Kira-kira metode apa yang bisa kita gunakan untuk mengukur level storage tank minyak dan juga alat2 apa yang biasa digunakan untuk mengukurnya? Kira-kira metode apa yang bisa kita gunakan untuk mengukur tekanan dan temperatur dasar sumur untuk minyak dan juga alat2 apa yang biasa digunakan untuk mengukurnya…


Pertanyaan :
(Lena)

  1. Kira-kira metode apa yang bisa kita gunakan untuk mengukur level storage tank minyak dan juga alat2 apa yang biasa digunakan untuk mengukurnya?
  2. Kira-kira metode apa yang bisa kita gunakan untuk mengukur tekanan dan temperatur dasar sumur untuk minyak dan juga alat2 apa yang biasa digunakan untuk mengukurnya…


Tanggapan 1 :
(Encep Yuna Permana – PT.Yokogawa Indonesia)

  1. Metodanya bisa dengan menggunakan Magnetic Level Gauge, Level Switch, system Ultrasonic, dispalecer Rpelacer dll. Adapun alatnya atau brandnya yang bisa mengukur Level tsb yaitu dengan SAAB Tank RADAR, VEGA radar, TITAN MAgtech atau SE-Magtech, dll tergantung aplikasinya, karena dalam suatu pengukuran di tangki ada yang hanya ingin mendeteksi sebatas levelnya saja, ada juga yang ingin mengetahui detailed antara batas minyak dengan batas air, sehingga antara minyak dan air bisa di ukur secara masing-masing, semua ini tergantung keinginan dan keperluan dari suatu produksi.
  2. Untuk mengukur tekanan bisa juga dengan Differsiantial Pressure Transmitter / Pressure Transmitter, atau dengan Flow Recorder atau Chart Recorder dimana bisa mengetahui Pressure Statis dan dinamis sekaligus dengan Temperature’nya. Karena dengan alat ukur ini bisa dilakukan satu kali pengukuran dapat mendeteksi sampai 3 parameter(yaitu Statis, dinamis dan temperature, tergantung dari pemakaian PEN’nya ada yang 2 dan ada juga yang 3 PEN (included Temp.). Yang jelas bagaimanapun juga tergantung dari aplikasi yang dinginkan oleh usernya. Tapi bisanya untuk lebih akurat mesti diukur juga temperaturnya. hasil pengukuran dan datanya bisa kita lihat langsung di chart tsb, karena pen tsb. fungsinya mencatat setiap pengukuran yang terjadi selama SUMUR minyak production. Untuk alat yang lebih canggih bisa juga digunakan dengan model Flow Computer, alat ini akan lebih datailed dan completed system pungukurannya, dalam artian lebih dari 3 input pengkuran. Alat ini bisa me’refer ke brand YOKOGAWA, FLOBOSS, BARTON dll.


Tanggapan 2 :
(Agung Djatmiko – ConocoPhillips)

Untuk nomer 2, pengukuran Pressure & Temperature di dasar sumur, memang perlu dipasang sensor yang ditaruh langsung di dasar sumur (downhole). Baru sinyal pengukuran ditransmit ke surface facility.

Yang dimaksud Bapak Encep itu pengukuran tekanan di surface facility.


Tanggapan 3 :
(Doddy Samperuru – Sclumberger)

Saya coba jawab pertanyan no 2.
Untuk mengetahui kondisi dasar sumur (baik minyak maupun gas, sering disebut downhole monitoring) ada banyak metode yg dapat digunakan. Alat sensornya umum dinamakan downhole gauge. Downhole gauge ini ada yg permanen di simpan dalam sumur, data ditransmisikan lewat kabel ke permukaan secara real-time. Ada downhole gauge yg dimasukan ke dalam sumur memakai tali baja (slick line), tubing, drillpipe ataupun coiled tubing. Downhole gauge lalu mengukur beberapa properti sumur yg diinginkan (umumnya tekanan & temperatur) selama beberapa waktu & merekamnya dalam memori internalnya. Lalu downhole gauge ini ditarik kembali ke permukaan & data dapat didownload untuk dianalisis. Kalau menggunakan wireline (tali baja yg di dalamnya ada kabel eletrik), downhole gauge ini dapat mengirimkan data ke permukaan secara real-time.

Dalam operasi logging, data tekanan & temperatur di bagian manapun di dalam
sumur dapat diketahui secara real-time. Ada juga downhole gauge yg sudah diintegrasikan dgn ESP (electrical submersible pump) & data dapat diketahui juga secara real-time. Baca: http://www.slb.com/oilfield/index.cfm?id=id1169251.
Pada saat pemboran sumur, kondisi sumur pun dapat diketahui secara
real-time dgn metode LWD (Logging-While-Drilling) dan/atau MWD (Measurements-While-Drilling).

Bacaan lebih lengkap tentang downhole monitoring:
http://www.slb.com/Hub/index.cfm?id=id385047
http://www.slb.com/Hub/index.cfm?id=id251820
http://www.slb.com/oilfield/index.cfm?id=id1169251 (menggunakan teknologi fiber-optic)
http://www.slb.com/Hub/index.cfm?id=id509310


Tanggapan 4 :
(Encep Yuna Permana – PT.Yokogawa Indonesia)

Oya…makasih Pak Djatmiko atas inputnya, memang untuk yang nomer.2 saya maksudkan untuk surface facility, karena Instrument surface facility memang hanya me’record data dan mengirimkan data/ sinyal jika dihubungkan dengan PLC, sehingga operator bisa melihat data tsb. melalaui PC. Tapi jika tidak terhubung dengan PLC maka operator harus melihat data dan mencatat data kelapangan.

Jika saya lihat ada masukan juga dari Pak Doddy, terutama untuk daerah downhole yang lebih detailed, sehingga akan lebih lengkap informasi dan data untuk Ms. Lina,
karena informasinya menyangkut tentang Downhole secara rinci.