yang tidak mudah mengembun dipertengahan jalan sehingga tidak merubah spec
begitu sampai ditempat tujuan, ditambah lagi pipanya tidak cepat kotor sehingga
mengurangi aktivitas piging.

Proses refigerasi di industri tak jauh berbeda dengan proses pendinginan yang
ada pada kulkas atau AC di rumah kita, hanya berbeda pada skala dan proses saja.
Refrigerant diakumulasikan pada Akumulator kemudian dilewatkan pada Filter untuk
dihilangkan kotorannya, selanjutnya refrigerant dilewatkan pada Chiller, di
sini terjadi kontak secara tidak langsung antara refrigerant dengan gas yang
akan didinginkan lewat shell and tube dimana refrigerant akan menguap karena
menyerap kalor dari gas, sebaliknya gas akan melepas kalor, kemudian gas dilewatkan
pada Low Temperature Separator (LTS) untuk dipisahkan antara gas dan condensatnya.
Di sini gas sudah memenuhi spesifikasi yang ada, biasanya ditentukan dengan
parameter Dew Point dan Moisture Content. Sementara refrigerant yang menguap
dikompressikan pada kompressor yang menggunakan pelumas oil, selanjutnya dilewatkan
pada oil Separator untuk memisahkan oil dengan refrigerant vapour, kemudian
refrigerant vapour dikondensasikan pada Condenser. Refrigerant hasil kondensasi
disimpan pada akumulator yang selanjutnya dipakai lagi untuk proses.