Kenapa vessel bisa kempot? Banyak lesson learned yg telah diambil..dan improvement sudah dilakukan. Tapi pertanyaan yg belum terjawab adalah : sebetulnya vessel itu mengalami vacuum hingga minus berapa sih ? Hingga bisa kempot / deflect seperti itu?


Pertanyaan :
(Lucky Soemawisastra)

Ada vessel (gambar terlampir) yg berfungsi sebagai cyclofilter untuk closed loop solid conveying system. Kalau menurut spec vessel itu design-nya 1 barg, dan operating pressure-nya 0.1 barg.
ketebalan shell = 3.58 mm
ketebalan head = 4.69 mm
ketebalan cone = 3.76 mm
semuanya adalah SUS304.

Kenapa bisa kempot? Banyak lesson learned yg telah diambil..dan improvement sudah kami lakukan. Tapi pertanyaan yg belum terjawab adalah : sebetulnya vessel itu mengalami vacuum hingga minus berapa sih ?, hingga bisa kempot / deflect seperti itu…(Spesifikasi terlampir di ‘gb-3.gif’). Tidak ada satu pun indikator dari plant information system / data logger yg bisa digunakan sebagai acuan yg dpt dipercaya.Nah… akhirnya kami coba hitung berdasarkan ASME VIII UG28. ketemu bahwa kira-kira vessel tersebut terkena vacuum hingga – 0.042 barg.

Oleh karena itu, mohon bantuan dari rekan-rekan disini… apakah angka – 0.042 barg itu sudah mewakili atau kurang tepat…, Angka tersebut akan dipakai sebagai acuan kami untuk melakukan modifikasi dengan penambahan stiffener.


Tanggapan 1 :
(Ilham B. Santoso)

Kalau tidak salah lihat digambar terlampir tidak terlihat dimensi diameter vessel. Dari gambar tsb saya perkirakan diameter vessel sekitar 2200 mm atau 87 inci. Dari dimensi itu memang vessel tidak cukup kaku untuk tekanan vakum sekitar -0.045 bar.

Biasanya pada vessel jenis ini tedapat katup yang harus dibuka ke atmosfir sebelum dilakukan draining vessel (breather valve). Terjadinya vessel kempot biasanya akibat kesalahan prosedur draining, draining yang terlalu cepat ataupun terlewat membuka breather valve.

Perbaikan disain dapat dengan memasang stiffener ring atau memasang vacuum relief valve.


Tanggapan 2 :
(Sutrisno –PT Sofresid)

Saya jadi ingat, dulu pernah mendapatkan picture kejadian sejenis/typical pada sebuah ground storage tank, kalo nggak salah dengan diameter 24-meter.
Kejadiannya pada saat dilakukan draining-out water setelah hydrotest.

Pada saat process draining-out, breather vent tersumbat oleh plastic cover di bagian roof. Kalo gak salah juga, ada investigasi kemungkinan terlalu kecilnya design dari brether vent.

Akibatnya, beberapa section bawah tank, sekitar foundation terangkat sehingga tank menjadi kelihatan miring, dan beberapa section ada juga nggak kempot.
Saya nggak tahu, apakah dengan ukuran yang berbeda ini, akan terjadi ‘kempot’ pada pressure (negative) yang sama? Apakah material, design construction juga berpengaruh?


Tanggapan 3 :
(Sugeng Waluyo)

Dear Pak Trisno,
Tentu saja desain konstruksi memegang salah satu peranan penting, Pak. Setahu saya untuk thin wall structure seperti vessel kekakuan lentur dindingnya sangat rendah . Sehingga dalam kasus ini , pressure negative, vessel sangat kritis terhadap beban dari luar dan dalam arah ketebalannya. Apalagi thin wallnya berbentuk shell (curved).

Untuk memperkuat model struktur seperti ini, prinsip utamanya adalah menambah kekakuan lenturnya yaitu memasang penguat (stiffener) baik arah melingkar maupun memanjang. Sehingga luasan area berdinding tipis yg menanggung beban menjadi lebih kecil. Sama seperti prinsip, semakin pendek batang akan semakin kecil defleksinya pada konfigurasi beban dan kondisi batas yg sama.

Yang jadi pertanyaan, apakah cost untuk pemasangan stiffener lebih murah dibandingkan dengan menambah ketebalan?