Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Juli 2003) ini membahas seputar jenis minyak goreng. Mana lebih bagus dikonsumsi untuk low kolestrol antara Minyak Jagung dan Minyak Bunga Matahari? Apakah betul minyak sawit tinggi kolestrolnya?


Pertanyaan :
(Mohd. INC – RasGas Al-khor Community)

Saya ingin bertanya tentang Minyak Goreng.

Minyak jagung, minyak goreng yang berasal dari jagung.
Minyak matahari, minyak goreng yang berasal dari bunga matahari.
Minyak sawit, minyak goreng yang berasal dari sawit.

  1. Mana lebih bagus dikonsumsi untuk low kolestrol antara Minyak Jagung dan Minyak Bunga Matahari ?

    Malaysia dan Indonesia adalah produsen Kelapa Sawit. Tapi minyak sawit yang di Doha, state of Qatar adalah buatan Singapore. Pada musim di dingin minyak sawit ini pada beku (tapi minyak jagung dan minyak matahari tetap cair). Maka secara sederhana saya menganggap minyak sawit tentu tinggi kandungan kolestrolnya. Sehingga kalau banyak mengkonsumsi minyak sawit, jika musim dingin maka darah yang tinggi kandungan kolestrolnya tentu akan membeku juga tentu berakibat fatal pada kesehatan.

  2. Berdasarkan statement diatas, apakah betul minyak sawit tinggi kolestrolnya ?

Note:

Di supermarket pada musim dingin maka akan terlihat:
Minyak jagung dan minyak matahari tetap cair, sementara
Minyak sawit telah berubah warna seperti susu karena telah membeku.


Tanggapan 1 :
(Achmad N Hidayat – Nawapanca)

Beberapa hal berikut mungkin bisa dijadikan referensi:

  1. Minyak bunga matahari lebih baik dari Minyak Jagung.
    Minyak jagung dan minyak kedelai relatif tidak jauh berbeda dalam kandungan kolesterol (Low). Bahkan bisa mengurangi kandungan kolesterol dalam darah.
    Betul, cara termudah melihat kandungan kolesterol adalah melalui pendinginan.
    Kolesterol dalam hal ini diwakili oleh Asam Lemak Jenuh (SFA, Saturated Fatty Acid), akan mulai membeku pada kisaran 18C kebawah). Itulah mengapa dimunculkan iklan, minyak tidak membeku jika dimasukkan ke kulkas adalah minyak yang baik.

  2. Betul, kolesterol-nya tinggi, tetapi tidak bisa dipukul rata Pak, tergantung proses purifikasi-nya. Ada juga kok, produk minyak goreng kelapa sawit yang bagus, setelah melalui beberapa kali purifikasi. Yang lebih tinggi lagi kolesterolnya adalah minyak kelapa.
  3. Sedikit lebih jauh, dasar pertimbangan tingkat kolesterol berdasaran kandungan senyawa berikut:
    • Asam Lemak Jenuh (SFA, High Kolesterol)
    • Asam Lemak Tidak Jenuh tunggal /Mono Unsaturated (MUFA, Medium Kolesterol)
    • Asam Lemak Tidak Jenuh ganda/Poly Unsaturated (PUFA, Low Kolesterol)
      Kebawah makin susah pula dibekukan…
  4. Makanya untuk daerah yang mengalami musim dingin, dianjurkan untuk tidak banyak mengkonsumsi minyak kelapa sawit. Kecuali dikombinasikan dg olah raga teratur. Soalnya semakin tinggi kolesterol, makin enak hasil gorengannya…

Meskipun sekilas, semoga bermanfaat.


Tanggapan 2 :
(Maryani Suwarno)

Perlu diperhatikan, bahwa dalam semua bahan nabati tidak ada kandungan kolestrol.. yang ada adalah phytosterol.

Mengenai lemak sawit yang menjadi padat saat suhu menurun, buakn dikarenakan perbedaan kandungan kolesterol, perbedaan kandungan asam lemaknya. saturated=asam lemak jenuh. unsaturated=asam lemak tak jenuh.
Physically, saturated oil and unsaturated oil are very different. Saturated oil is solid when stored in room temperature, whereas unsaturated oil is liquid. However, there is no cooking oil in the market that is made of 100% saturated fat or unsaturated fat solely. All cooking oils consist of a combination between saturated and unsaturated fat. These composition differences will determine the oils’ properties. The higher the percentage of saturated fatty acids, the more saturated the oil is.

Namun…. saturated fatty acid yang dikonsumsi tubuh kita, akan dikonversi menjadi cholesterol melalui metabolisme lemak. jadi walaupun minyak goreng nabati yang kita konsumsi tidak mengandung kolesterol, namun dengan kandungan asam lemak jenuh (saturated fatty acid) akan meningkatkan kadar kolesterol darah.

Minyak sawit secara kandungan kimia memang labih banyak mengandung asam lemak jenuh dibanding minyak kedelai, minyak matahari dan minyak jagung.

Mungkin hanya itu yang dapat saya bantu, sorry kalo ada yg salah. thanks….