Apa saja bagian dari Mud Logging? Apa saja bagian dari Mud Chemical and Engineering Service? Apa saja bagian dari Well Logging dan Well Equipment Service?

Pertanyaan : (Mira Permatasari – Sucofindo)

1. Apa saja bagian dari Mud Logging?
2. Apa saja bagian dari Mud chemical and Eng. Service?
3. Apa saja bagian dari well logging dan well equip. serv?

Tanggapan 1 : (Nugroho Wibisono – Teknik Fisika ITB)

Dear Ibu Mira,

Pertanyaan nomor 1.
Saya tidak bergerak dibidang mud logging services, ini setahu saya lho..

Berangkat dari definisi mud logging sendiri :

Mud logging is the process of collecting, analyzing and recording the
meaningful solids, fluids, and gasses brought to the surface by the
drilling fluid (mud)

Intinya, informasi apa saja sih yg dibawa oleh si lumpur (yg biasa dipakai
untuk ngebor) ke permukaan, nah itu semuanya dicatat.

Peralatan mud logging terdiri dari sensor2 utk mengetahui semua keadaan
lumpur seperti :

  1. Temperatur lumpur (masuk/keluar)
  2. Debit aliran lumpur (masuk/keluar)
  3. Chromatograph dari lumpur yg keluar (utk mendeteksi gas)
  4. Volume dari mud pit
  5. Casing pressure, stand pipe pressure
  6. Weight of Bit, Mud motor RPM, Hookload
  7. Density (masuk/keluar), ECD (equivalent circulation density)
  8. TVD (true vertical depth), measured depth, ream depth
  9. dll (maaf, saya lupa, soalnya banyak banget)

Nah dari sensor2 itu dikumpulkan kedalam satu DAU (data acquisition unit), dari DAU tsb, informasi2 tsb secara hampir seketika ditampilkan ke ‘rumah anjing’ (dog house, org lapangan biasanya nyebut gitu) yg biasanya terdapat pada rig pengeboran, juga bisa ke company man office dari pemilik lahan pengeboran.
DAU tsb dipasang software utk mengelola informasi tersebut supaya bisa disimpan utk ditampilkan kembali misalnya.
Nah kebetulan ada juga nih masternya dalam bidang mud logging, Pak Henry
Lumbantoruan dari International Logging. Silahkan Pak Henry… 🙂

Kalo menurut saya, alat2 ini merupakan peralatan yg berada digaris depan untuk mendeteksi adanya gejala2 yg membahayakan kru pengeboran seperti adanya well kick. sehingga alat2 ini mungkin perlu dikalibrasi dalam keabsahannya mengukur suatu besaran.. kalo engga kan bisa celakaa… Jika kalibrasi terlalu mahal, mungkin akan lebih murah bila beli baru. Perlu diketahui, utk mengkalibrasi voltmeter yg harganya sekitar 50 rb-an, membutuhkan biaya kalibrasi sebesar 50 rb-an juga.. nah loo… mending beli baru kan? (lho kok jadi ngelantur)…

Pertanyaan nomor 2.

Sepertinya dimilis pernah dibahas dan dijawab dengan gamblang oleh ahlinya dalam bidang perlumpuran. Kalo setahu saya, ada beberapa tipe dari mud seperti oil based mud dan water based mud (lainnya lupa)
Kalo yg tipe water based mud bahan dasarnya pake BaSO4 (barium sulfat ya), orang biasanya nyebut Baryte.

Selebihnya? wah wah.. saya tidak terlalu tahu… mas-mbak dari teknik perminyakan jawabannya pasti lebih tokcer dari saya lhoo…

Pertanyaan nomor 3.

Sepertinya Pak Budhi baru saja ngasih attachment yg isinya ttg well logging. tidak terlalu detil, tetapi memberikan gambaran secara garis besar.

Semoga membantu… 🙂

Tanggapan 2 : (Henry Lumbantoruan – PT. Panah Tiara/ILO)

Pak Nugroho,
Saya kira penjelasannya sudah cukup, kecuali jika ibu Mira minta penjelasan
yang lebih detail. Pada prinsipnya Mudlogging itu adalah sebuah tempat
dimana kita bisa mendapatkan semua parameter dari drilling itu sendiri.
Tentunya setelah memasang semua sensor2 yang dibutuhkan. Dan technology
terbaru sudah dapat memindahkan monitor yang ada di rig-site ke office dari
Oil Coy secara online.

Tanggapan 3 : (Imam Dermawan – McDermott Indonesia)

Jenis2 sensor/ field instrumentnya seperti apa ya Pak? (sensor,transmitter,transmisi data/kabel, akuisisi datanya (plc/?)) Misalnya untuk temperature apakah sensornya spt rtd,termokople,dll. Juga variable lainnya spt pressure,flow,dll.

Tanggapan 4 : (Henry Lumbantoruan – PT. Panah Tiara/ILO)

Pak Imam,
Sensor yang kita gunakan hanya untuk surface dan biasanya tapping ke rig
equipment.(Torsi, hookload, rpm)

Temperatur misalnya, kita gunakan Rosemount Programmable Temperature
Transmitter. Semuanya ada di surface, jadi temperatur ada di mud tank dan
mud out/shaker.

Pressure juga kita mengukur dari standpipe pressure yang ada di rig-Standpipe manifold/tekanan sewaktu pompa lumpur. (Rosemount -Diaphragm-Piezoresistive Silicon Sensor).

Flow biasanya kita pakai paddle type, menghasilkan prosentase aja. Untuk
indikasi awal jika ada loss circ atau kick/gain.

Lainnya yang paling penting Gas Detector yang dapat menguraikan Hidrocarbon
gas ke jenis2 yang populer al. C1, C2, C3, nC4, iC4, nC5 and iC5.

Ada juga H2S + CO2 detector dalam lumpur sewaktu drilling, sehingga kita
bisa monitor dan dapat antisipasi kedepan.

Semuanya kurang lebih ada 60 field data yang dimonitor, selanjutnya diramu
di DAU, lalu dihasilkan dalam satu tampilan monitor/screen, sehingga Ahli
Pengeboran dapat membaca dan mengambil tindakan untuk tetap menjaga sumur
dalam keadaan terkendali.

Prinsipnya adalah kita sepertin membangunkan Singa tidur. Sebab dibawah
sono, ada tekanan dan panas, lalu kita bor untuk mengambil minyak dan
gasnya. Selama kita bisa jaga keseimbangan, maka pengeboran bisa berhasil.

Tugas utama mudlogger adalah menjaga keseimbangan itu dan analisa cutting
pengeboran untuk indikasi awal minyak/gas. Sebab sekali lengah, kick dan
blow out hasilnya. Sumur hilang, rig hilang dan mungkin jiwa juga bisa
hilang.