Bila ingin mengubah test separator 3 fase (gas, oil & water) menjadi 2 fase saja (oil & water),
berdasarkan apa sebaiknya mengontrol laju alir air karena dikehendaki sebagian air terikut dengan minyak lewat ex-gas line bagian atas?? Level interface tidak dapat dideteksi/digunakan.
Bagaimana sebaiknya setting safetynya, didasarkan pada apa??
Adakah guidance mengenai perubahan service seperti ini??

Pertanyaan : (Imam Wahyudi)

Saya berencana mengubah test separator 3 fase (gas, oil & water) menjadi
2 fase saja (oil & water), bertujuan untuk memperbesar kapasitas handling
fluid dengan retention time yg cukup.
air akan dilewatkan hydrocyclone terlebih dahulu sblm dibuang ke laut.

  1. Berdasarkan apa sebaiknya mengontrol laju alir air karena dikehendaki sebagian
    air terikut dengan minyak lewat ex-gas line bagian atas?? Level interface tidak
    dapat dideteksi/digunakan.

  2. Bagaimana sebaiknya setting safetynya, didasarkan pada apa??
  3. Adakah guidance mengenai perubahan service seperti ini??

Tanggapan 1 : (Bandung Winardijanto – Akerkvaerner)

Beberapa highlight yag mungkin bisa membantu :

  1. Cek Mechanical integrty dari Vessel anda, karena akan diisi penuh oleh Liquid.
  2. Cek integrity dari vessel support nya (ya pondasinya .. ya saddle nya ….dll)
    utk menahan vessel dengan full of liquid.
  3. Periksa internal design dari vessel tersebut… apakah mungkin atau tidak
    dijadikan dua fasa liquid. Tentunya diharapkan ada buffle2 pemisah liquid (Bukan
    gas) pada top and bottom side nya.
  4. Periksa juga apakah memungkinkan ILC dioperasikan di sekitar 80%-90% dari
    ketinggian vessel.
  5. Yakinkan bahwa ILC (item 4) dan bufflle2 (item 3) yang ada di dalam vesel
    harus saling menunjang fungsinya.
  6. Periksa PSV yang ada utk aplikasi full block discharge liquid dan juga adanya
    volume expansion karena panas matahari.
  7. Siapkan juga blanket gas utk memberikan pressure tambahan jika diperlukan.
  8. Evaluasi disolved gas nya agar nilainya sangat kecil untuk menghindari terjadinya
    pemisahan gas pada saat setlement time.
  9. Persiapkan gas trap & Gas vent line di gas off line nya. Jika terjadi
    accumalasi gas disini, buka valve (bisa auto bisa manual) utk melepas gas ke
    venting line yang aman.

Selamat mendesign

Tanggapan 2 : (Rudolf M. Bakkar – Exspan)

Bpk/Ibu sekalian,
Ikutan nimbrung sedikit; dari langkah 1-9 yang Pak Bandung sebutkan, tolong
langkah sebelum itu adalah study terhadap fluid properties dari fluida anda
(bukan hanya dissolve gasnya yang dievaluasi sbg free gas), PADA P, T actual
vs P,T pasca modifikasi (rencana), hal itu sangat critical pada setiap process
modification.

Hal yang lain yang perlu menurut saya untuk dievaluasi adalah fenomena misibel
atau imisibelnya fluida dan perubahan viskositas pada kondisi 2 fasa dan 3 fasa.
Karena toh juga yang menjadi tujuan utamanya (sesuai dengan yang anda sebutkan)
adalah gravity settling. Apakah prinsip stokes nya berlaku? Bisa jadi settling
time naik tapi separation tidak berlanjut (berarti harus beralih ke alternatif
mekanisme proses pemisahan yang lain). Jadi memang tetap berpulang ke properti
fluida anda.

Mudah2an bisa membantu, jgn2 malah membingungkan…..heheeh

Tanggapan 3 : (Darmawan Ahmad Mukharror – VICO
Indonesia)

Kebetulan saya pernah mendesain, ikut terlibat dalam instalasi, tie in dan

start-up untuk mengubah mode operasi dari 3 phase separator menjadi 2 phase

separator. Sebagian besar yang diungkapkan Pak Bandung adalah benar. Saya
cuman menambahkan sedikit saja:

1. Prinsip prinsip inherently safer dalam mendesainnya patut dikedepankan:
jika mungkin mengurangi flow rate kurangi, jika mungkin menurunkan temperatur
oil (biasanya kan minyak panas seperti perempuan, he he he) turunkan, jika mungkin
untuk membuat konsentrasi air meningkat, tingkatkan!, jika mungkin memodifikasi
emergency relief system, lakukan!, jika mungkin memindahkan lokasi ke daerah
yang lebih aman, pindahkan!, jika mungkin mendesain ulang, lakukan. Jika usaha
usaha ini mentok dan maksimal dan atau kontraproduktif yah, sudah lakukan prinsip
pengamanan berikutnya.

2. Cek ketebalan pipa dan integritynya jika mungkin malah life cycle costnya
(wow, susah amat). Ada kasus di salah satu KPS, karena kondisi liquid yang sedemikian
banyaknya, sementara panjang vessel adalah kira kira 24 meter dengan dua support
yang berjauhan dalam jarak 18 meter, liquid yang mengisi kurang lebih 75 % vessel,
maka vessel integrity engineer (VIE)musti mendapatkan info ini (tekanan relief
+ tekanan hydrostatic pada dsar bejana musti diparhatikan). Informasikan juga
kandungan H2S, CO2 dalam water juga asam asam lain pada VIE guna menentukan
usia paparan vessel ini.

3. Posisi buffle perhatikan karena ia sangat mempengaruhi terbentuknya deposit
di dasar bejana. Jaga agar deposit ini tidak membuat buntu outlet. Apa sudah
terpasang unit buat "mengusir" sand ini? jika tidak kiatnya apa? Terlebih
jika terdapat desain "goose-neck" di keluaran dikhawatirkan sand menumpuk
di titik terendah pada "goose-neck" (install drain valve disini).

4. Untuk tekanan operasi (hanya jika) atmosferik pasang "goose-neck"
pada keluaran air dan oil dan water, pasang pula bug screen dan flame arrester
pada vent linedi titik tertinggi goose neck. Pertimbangkan perlu tidaknya melakukanemisi
off-gas di lokasi!!!! jika bisa menyebabkan fire (misalnya kapasitasemisi yang
sangat besar), jangan dipasang.

5. Untuk menghindari surge aliran, blocked discharge case, selidiki kapasitas
dan tipe PSV yang ada. Jika awalnya desainnya lebih gede, jangan sampai overkill…
kegedean juga ngga safe… jika kekecilan lebih lebih… berbahaya … pilot
operated atau balance bellow/convensional? Jika si minyak/air kotor, banyak
kontaminan, dan temperatur relief sangat tinggi pilih balance below atau konvensional
sekalian yang lebih murah. Jika korosif, banyak asam, pilih balance below. Jika
minyaknya lengket (minyak apa hayooo?) pilih saja rupture disk.
Lokasi dan aksesability si PSV ini musti direnungi.

6. Blanket gas? dibuang kemana? wah ini juga musti dipikirkan. Jika memang dengan
hanya bersandar pada gravitational force si liquid bisa pindah, mengapa pake
blanket gas. akan membebani pada unit unit pemisah di downstream, akan menyebabkan
slug flow, akan menambah risk pada kasus fire jika yang di gunakan adalah flammable
gas.

7. Jika tapping Interface Level tidak menjangkau sebagaimana desain (misalnya
desain existing 40%, dipakai untuk 80% dari diameter vessel), bagaimana jika
taping bagian atas pada pipa outlet atau vent atau spare pada bagian atas vessel
(jika ada, harusnya ada dunk!). Lakukan modifikasi "cerdas"!

8. Pikirkan pengangkutan vessel ke lokasi baru, jangan lantas ongkos mindah
vesselnya lebih mahal dari beli vessel baru… Training para operator untuk
pengoperasiannya, karena sebelumnya bermain dengan 3 phase sekarang dengan 2
phase, tentunya human error bisa muncul!