Saya pernah mendengar kalau ada ballast yang bisa menghemat pemakaian lampu sampAi 50%, benar gak…??? Kebetulan, saya bekerja di perusahaan garment yang harus memakai banyak lampu TL, kira2 ada gak sih, alat yang bisa membantu untuk mengurangi biaya listrik…??? Ada lagi alat yang namanya energy saver, itu benar2 bisa menghemat gak…??? Mungkin ada yang perusahaannya pernah menggunakannya dan berhasil

Pertanyaan : (Lena)

Mungkin ada yang bisa memberi pencerahan buat saya, kantor saya saat ini sedang
dalam penghematan, termasuk salah satunya adalah mengurangi biaya listrik…kita
sudah memakai capacitor bank, tapi secara keseluruhan belum bisa menghemat…
Saya pernah mendengar kalau ada ballast yang bisa menghemat pemakaian lampu
sampAi 50%, benar gak…??? Kebetulan, saya bekerja di perusahaan garment yang
harus memakai banyak lampu TL, kira2 ada gak sih, alat yang bisa membantu untuk
mengurangi biaya listrik…??? Ada lagi alat yang namanya energy saver, itu
benar2 bisa menghemat gak…??? Mungkin ada yang perusahaannya pernah menggunakannya
dan berhasil, bisa kasih pencerahan ke saya, sebelumnya terima kasih lho…

Tanggapan 1 : (Ramzy SA – Radiant Utama)

Mba Lena,
Saya pernah ikut audit 14001 di Hitachi – Ibaragi Jepang, dan saya sangat surprise
dengan cara mereka melakukan efisiensi yang secara cost cukup besar penghematannya.

Cara mereka mengurangi adalah sangat simpel yaitu dengan slogan dikampanyekan
dan diimplementasikan dengan baik.

Sistem penerangan dipabrik dan kantornya sama dengan kebanyakan kita menggunakan
lampu jenis TL, tetapi apa yang mereka lakukan adalah setiap lampu dipasang
tali saklar, jadi mereka hanya menyalakan lampu ditempat yang diperlukan saja
dan sistem saklar di re-design sedemikian rupa dimana kalau waktu istirahat
hanya lampu sekedarnya saja yang menyala, computer bila akan ditinggal lebih
dari 1/4 jam harus dimatikan, artinya engga ada tuh diwaktu istirahat computer
ada yang nyala, lampu ditoilet kalau kosong yang off engga nyala terus bahkan
efisiensi lain adalah interoffice memo dan seluruh hard copy file harus menggunakan
kertas "bekas" yang sebelahnya sudah ada isinya.

Itu untuk pabrik yang kaliber dunia, jadi mba Lena dikantorku juga mau menerapkan
program efisiensi pake alat segala macem tapi kalau mentalnya engga berubah
sulit tuh.

Tanggapan 2 : (Jay – PT Pantja Motor – ISUZU)

Saya urun rembug di forum ini.
Di Pabrik kami juga sedang dilakukan program efisensi disegala sektor termasuk
juga listrik. Memang disebagian tempat dengan slogan sudah cukup untuk mengurangi
pemakaian listrik dan hal ini tergantung dari individu masing – masing. Memang
kalo di Jepang hal ini bisa sangat efektif sekali karena masalah disiplin sudah
sangat membudaya sekali.
Kalo masalah peralatan kemaren kita juga sedang membahas dengan bagian electrical.
Ditempat kami pun sudah Capasitor Bank, Setelah dilakukan analisa pemakaian
listrik melalui tagihan dari PLN dibeberapa bulan memang memenuhi, namun disisi
lain kita juga harus memperhatikan kapasitas dari Capasitor Bank apakah sudah
cukup ato belum dan juga memperhatikan faktor dari Capar ( Kilo volt ampere
reaktif ) yg timbul karena idle pemakai listrik kita. Jadi banyak hal yg harus
dipertimbangkan dengan suatu analisa dari pemakaian listrik itu sendiri dan
hal ini yg pasti orang Electrical yg lebih tau.

Ditempat kami sampai dianalisa untuk dilakukannya improvement di jalur produksi,
misalnya dengan meng – common use kan pemakaian oven dll. Mungkin dapat juga
dilakukan pemberian Timer pada peralatan yg menggunakan listrik, dimana pengontrol
pemakaian / setting dilakukan oleh Autorized person. Ini juga mampu mengurangi
pemakaian listrik seperti halnya yg sudah dilakukan rekan kami dari Astra.

Mungkin ada coment dari rekan – rekan yg lebih ahli masalah electrical?

Tanggapan 3 : (Mesra Eka Putra)

Mbak Lena ….
Untuk masalah pengurangan pemakaian listrik munurut saya ada beberapa aspek:

  1. Improve dari segi Tool and equipment
    contohnya dengan pemasangan capasitor bank ( bagus untuk lampu TL ) untuk pengurangan
    beban pakai
  2. Meningkatkan kesadaran pemakai listrik itu sendiri.
    contohnya dengan membuatkan spanduk atau semacam panpletlah yang bisa menumbuhkan
    sifat hemat listrik bagi pemakai
  3. Improvement dari segi pemasangan lampu untuk satu production atau ruangan
    contohnya melakukan pengukuran pencahayaan untuk suatu ruangan Luasnya berapa
    ? cahaya yang dibutuhkan berapa ? dari sini akan ada hasil akhir lampu TL yang
    dipakai bagusnya sekian unit berarti nggak ada pemborosan.
  4. Membuat suatu standarisasi didalam perusahaan
    contohnya Hari libur atau off semua equipment ( M/C, Lampu, AC, Computer, etc
    ) kondisi off kecuali yang nggak bisa di matikan ini mungkin bisa koordinasi
    dengan facility atau dengan maintenance
  5. Melakukan cek hasil countermeasure ( evaluasi )
    contohnya seminggu sekali adakan evaluasi untuk mengetahui adanya penurunan
    listrik yang dipakai dengan action yang telah diambil ( efektif atau tidak )

Tanggapan 4 : (Asep Saepudin)

Saya ingin menambahkan b’Lena,
Menurut saya sebenarnya kalau penambahan alat yang langsung dapat menghemat
listrik itu gak ada ….kapasitor bank fungsi utamanya adalah untuk memperbaiki
factor daya sehingga jaringan listrik kita bisa berkerja lebih optimal dan kita
akan terhindar denda kVAR dari PLN jika PF di bawah 0.85.

Satu-satu cara yg mungkin dilakukan untuk menghemat listrik selain cara yang
diungkapkan p’Ramzy tadi adalah dengan mengganti peralatan listrik yang kita
pakai dengan alat2 yang hemat energy, misalnya:
– pergunakan lampu hemat energy atau ganti balast magnetik yang ada dengan yang
electronik sehingga konsumsi dayanya lebih rendah.
– pergunakan motor2 listrik dengan motor efesiensi tinggi.

Mengenai ketersediaan alat2 listrik hemat energy ini mungkin bisa langsung
ditanyakan ke vendor yang bersangkutan.

Tanggapan 5 : (Chormen – Adirai Top Consultant)

Yth. Ibu Lena,
Kami sangat menyarankan agar perusahaan ibu menerapkan ISO 14001:1996, yang
apabila kita terapkan dengan baik banyak hal yang bisa dihemat, misalnya energy
saving, maupun sumber daya yang lain seperti pemakaian alat tulis, air, dsb.

Kami akan sangat senang apabila dapat diberikan kesempatan untuk berdiskusi
dengan ibu untuk penerapan program tersebut.

Tanggapan 6 : (Hernesto Quardino – McDermott
Indonesia)

Mbak lena…kalau boleh saya menambahkan…
1. Penggunaan Reflektor pada lampu TL.
Kita bisa menggunakan lampu TL yang ‘body’ nya mempunyai reflektor.
2. Kalau nggak salah ada perush. yang menjual lampu TL yang watt nya kecil,
tetapi terangnya sama dengan lampu TL biasa.
Nama merk lampu TL tsb…"SILVANIA" (harganya lebih mahal dari lampu
TL biasa).

Tanggapan 7 : (Errich – Hitachi)

Pak Ramzy,
Maaf sedikit koreksi, mungkin salah ketik, bukan ibaragi tetapi ibaraki. Menurut
pengalaman saya yang kebetulan pernah tugas di Jepang, memang betul apa yang
dikatakan Pak Ramzy. Sedikit tambahan, untuk Air Conditioner (AC) pada musim
panas, ada jadwal hidup sekitar jam 8.00 (atau sekitar 15 menit sebelum jam
kerja dimulai) dan jadwal mati sekitar pukul 7.00 malam.

Walaupun ada yang lembur sampai jam 11.00, terpaksa harus rela berpanas-panas
ria. Demikian pula pada musim dingin, jadwal untuk pemanas ruangan hidup sekitar
jam 7.00 dan jadwal mati sekitar jam 9.00 malam. Selain jadwal, untuk setting
A/C, suhunya dibatasi hanya sampai 26 derajat C (jadi tidak terlalu dingin)
dan untuk setting pemanas suhunya dibatasi hanya sampai 20 derajat C. Jadi walau
di dalam kantor, kadang saya harus memakai jacket atau pakaian tebal pada musim
dingin.

Di setiap perusahaan di Jepang, ISO 14001 dijalankan betul-betul untuk mengurangi
biaya-biaya yang dikeluarkan dan meningkatkan produktivitas, disamping untuk
menyelamatkan lingkungan dan sumber daya alam. Pernah suatu ketika diadakan
lomba antar perusahaan ISO 14001 dalam Group Hitachi Construction Machinery,
yang dinilai adalah pelaksanaan ISO serta penghematan yang dapat dilakukan.

Tanggapan 7 : (Rama Royani – Limawira)

Rekan Lena ysh,
Dari pantauan saya sejak negeri ini perduli terhadap hemat energi tahun 1987
plus lagi krisis thn 1997, memang ada peningkatan keperdulian orang walaupun
prosentasenya sangat sedikit. Sektor yang paling serius menangani usaha ini
adalah sektor perhotelan karena biaya listrik bisa samai 3 bulan gaji, sehingga
memang mereka sering mengadakan kontes sambil juga memberikan imbalan atas usaha
penghematan tersebut.

Yang banyak saya teliti adalah bangunan di sektor commercial building khususnya
gedung perkantoran, hotel, retail, rumah sakit, dan gedung pemerintahan dan
paling kelihatannya hasilnya adalah rekan rekan di Bandung yang kabarnya memiliki
Club Energi.

Gedung gedung lainnya hasilnya tidak jelas, hanya yang pasti untuk menjaga
keberhasilannya dibutuhkan team manager yang bakatnya disiplin dan penuh dedikasi
dan tentunya pimpinan puncaknya pun memiliki niat yang sangat keras untuk terus
menerus memelihara usaha ini.

Setelah team nya terbentuk, maka yang harus dilakukan adalah membuat peta pemakaian
energi untuk melihat beban apa dalam bangunan yang menggunakan energi, berapa
besarnya dalam KWH. Setelah memperoleh peta tersebut, mulailah dari yang paling
besar sehingga dampak terhadap penghematannya pun akan besar.
Pengalaman membuktikan bahwa AC menggunakan energi paling besar (50-70%), setelah
itu lampu (20-40%).

Nah kalau berbicara tentang kapasitor dan lampu maka bisa saya jawab sebagai
berikut. Alasan utama Kapasitor dipasang adalah melulu untuk memperbaiki Power
Factor yang apabila rendah ,maka pemilik sumber daya akan dirugikan karena daya
terpasangnya tidak tergunakan , sedangkan bagi pemakai dampak langsungnya terhadap
biaya energi hampir tidak ada atau sangat kecil, karena perhitungan biayanya
diambil dari KW yang diturunkan dari VOLT x Ampere x PF.

Kalau dipasang kapasitor Arus beban akan turun tetapi PF nya akan naik sehingga
hasilnya sama saja Dampak tidak langsungnya biasanya terjadi apabila pengguna
sering kena denda karena PF terlalu rendah, begitu juga dengan turunnya arus
maka kalau kabelnya panjang dan terbatas maka akan mengurangi rugi rugi di kabel.
Setahu saja kecuali kalau ada denda PF, dampak penghematannya sangat amat kecil.

Tentang Electronic ballast, memang sekarang ini sudah mulai banyak diperjual
belikan dan memang ada dampaknya yang lumayan tetapi tidak sampai 50 % karena
pengguna energi terbesar adalah lampunya bukan ballastnya.

Tentang alat untuk menghemat energi, walaupun banyak engineer yang percaya
bahwa alat ini bisa menghemat energi, saya termasuk yang tidak percaya. Logikanya
adalah kalau kita memasang alat apapun, baik seri atau parallel dengan beban
maka alat tersebut pasti akan menyerap energi dan hal itu berarti bukannya menghemat.

Akan tetapi banyak juga orang yang berani menjamin akan adanya penghematan,
karena memang ternyata setelah dipasang alat ini amperenya turun, hanya saja
walaupun amperenya turun PF nya akan naik sehingga kalau perhitungan biaya energi
benar benar diturunkan dari KW maka biayanya pun tidak akan berkurang, nah disini
kita harus meneliti apakah KW meter anda benar benar menghitung KWH atau KVAH
walaupun namanya KWH meter??

Saya sendiri saat ini sedang meneliti beberapa KWH meter.

Melihat anda bekerja di garment sebaiknya buatlah peta pemakaian energinya
(KWH)baik mesin mesin garmen nya, ac, boiler,lampu, fan ,pompa pompa dlsb masing
masing kelompok setiap bulan dalam setahun. Kalau bisa buat juga bench mark
dengan rekan lainnya yang bergerak dibidang yang sama.

Catat juga waktu operasinya kalau mulai kapan berhenti, semakin banyak catatan
tentang penggunaan energi tersebut semakin besar peluang kita untuk mengidentifikasikan
sektor mana yang paling menghabiskan biaya energi.

Tanggapan 8 : (M.Harisman – Integra Teknik)

Tidak ada jalan pintas untuk mendapatkan penghematan listrik. Semua alat energy
saving yang dijual, komponen utamanya hanyalah "capacitor bank", dan
ini hanya akan memperbaiki Power Factor (meningkatkan Cos Phi mendekati 1),
sehingga charge dari PLN ke Industri (dari sisi KVAR-hour) dapat diminimalkan.

Untuk skala rumahan, secara umum, penggunaan capacitor tidak akan menyebabkan
berkurangnya nilai tagihan listrik, karena PLN tidak melakukan chage terhadap
KVAR-hour. Untuk perumahan, yang di-charge hanyalah KWatt-hour (KWh).