Mohon informasi mengenai import bahan berradioaktif :
1. Bagaimana prosedurnya?
2. Apakah harus berhubungan dengan BATAN?
3. Instansi apa saja yang harus dimintai ijin?
4. Kalau perusahaan tidak mempunyai Angka Pengenal Impor, apakah mungkin kalau menggunakan jasa freight forwarder?
5. Apakah ada persyaratan khusus seperti sertifikat bagi personil perusahaan?

Pertanyaan : (Arif Zaini)

Bapak2 sekalian,
Perusahaan saya sedang dalam proses penunjukan sebagai perwakilan untuk produk
instrument yang berbahan radioaktif dari USA.

Mohon informasi dari Bapak2 yang berpengalaman dengan urusan import bahan ber-radioaktif
seperti ini,

1. Bagaimana prosedurnya?
2. Apakah harus berhubungan dengan BATAN?
3. Instansi apa saja yang harus dimintai ijin?
4. Kalau perusahaan tidak mempunyai Angka Pengenal Impor, apakah mungkin kalau
menggunakan jasa freight forwarder?
5. Apakah ada persyaratan khusus seperti sertifikat bagi personil perusahaan?

Kami sangat berterima kasih atas informasinya.

Tanggapan 1 : (Waskita Indrasutanta – Wifgasindo
Dinamika Instrument Engineering)

Kami pernah mengageni peralatan radioactive (radioactive gauging equipment).
Saya mencoba menanggapi sbb:

  1. Ketentuan dan procedure, silahkan menghubungi BATAN, atau mungkin ada rekan
    milis dari BATAN yang bisa membantu.

  2. Benar sekali, semua import, penggunaan dan pemusnahan bahan radioactive
    dibawah pengawasan dan ijin BATAN. Ijin impor diajukan oleh Importir; Ijin Penggunaan
    dan Pemusnahan diajukan oleh User; kesemuanya dengan memenuhi
    persyaratan tertentu dari BATAN.

  3. Khususnya untuk radioactive, sepengetahuan saya hanya BATAN. Tetapi sebaiknya
    ditanyakan kepada pihak BATAN.

  4. Saya kira siapapun bisa menjadi Importir, asalkan ada ijin import. Kalau
    tidak salah, air cargo tidak bisa menerima barang radioactive, jadi harus sea
    freight dengan ijin import radioactive tadi. Route perjalanan darat (dari kapal
    sampai destination akhir) juga dengan sepengetahuan BATAN, dan ada kalanya perlu
    pengawalan.

  5. Pekerja di area radioactive (User, Teknisi atau Enginer dari Agen peralatan,
    dsb.) memerlukan training dan sertifikasi dari BATAN. Pekerja dilapangan area
    radioactive juga diwajibkan menggunakan radioactive exposure meter/badge yang
    dilaporkan secara berkala. Sertifikasi pekerja radioactive harus sudah ada sebelum
    peralatan radioactive dikirim ke lokasi user.

Tanggapan 2 : (Ramzy – Radiant Utama)

Pa Waskita, saya mau koreksi sedikit bukan BATAN sekarang yang memberikan izin
itu BAPETEN yang alamatnya ada digedung sebelahnya Hotel Nikko/President jl.
M H Thamrin 54, soalnya berdasarkan UU No. 10 tentang Ketenaganukliran BATAN
itu jadi pemain yang juga diawasi oleh BAPETEN

Tanggapan 3 : (Mifthacul Munir – Unocal)

Pak Waskita dan Zaini,
Saya tambahkan item3 berdasarkan pengalaman kami menggunakan peralatan yg memanfaatkan
radioaktif di platform untuk pengukuran flowmeter.

3. Selain BATAN ada instansi lain yg harus dihubungi yaitu BAPETEN (Badan Pengawas
Tenaga Nuklir). Kami menggunakan meter yg menggunakan radioaktif di salah satu
platform. Ijin penggunaan bahan radioaktif dikeluarkan oleh BAPETEN setiap dua
tahun sekali. Sedangkan surveymeter-nya disertifikasi oleh BATAN setahun sekali.

Tanggapan 4 : (Waskita Indrasutanta – Wifgasindo
Dinamika Instrument Engineering)

Terima kasih atas koreksinya, Pak Ramzy.
Pengetahuan saya sudah kuno – pra UU no. 10, waktu itu masih dibawah pengawasan
BATAN.

Tanggapan 5 : (DM Nurjaya – Jurusan Melaturgi
UI)

Kalau tidak salah sekarang bukan BATAN yang punya tugas pengawasan tetapi Bapeten
atau NECB (Nuclear Energy Control Board) beralamat di :
Jl. M.H. Thamrin No.55, Jakarta 10350, INDONESIA
Phone: +62 (21) 230.1249~1252, Fax: +62(21)230.1253
e-mail: info@bapeten.org

disitusnya http://www.bapeten.org juga
cukup lengkap membahas tentang perizinan bahan nuklir atau radiasi.