Pada saat coiled tubing operation sebelum membuka atau menutup master valve di christmas tree, biasanya client pump 20% glycol untuk menghindari hydrat,
Belakangan saya tahu kalo hydrat terbentuk dari hidrocarbon, H2S, CO2 pada temperatur rendah dan tekanan tinggi (konfirmasi) sehingga membentuk ice dan plugging master valve shg sulit untuk dibuka.

Pertanyaan : (Tomi Affandi)

Pada saat coiled tubing operation sebelum membuka atau menutup master valve
di christmas tree, biasanya client pump 20% glycol untuk menghindari hydrat,

Belakangan saya tahu kalo hydrat terbentuk dari hidrocarbon, H2S, CO2 pada
temperatur rendah dan tekanan tinggi (konfirmasi) sehingga membentuk ice dan
plugging master valve shg sulit untuk dibuka..

Pertanyaan saya:
1. Apa ini terjadi karna udara ruangan di north sea rendah?
2. Apa ini juga terjadi pada drilling operation misalnya.
3. Selain glycol adakah antifreeze additive lainnya?

Tanggapan 1 : (Ilham Yanuar – Total)

Pa Tomi, kalo ditempat saya bekerja itu terdapat fasilitas utk METHANOL injection,yg
dapat mencegah freezing/ hydrate.

Tanggapan 2 : (Cahyo Hardo – PremierOil)

Memang benar, hidrat gas alam terbentuk pada tekanan yang relatif tinggi dan
temperatur yang relative rendah. Hidrat merupakan hasil reaksi fisik antara
gas dan air. Hidrat, secara molekul adalah gabungan antara molekul air yang
diikat oleh ikatan hidrogen, yang pada temperatur yang rendah cenderung membentuk
sarang hidrat berstruktur tertentu akibat adanya ikatan hidrogen.

Jika keadaan memungkinkan, misalnya karena kondisinya memenuhi serta didukung
oleh daya larut gas dalam air yang relatif tinggi juga (seperti pada gas H2S
dan CO2), molekul gas yang masuk di dalam sarang air akan terjebak dan diikat
oleh gaya van der waals. Senyawa gabungan tersebut dikenal sebagai hidrat.

Hadirnya H2S dan CO2, akan mempercepat terbentuknya hidrat karena CO2 dan H2S
termasuk pembentuk hidrat sejati, mungkin karena konfigurasi senyawa CO2 dan
H2S begitu stabilnya dan cocok dengan lubang yang ada di sarang air tadi, sehingga
mudah bergabung dengan molekul air.

Untuk mengecek terjadinya hidrat, secara kasar bisa dilihat dari kurva termodinamika
hidrat, yang tentunya juga memasukkan komponen gas-gas tersebut. Beberapa progam
seperti CSMHYD atau Hysys juga bisa digunakan
untuk menebak terjadinya hidrat.

Jadi,

1. Apakah karena temperature di laut utara yang rendah?
Bisa jadi, sehingga perlu di cek kurva pembentukan hidratnya. Bisa jadi pula
akibat
terjadinya perbedaan pressure drop yang tinggi antara master valve dan flowline
(untuk kasus sumur tanpa choke valve)

2. Apakah ini bisa terjadi pada drilling operation?
Bisa jadi pula, asal kondisinya memungkinkan. Akan tetapi, pada umumnya setahu
saya, jika di drill, operasi yang terjadi justru adalah pembebasan tekanan.
Pada saat itu, mungkin hidrat akan terbebaskan kembali menjadi gas, dan kalau
ini tidak di manage dengan baik, maka bisa berbahaya sekali.

3. Selain glycol?
Glycol adalah keluarga alkohol yang mempunyai ikatan alkohol di badannya. Ikatan
alkanol yang memang disukai oleh air, akan membuat sarang air menjadi buyar
sehingga hidrat menjadi tidak terbentuk. Selain glycol, tentunya keluarga alkohol
yang lain seperti methanol bisa digunakan. Air laut, pada kondisi tertentu juga
bisa digunakan sebagai inhibitor hidrat. Inhibitor yang disebutkan di atas masuk
ke dalam golongan inhibitor termodinamika. Ada satu lagi inhibitor yaitu inhibitor
kinetika.

Itu sekelumit sharing saya Pak Tomi. Lebih jauh, mungkin bapak bisa baca artikel
tentang hidrat yang tersebar di mana-mana di internet. Di http://www.migas-indonesia.com
, ada juga tentang artikel hidrat ini. Isinya tidaklah terlalu teoritis, dan
di sana diselipkan juga pengalaman sehari-hari di lapangan.

Semoga membantu.

Tanggapan 3 : (Doddy Samperuru – Schlumberger)

Dear Pak Tomi,
sekedar menambahkan sedikit
Seperti sudah dibahas sebelumnya, hidrat gas (bentuknya mirip es batu) memang
hanya bisa terbentuk kalau dua kondisi lingkungannya terpenuhi, yaitu (1) temperatur
sangat rendah, (2) tekanan yang tinggi. Syarat lainnya: ada air & ada gas.
Berangkat dari sini, naturally hidrat gas menjadi masalah umum di area E&P
deepwater, pada saat well construction maupun well servicing. Bagian barat laut
North Sea termasuk kategori deepwater (kedalaman laut >200m). Coba cek kedalaman
laut di area Anda.

Back to your questions:
1. Hidrat gas umum terjadi di deepwater, di belahan manapun di planet ini, tidak
tergantung iklim lokal di permukaan.
2. Hidrat gas justru paling ditakuti pada saat drilling di deepwater.
Diperparah dengan fenomena shallow gas hazard, well control menjadi faktor
yang sangat kritikal & sangat diperhatikan. Seperti pernah dibahas sebelumnya,
hidrat gas dapat menyebabkan (1) penyumbatan BOP & kill lines – dua peralatan
penting untuk well control, (2) dehidrasi lumpur pemboran & semen – bisa
merusak cement integration (3) kalau gasnya terrilis, bisa menyebabkan over-loading
gas separation equipment.
3. Inhibitor yg umum memang glikol. Lainnya methanol & salt brines.

Di bidang drilling, berikut metode umum utk menghindari terbentuknya hidrat

gas:
1. Well control yg terencana utk mencegah adanya gas di dalam sumur.
2. Menguragi tekanan di dalam sumur, misalnya mengurangi berat lumpur.
3. Memvariasi kandungan lumpur, misalnya menambahkan glikol dan/atau salt
(NaCl, CaCl2).
4. Menaikkan temperatur, misalnya mensirkulasi dan/atau memanaskan lumpur.

Saran sedikit, kalau Anda sedang mensirkulasi sumur memakai CT, kalau sempat
ada hidrat gas yg masih berbentuk es sampai ke permukaan, coba ambil, keep it
in a cool-box & bawa ke rumah. Lakukan eksperimen berikut di ruang terbuka.
Coba bakar, maka Anda akan sedikit terperanjat melihat fenomena "the burning
snow ball": "batu es" tsb akan terbakar (dgn catatan
gas yg terperangkap adalah gas hidrokarbon, bukan H2S misalnya). 1 unit hidrat
gas dapat menghasilkan 170 unit gas.
Not a wise advice, but worth to try for a magic trick.

Tanggapan 4 : (Widodo Wirdjono)

Menambahkan keterangan Pak Doddy,
bahwa terjadinya hydrat bisa terbentuk kalau dua kondisi lingkungannya terpenuhi,
yaitu (1) temperatur sangat rendah, (2) tekanan yang tinggi. Syarat lainnya:
ada air & ada gas.

Tapi agar hati2 juga karena keadaan tadi dapat juga terjadi pada daerah iklim
panas. Saya pernah mengalaminya di Qatar pada musim panas sekitar 45C.
Hydrat tsb terjadi di Pressure letdown valve (dari 90 barg ke 28 barg), karena
adanya Joule Thompson effect (dan ada sisa air karena pipa yang sedianya sudah
kering ternyata masih ada sisa airnya), maka ketika suhu pada downstream valve
turun terjadilah hydrat yang menyumbat aliran. Karena methanolnya waktu itu
belum siap, maka yang kami lakukan pada waktu
itu adalah memanaskan dengan steam.

Beberapa kali juga kami pernah mengalami kejadian serupa di Arun.