Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Juli 2003) ini membahas mengenai kekuatan kabel listrik untuk masing-masing diameter.


Pertanyaan :
(Surya Sudana – ConocoPhillips Indonesia)

Mohon informasi kepada bapak/ibu dari ‘masyarakat kelistrikan’ tentang kekuatan kabel listrik untuk masing-masing diameter (i.e 2.5 mm………> ….Watt – … Watt; 4.0 mm ………> …Watt – ….Watt etc…etc…)


Tanggapan 1 :
(Supartono)

Pak Surya,
Untuk mengetahui size kabel berapa yang sesuai untuk tiap2 kapasitas beban,
harus mempertimbangkan beberapa hal, antara lain:

  1. Rated Voltage
  2. Cable installation (underground or above ground)
  3. Maximum Voltage drop yang di perbolehkan.
  4. Overall derating factor

Untuk rumus perhitungan berdasarkan pada voltage drop yang di perbolehkan,
adalah:

Vd = {Sqrt (3) x I (R Cos Phi + X Sin Phi) x L / (Vs)} x 100% ( Untuk
beban 3 Phase)

Dimana:
Vd = Voltage drop (%)
I = Full load current (A)
R =Resistance dari kabel (Ohm/Km)
X = Reactance dari kabel (Ohm/Km)
Cos Phi = Power factor
L = Maximum panjang kabel (Km)>
Vs = System voltage (V)

Data kabel dapat dilihat dari katalog vendor.
Untuk beban motor ada multiplying factor 125% dari full load current berdasarkan NEC 430.22

Contoh:
Dengan data voltage 480V,60Hz,3Ph,maximum voltage drop yang di perbolehkan 3%, derating factor 0.7 maka untuk size kabel 3C-4mm2 bisa sampai 11 kW,
3C-6mm2 bisa sampai 15 kW, dst..


Tanggapan 2 :
(Djayaputra Kunarta – Halliburton)

Pak Supartono dan Pak Surya,
Kalo dari pertanyaannya, kekuatan masing-masing cable, mungkin maksudnya
Current carrying capacity dari masing-masing diameter Pak Surya boleh lihat Catalog dari Cable product dalam negeri seperti Supreme, Kabelindo dll atau kabel luar/import seperti Pirelli, Kuk Dong (Korea). Jangan lupa masing-masing project refer ke standard yang boleh berbeda, IEC(Europe) atau NEC/NEMA (American).