Apa yang dimaksud dengan minyak pelumas 20/50w, 10/30w? Apakah boleh kita menggunakan pelumas 20/50w pada kendaraan yang dari
pabriknya direkomendasikan memakai pelumas 10/30w?

Pertanyaan : (Hasrul X Jamal – Rasgas)

Mohon pencerahan tentang minyak pelumas.
Apa yang dimaksud dengan 20/50w, 10/30w?
Apakah boleh kita menggunakan pelumas 20/50w pada kendaraan yang dari
pabriknya direkomendasikan memakai pelumas 10/30w?

Tanggapan 1 : (Soni Murdiawan)

Pak Jamal,
Sekedar bantuan dengan sedikit yang saya ketahui tentang pelumas bahwa angka-angka tersebut menunjukan viscositynya pelumas tersebut pada saat suhu tertentu.
Biasanya untuk kendaraan yang normal performancenya dan pemakainya memang standart kekentalannya / SAEnya 20/50 apalagi dengan suhu seperti di Negara kita ini. 10/30 biasanya untuk kendaran eropa atau untuk kendaran yang high performance dalam artian memang lebih ekstrim dari pemakian pelumas pada umumnya demikian dengan kendaraan tersebut. Tapi yang namanya pabrikan pasti advice yang namanya prefentif maintenacenya.

Tanggapan 2 : (Djoko Prabowo)

Pak Sony, saya juga ingin tanyakan juga nih bagaimana dengan Pelumas Fully
Additive yang 5W50 apakah cocok untuk mobil2 di Indonesia ini. Mohon
pencerahannya.

Tanggapan 3 : (Nurfathoni – IKPT)

Sedikit info dari saya,
Pelumas yang biasanya dipasarkan memang ada semacam klasifikasinya, biasanya SAE-30/50W dsb. Angka 30 menunjukkan viskositas atau kekentalan dari pelumas tersebut, sedangkan angka 50 W adalah angka untuk ‘Winter’ season, karena viskositas merupakan fungsi temperatur, maka produsen pelumas cukup mencantumkan angka viskositas pada temperatur normal (bukan mengacu pada keadaan normal) dankeadaan pada musin dingin (4 seasons country). Kalau saya ga salah angka2 10, 20, 50 dst itu disstandarkan atas Pennsylvania Lube Oil yang bilangan SAE-nya mencapai 100 (kalau salah mohon dikoreksi). SAE-10 itu sepengetahuan saya digunakan pelumas mesin2 kecil, kayak mesin jahit (itu punya ibu saya lho..ehehehe merek SXXXXR).

Tentu saja lebih baik menggunakan pelumas yang direkomendasikan pabriknya.
Karena pihak produsen otomotif tentunya sudah memperhitungkan fungsi pelumas yang direkomendasikan, sebagai pendingin, corrosion inhibitor dan dust removal dalam engine.

Mungkin Pak Mahendra, Technical Officer dari Chevron-Texaco bisa menjelaskan lebih detail.

Tanggapan 4 : (Kristanto)

Sebagai Bahan Masukan aja dan bila kurang pas tolong ditambahin bagi yang
ahlinya.
Begini Pak Jamal,
Setahu saya minyak pelumas dengan kode 20/50 W ini adalah menunjukan angka fiskositas ( kekentalan ) dari minyak pelumas itu sendiri yaitu antara berkisar 20 ~ 50 , dan biasanya didalam tabel itu sendiri sudah sudah ditunjukan untuk SAE 20 ~ 50 berapa flash point dan pour pointnya.

Dan mengenai rekomendasi pemakaian 10/30 itu boleh boleh saja , tetapi hasil / fungsi dari pelumasan itu sendiri tidak sesuai dengan design yang dianjurkan dari pabrik itu sendiri.

Misal kalau kita menggunakan minyak pelumas 10/30 sebagai pengganti 20 /50 mungkin dalan tempo 3 ~ 5 hari mesin itu tidak kelihatan/mengalami apa – apa tetapi setelah 3 minggu atau mencapai kilometer berapa maka baru akan kelihatan
1. minyak pelumas akan lebih encer dari yang 20/50
2. mesin akan lebih cepat panas.
3. sistim pelumasan sudah tidak akurat lagi .
Begitu juga sebaliknya kalau kita gunakan minyak pelumas yang angka viskositasnya di atasnya bukannya tidak boleh tapi , tidak dibenarkan sebab mempengaruhi performen dari mesin itu sendiri. Sekian aja, bila ada kesalahan mohon dibenarkan atayu bila kuran mohon ditambah.

Tanggapan 5 : (Agus Wardiman – McDermott Indonesia)

Pak Joko,
5W(winter)50 artinya pada musim dingin oli tersebut memiliki kekentalan setara SAE 5 (Society of Automotive Engineers, oraganisasi ahli tehnik automotive) dan pada musim panas memiliki kekentalan setara SAE 50. Mengenai apakah oli tersebut cocok untuk mobil di Indonesia, ya tergantung spec mobil tersebut. Kalau mobilnya hanya membutuhkan SAE 40, maka oli tersebut tidak cocok karena terlalu kental, akan memberatkan kerja mesin.

Untuk pertanyaan pak Jamal, pakai oli 20/50W untuk mobil yang direkomendasikan pabrik 10/30W. Menurut saya nggak boleh pak, karena 20/50W terlalu kental, anda cukup pakai oli yang angka belakangnya 30, artinya oli tersebut memiliki kekentalan
setara SAE 30 pada musim panas (seperti di Indonesia).

Tanggapan 6 : (Soni Murdiawan)

Mas Joko,
…dan (juga) pak Jamal, semua kembali ke kita mau pakai yang mana atau
brandnya apa. Tapi memang tidak pernah rugi jika mempunyai masukan dan pengetahuan. (..please jika juga ternyata salah, mohon dikoreksi)

Pelumas itu ada dua bagian, yang pertama single great dan multi great.
Single great SAEnya ; 20 w, 40, 50 dst.
Multi great SAEnya : 20-50 , dst.
Single great merupakan base oil, yang kebanyakan direkomendasikan dan
dipergunakan untuk mesin yang konvensional tapi kalau tidak salah saat ini juga yang model sintetic sudah ada.
Multi great kebanyakan merupakan pelumas sintetic yang direkomendasikan untuk dipergunakan di mesin mesin terbaru.

Angka SAE menunjukan tingkat kekentalan dari pelumas tersebut misal 20-50: pada saat kondisi panas pelumas tersebut kekentalannya menjadi 50w dan pada saat suhu dingin kekentalannya menjadi 20w (multi great cocok untuk suhu di Indonesia) – “jika ada yang lebih tahu lebih please koreksi barangkali terbalik saya menguraikannya”

Juga untuk SAE yang lain. Tapi untuk 10-30, 20-40 setahu saya untuk high performance atau dunia otomotif khususnya dibalapan mobil bahkan motor sekalipun pasti memakai yang ekstrim SAEnya (10-30 atau 20-40) jika pakai yang lain akan terjadi “selip kopling” (mereka menyebutnya).

Atau bahkan agar lebih aman pakai pelumas mineral / base oil.
Pemakaian additive pada pelumas (lain kalau bahan baker) -pun sebenarnya kurang banyak pengaruh lebihnya (my experiences), tapi semua sah-sah saja.Yang jelas lepas cocok atau tidaknya tidak akan pernah “baik” jika gonta-ganti pelumas.

Singkatnya mesin baru pakai sitetic dan mesin lawas pakai yang non-sintetic, soal SAE tergatung yang aman memang pakai 20-40 dalam artian tidak terlalu ekstrim dan tidak terlalu encer nantinya pada saat suhu tinggi.

Tanggapan t : (Sigit)

Pak Jamal,
saya coba sharing utk pelumasan.
Tingkat kekentalan/viscositas penting diperhatikan karena berhubungan dengan
kemampuan pelumas utk menjalankan fungsi fungsinya. Pelumas yang tidak sesuai dengan kebutuhan mesin akan berakibat kurang sempurnanya fungsi pencegahan gesekan, pendingin dan pengendalian kotoran.

Kalau boleh dapat informasi jenis kendaraannya dan tipenya apa dan tahun berapa, sehingga bisa memberikan saran yang tepat utk penentuan viscositas.
Di pasaran pelumas kita ada yang 5W-30, 5W-40, 10W-40, 20W-50 atau 5W-50.
Kalau ada terdengar bunyi klep di pagi hari saat start engine ada gejala kelambatan pelumas utk melumasi part/bagian yang diatas mesin sehingga akan banyak berkurang jika menggunakan 10W- atau 5W- , karena angka 5W atau 10W
akan sangat berperan pada suhu yang rendah dan kecepatan pelumas utk naik ke
atas. utk penggunaan yang 10W-40, 5W-30, atau 5W-40 kita akan mendapatkan
keuntungan hemat energi atau bahan bakar walaupun besaran hematnya tergantung dari kondisi mesin, jalan dan pengendara nya juga. Ada pendapat yang menyatakan di negara kita bagusnya pakai 20W-50 itu juga tidak benar, tergantung lagi dari kondisi mesin sendiri juga. Saya pribadi menggunakan 5W-40 dan 10W-30 tidak pernah mendapatkan masalah dan keuntungan yang saya dapat mesin menjadi ringan. Kalau mau lebih detailnya bisa hubungi saya lagi.