Markodji adalah process engineer muda, ia mendapat perintah ‘boss’ untuk mensizing PSV pada sebuah vessel yang baru dibeli, ter-embedded pada vessel itu tentunya adalah sistem isolasi berupa SDV, (juga LCV yang dapat difungsikan buat meng-isolasi) tak lupa bos juga wanti wanti agar jangan lupa memasang PCV untuk ‘kepentingan tertentu’ (baca: sebenarnya Markodji tahu, kalau hal ini adalah pesenan Brooke Burke, si reservoir engineer muda yang semlohai) agar beberapa sumur gas yang critical tidak lantas ‘mati’ semata karena shutdown.

Markodji adalah process engineer muda, ia mendapat perintah "boss"
untuk mensizing PSV pada sebuah vessel yang baru dibeli, ter-embedded pada vessel
itu tentunya adalah sistem isolasi berupa SDV, (juga LCV yang dapat difungsikan
buat meng-isolasi) tak lupa bos juga wanti wanti agar jangan lupa memasang PCV
untuk "kepentingan tertentu" (baca: sebenarnya Markodji tahu, kalau
hal ini adalah pesenan Brooke Burke, si reservoir engineer muda yang semlohai)
agar beberapa sumur gas yang critical tidak lantas "mati" semata karena
shutdown.

Mulailah Markodji mengulik ngulik literature (dia merasa beruntung sebagai
Madura terdidik ia tidak harus bekerja ngumpulin besi apkiran atau keliling
jualan to soto yam ayam). API 520/521 dibukanya, tak ada tentang banyak sizing
PSV untuk fire case didapatnya. Ia menjelajah internet, mencari guideline, wow
!!! banyak sekali yang dia peroleh. Sekonyong konyonk dia kaget tak keruan.
Ada deflagrasi material. apa pula ini?

Markodji menunjukkan hal ini pada bosnya, sang bos sibuk meeting, ngurusin
bidder list lha, ngurusin vendor bandel yang nelponin mulu lha… pokoknya ada
saja masalah yang membuat bosnya begitu botak rupa. Ia menelepon Rukiyah, sesama
Madura, process engineer lain KPS. Janji dibikin, sore hari 11 Agustus 2003
di Coffee bean and tea leaf Plaza Senayan. Wow kencan ilmiah!!!

Rukiyah menjelaskan kalau deflagrasi material adalah berkurangnya secara drastis
kekuatan sang material (dalam hal ini vesel) karena effek temperatur fire (kebakaran)
hingga si Pburst nya (tekanan vessel untuk dapat pecah) di bawah tekanan fluida
di dalamnya (singkat kata, vessel pecah dan mungkin meledak…..)
Rukiyah menunjukkan data deflagrasi material untuk "common" low carbon
steel, wow!!! mengerikan.

Berikut yang Rukiyah berikan pada Markodji (Rukiyah memang ahli menyelusup
internet hingga dia mendapatkan data ini dari HS Executive)

T (degC) Yield Strength (psia)
20 51502
100 50987
200 48927
400 40687
500 32446
600 19313
700 8497
800 3090

Betapa material mengalami penurunan kekuatan secara dramatis antara 500 hingga
800 degC.
Markodji terpana, makin cinta ia pada Rukiyah. Apalagi setelah Markodji mendapat
penjelasan Rukiyah tentang Konsep Melhem tentang P burst. wow!!! Indah dunia.

P burst = 2*tebal vessel*Yield Strength/radius vessel

Sehingga di dapatkan untuk vessel yang dimilikinya, pada 800 degC P burstnya
sebesar 40 psia, sementara tekanan operasi saja sudah 30 psia, wow!!! Tentu
saja PSV yang ia set pada 100 psig tidak akan pernah bekerja!!!!!

Hmmm, Markodji mengerti sudah kenapa masalah deflagrasi material itu puwentuing
buwanget bagi para perancang PSV fire. Esok hari dia ingin berdiskusi dengan
bosnya tentang hal ini. Berterima kasihlah ia pada Rukiyah.

(bersambung)

Referensi :
1. Guideline Guidelinenya HS Excecutive
2. Guideline Guidelinenya Norsk Hydro
3. Guideline Guidelinenya Norsok
4. Kontak email pribadi antara "garonk sekali" dengan Per Salater
(Norsk Hydro), Ryan Ouderkirk (Fluor Corp) dan Harold Fisher (DIERS)
5. Tulisan tulisan Wing Y Wong di Chemical Engineering
6. Tulisan tulisan Per Salataer di CEP Magazine
7. Tulisan Tulisan Ryan Ouderkirk di CEP Magazine
8. API 520/521
9. ASTM ferrous material