Dimanakah saya bisa mendapatkan buku standarisasi untuk proses Kalibrasi peralatan2x Instrument dan titelnya apa ? Seperti saya tahu kalo di Electric ada PUIL. Nah kalo di instrument apa ya ?…….

Pertanyaan : (Indra)

Dimanakah saya bisa mendapatkan buku standarisasi untuk proses Kalibrasi peralatan2x
Instrument dan titelnya apa ? Seperti saya tau kalo di Electric ada PUIL. Nah
kalo di instrument apa ya ?…….

Karena saya sangat membutuhkan buku tersebut untuk persiapan Internal Audit
dan Eksternal Audit ISO di perusahaan kami, pada Audit yang lalu Departemen
kami kena status minor karena tidak adanya buku tersebut.

Tanggapan 1 : (Raswari – PPII)

Dear Indra ,
Standard yang dibuat di Indonesia setahu kami belum ada untuk instrument kecuali
punyanya perusahaan minyak yang tidak untuk umum. Sedangkan Persatuan Insinyur
Profesional Indonesia punya standar praktis untuk instrumen baru sebatas simbol,
diagram dan lube drawing. Bisa hubungi Astri dan Aan soal buku PIPI di Ph.7691661
,75914954 ,75914706

Tanggapan 2 : (Adrian – PT. SKIns)

Pak Indra,
anda bisa search di http://www.isa.org (ISA-The
Instrumentation and automation society) karena untuk standard Instrument dan
Control ISA lah tempatnya dan Bapak bisa cari directory books atau standards,
Bapak mencari standard untuk calibrasi alat apa?,ada Methodes and Equipment
for Calibration of Variable Area Meters (Rotameters), juga untuk Turbine Flowmeters,
etc.

Bapak bisa langsung beli online atau bisa saya bantu (hub. saya lewat Jabri)
karena kebetulan saya yang bertanggung jawab untuk training dan buku2x ISA di
Indonesia.

Tanggapan 3 : (Arief Rachman – Singgar Mulia)

Pak Indra,
Ada satu hal yang mengusik saya : Mengapa gara-gara anda tidak mempunyai buku
standard kalibrasi lalu ada comment minor pada saat audit ??? Apa comment minor
tersebut ?? Apakah karena anda tidak mempunyai calibration report ??

Dari yang saya tahu, ISO-9000 tidaklah secara spesifik point out detail HOW
TO DO oleh sebuah company. Kalaupun akhirnya company yang akan di sertified
ke ISO-9000 melakukan hal-hal tertentu itupun dalam rangka comply dengan
"general" requirement yang ada di ISO, misalnya requirement bahwa
harus ada validasi/check, quality plant-nya dsb-dsb. Bagaimana detail caranya
terserah si company karena akan spesifik untuk tiap perusahaan.

Balik lagi ke kalibrasi, secara simple sebetulnya kegiatan kalibrasi lebih
untuk menemukan performance suatu alat DIBANDINGKAN dengan standard tertentu.
Primary standard tentu saja yang ada di National Beruau dan turunan-turunannya
ada di masing-masing negara. Setahu saya untuk di indonesia adalah yang ada
di Litbang KIM. Sepanjang kalibrator anda sudah di "tera" ke litbang
KIM dan kalibrasi anda lakukan memakai kalibrator yang sudah ditera tersebut,
kalibrasi prosedurnya anda punya dan hasilnya di-dokumentasikan seyogyanya tidak
akan ada comment dari ISO audit terlepas anda punya buku standard atau tidak.

Yang agak membingungkan saya adalah kecenderungan untuk rely performance company
(Safety, instrument akurasi dsb-dsb) heavily pada standard baik nasional maupun
internasional bak kitab suci tanpa menyadari bahwa standard-standard tersebut.
Engineering judgment kita-lah yang akan menjadi final decision kita.

Dari sisi ini, saya sarankan anda create sendiri standard kalibrasi anda tanpa
harus menunggu adanya standard.

Tanggapan 5 : (Imam Dermawan – McDermott Indonesia)

Setuju dgn pak Arif, kalau bikin sendiri aja bgmn ? Tinggal merangkum pengalaman2
teknisi kalibrasinya menjadi dlm bentuk tulisan. Yg penting calibratornya sudah
ada sertifikat dari sucofindo/KIM Jg sekarang sepertinya instrument2 sdh canggih2,
sehingga mudah prosedur kalibrasinya. Misal Transmitter + Control valve : cuman
butuh field calibrator + hart communicator,blocking valve(SDV,BDV)- power supply,dll.

Untuk tambahan :
Di vendor data setiap instrument sudah ada calibration procedurenya Tinggal
dikumpulkan saja trs dijadikan buku

Tanggapan 6 : (Bambang Hutomo W – Rekayasa)

Sebagai tambahan info :

Setahu saya Untuk ISO 9000 baik versi lama atau yang 2000, yang penting adalah
ada data tertulis dan konsekwensi pada aplikasinya. Untuk masalah kalibrasi,
baik di Pabrik pembuat(Vendor), Perusahaan konstruksi, maupun Pabrik produksi
(End User), harus ada :

  1. Prosedur Kalibrasi ( guidance book, bisa merupakan prosedur kalibrasi instrument
    dari Vendor yg bersangkutan atau prosedur yang dibuat oleh perusahaan tersebut
    (meskipun bahannya dari "baceman" perusahaan lain) dan telah disahkan
    oleh manajemen untuk digunakan di lingkungan kerja perusahaan tersebut).

  2. Alat Kalibrasi ( Yang telah distandarisasi dan diregistrasi/disahkan oleh
    perusahaan/badan hukum yang sah seperti : LEN, LIPI, Metrologi, dll, dan masih
    berlaku saat dipakai kalibrasi).

  3. Hasil Kalibrasi yang ditanda tangani oleh semua pihak terkait, berikut cap
    perusahaan masing-2 ( atau kalau untuk lingkungan sendiri cukup ditanda tangani
    oleh orang yang melakukan Kalibrasi dan ditandatangani oleh atasan atau orang
    yang bertanggung jawab thd hasil kalibrasi).

  4. Ada tanda (marking) bahwa Instrument tersebut telah dikalibrasi, berikut
    angka-2/data kalibrasi.

Semoga bermanfaat.