Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Juli 2003) ini membahas mengenai perbedaan kapasitas kompresi kompresor. Apakan kompresor aksial lebih bagus dibandingkan sentrifugal? Apakah penggunaan kompresor sentrifugal dibandingkan aksial lebih dikarenakan alasan harganya lebih murah atau ada alasan yg lain?


Pertanyaan :
Pertanyaan : (Sugeng Waluyo)

Dulu saya pernah dapat pelajaran tentang Kompresor dan Turbin Gas. Seingat saya kapasitas kompresi kompresor aksial lebih bagus dibandingkan sentrifugal, bener engga Pak? Kalo salah penjelasannya bagaimana?

Apakah penggunaan kompresor sentrifugal dibanding aksial lebih dikarenakan alasan harganya lebih murah atau ada alasan yg lain?


Tanggapan 1 :
(Gunawan Siregar – Rekayasa)

Seingat saya Axial Compressor dipakai untuk aplikasi High Flowrates but ( relative ) Lower Pressure ; sedangkan Centrifugal Compressor untuk aplikasi High ompression Ratio with Lower Flowrates. Untuk Very High Compression Ratio, baru dipakai Reciprocating Compressor.


Tanggapan 2 :
(Sugeng Waluyo)

Dear Pak Gunawan,
Saya baru baca buku ‘Plant Equipment Reference Guide’ punya Robert C. Rosaler dkk. Disitu dikatakan bahwa karakteristik dasar dari kompresor sentrifugal adalah
‘high volumetric flow rates’.

Kalau saya hubungkan dengan axial kompresor yg (selalu) digunakan pada mesin jet modern rasa-rasanya kok masuk akal. Kalau lagi terbang kan flow ratenya tertolong oleh kecepatan awal relatif yg dimiliki gas itu sendiri (akibat kecepatan pesawat). Jadi tidak perlu repot2 lagi mendesain dengan karakteristik flow rate yg tinggi.

Tapi itu baru ‘masuk akal’nya saya, Pak, belum secara teknis. Mohon penjelasan secara teknis kalau sekiranya Bapak , atau Rekan2 yg lain mengetahui.


Tanggapan 3 :
(Gunawan Siregar – Rekayasa)

Dear Pak Sugeng,
Berikut ini adalah contoh untuk pemilihan compressor dari salah satu MFG . Dari tabel dibawah dapat dilihat bahwa untuk Axial , Flowrates Qv > 25,000 ACFM (Actual Cubic Feet Per Minute) ; sedangkan untuk Centrifugal, Flowrates Qv = 21,000 sampai 150,000 ACFM. Waktu kami bertugas di Arun LNG, kami mendapat kesempatan kursus intensif dari salah seorang ‘mbahnya’ Compressor yaitu William ( Bill ) Forsthoffer. Beliau banyak memberikan kursus mengenai ‘Design, Selection, Calculations, Operation and Maintenance of Compressors. Kebetulan di kilang Arun LNG relatif banyak dipakai kompressor dari berbagai merk. Untuk Centrifugal Compressor di Inlet Facilities dipakai merk Kawasaki, untuk Fuel Gas dipakai merk Mitsui , untuk Propane dan MCR Compresors dipakai merk Elliot,
Boil-Off Gas Compressor merk Demag . Di QLNG dipakai merk Dresser untuk
Off-Gas Compressor dan Nuovo-Pignone untuk yang lainnya. Axial Compressor dipakai untuk General Electric Gas Turbine dengan kompressor dari Hitachi. Untuk pesawat terbang yang rekan Sugeng berikan, seingat saya itu termasuk Aero-Derivative Axial Compressor.


Tanggapan 4 :
(Darmawan Ahmad M – VICO Indonesia)

Menurut saya pematokan kompressor atas dasar rate (apalagi ACFM yang tidak standar, tergantung kondisi gas) tidak ‘zakelijk’ (bukan harga mati). Ratio kompressi juga bisa membantu banyak dalam dalam penggolongan ini, namun sekali lagi jangan terkotak kotak dengan penggolongan.

Unsur yang penting buat pemilihan kompressor adalah (jika itu turbin) PT (berapa %
untuk normal load) dan berapa HP driver ini (informasi saja: Solar turbine mampu
mengembangkan turbine terbaru yang bisa menggerakkan kompressor dengan ratio kompresi hingga 7 dalam 2 tahun ke depan), berpa PG nya (% dan HPnya untuk normal load) berapa T discharge (sebagaimana diperikan oleh Apriandy). Juga penting kiranya aspek maintenance, availability, durability dan harga.

Saya jadi teringat dengan tabel di GPSA dimana wilayah kerja jenis jenis kompressor sebagian besar malah bersinggungan.


Tanggapan 5 :
(Moh. Idrus NC)

Pak Gunawan,
Senang bisa membaca ulasan ttg Pemilihan compressor. Itu tentang William (Bill) Forsthoffer (OOT) beliau itu pernah mengatakan effisiensi vs vibrasi sebuah compressor yang berbanding terbalik.

Ceritanya sbb: lagi ini OOT.
Beliau pada saat itu sedang mendesign sebuah compressor dengan objective
HIGH EFFISIENCY. Setelah selesai dirancang dan dibangun maka compressor
tersebut di start.

Boss beliau dan kolega pada kagum semua, karena ternyata compressor tersebut memang tercapai objective-nya yaitu HIGH EFFISIENCY (berapa angka pastinya saya kurang tahu). Pada saat itu semua pada gembira. Tapi kegembiraan
tersebut tidak berlangsung lama, karena kemudian didapati HIGH VIBRASI.


Tanggapan 6 :
(Cahyo Hardo – PremierOil)

Kalau recip compressor itu, setahu saya, cara untuk menaikkan kapasitasnya adalah dengan menaikkan suction-pressure-nya. Tentu saja seberapa tinggi suction-nya, biasanya dibatasi oleh PSHH dan flare valve. Itulah sebabnya (setahu saya looh), PSHH di suction recip compressor , salah satu kriterianya adalah energy requirement untuk kompresor. Sebab kalau tidak dia bisa overload (?)

Lalu, cara lainnya adalah dengan memperkecil ruang di daerah bottle/pulsation dampener (saya lupa namanya, adjustable apa gituh…biasanya ada katup putarnya). Karena pengecilan ruang itu, maka waktu tinggal gas di komp. recip jadi berkurang, sehingga kapasitasnya naik(?) Benarkah?

Adakah cara lain?