Bagaimana LNG dihargai?
Secara tradisional LNG dijual dengan basis volume, misal cubic meter atau cubic foot, tetapi harga gas dijual dengan nilai bakarnya dan penjualan sekarang berdasarkan satuan energi (MM Btu or 1000,000 Btu). Nilai bakar gas adalah jumlah panas yang dihasilkan dari pembakaran sempurna gas. Sebagai contoh, nilai bakar satu cubic meter LNG adalah 50 juta BTU. Nilai bakar LNG sangat beragam bergantung kepada permintaan pasar.

1. Bagaimana LNG dihargai?
Secara tradisional LNG dijual dengan basis volume, misal cubic meter atau cubic
foot, tetapi harga gas dijual dengan nilai bakarnya dan penjualan sekarang berdasarkan
satuan energi (MM Btu or 1000,000 Btu). Nilai bakar gas adalah jumlah panas
yang dihasilkan dari pembakaran sempurna gas. Sebagai contoh, nilai bakar satu
cubic meter LNG adalah 50 juta BTU. Nilai bakar LNG sangat beragam bergantung
kepada permintaan pasar.

2. Apa kegunaan gas alam?
Sebagai bahan bakar:

  1. Pembangkit tenaga untuk listrik (konsumen LNG terbesar adalah untuk
    keperluan ini)
  2. Bahan bakar transportasi (CNG)
  3. Gas kota (keperluan rumah tangga)
  4. Bahan bakar industri (contoh, industri pengecoran logam)
  5. Bahan bakar lain dalam bentuk GTL (Gas To Liquid, mirip solar diproduksi
  6. melalui reaksi kimia)

Sebagai umpan industri petrokimia:

  1. Industri pupuk
  2. Olefin Center
  3. Aromatic Complex
  4. Dan lain-lain

3. Apa perbedaan antara LNG, Bensin (gasoline) dan Solar?
Komposisi atau kualitas hidrokarbon adalah berbeda sehingga nilai bakarnya juga
berbeda. Berikut adalah nilai bakar LNG, bensin dan solar. Dari tabel di bawah
didapat bahwa nilai bakar LNG kurang dari 60% nilai bakar bensin atau solar
pada volume yang sama atau diperlukan 2/3 lebih banyak LNG yang dibakar untuk
menghasilkan jumlah panas yang sama.

Fuel Btu/gal
Gasoline 126,300
Diesel 139,218
LNG (20 psig) 80,445

Pertanyaan : (Dicky Suriakusumah)

Mas Slamet Suryanto,
Sedikit klarifikasi saja.
Gas alam yang berasal dari ubah-bentuk LNG sangat jarang (atau tidak ada sepanjang
sepengetahuan saya) untuk mengumpan industri GTL atau petrokimia.
Hal ini karena ongkos processing dari LNG chain (liquefaction, freight, revaporisation)
yang sangat besar, sehingga harga gas tsb menjadi tinggi (tidak ekonomis).
Biasanya untuk konsumen jenis ini, mereka mendapatkan umpan gas alam langsung
dari lapangan gas dengan lokasi sedekat mungkin sehingga dapat menekan harga
gas menjadi tidak terlalu tinggi.

Tanggapan 1 : (Slamet Suryanto – Pertamina)

Mas Dicky,
Terima kasih untuk perhatiannya. Makanya di no.2 dicantumkan kegunaan gas alam,
tanpa pretensi untuk mendapatkannya mesti dari LNG. Saya setuju dengan anda
jika LNG diadakan untuk umpan industri petrokimia akan tidak ekonomis
kecuali untuk bahan bakar, misalnya melalui energy/electric companies. Rule
of thumb untuk pengadaan gas dalam bentuk LNG yang cukup ekonomis adalah jika
jarak antara sumber gas (atau produsen) dengan konsumen tidak kurang dari 3000
km, selebihnya dalam bentuk gas melalui pipeline. Sekali lagi terima kasih untuk
perhatiannya yang barangkali bagi yang lain mengasumsikan lain.