Share, debu dari sebuah sumber dikategorikan sebagai partikel padat yang ukuran diameternya kira-kira kurang dari 10 um (mikrometer) dan secara perlahan dapat settle di udara (air). Perlu ditambahin bahwa ketika sebuah partikel padatan (merujuk ke atas) are combustible, maka terbentuk suatu material mixture yaitu campuran debu dan udara dimana masuk dalam kategori ‘a flammable’.

Share, debu dari sebuah sumber dikategorikan sebagai partikel padat yang ukuran
diameternya kira-kira kurang dari 10 um (mikrometer) dan secara perlahan dapat
settle di udara (air). Perlu ditambahin bahwa ketika sebuah partikel padatan
(merujuk ke atas) are combustible, maka terbentuk suatu material mixture yaitu
campuran debu dan udara dimana masuk dalam kategori "a flammable".

Yang manakah diantara beberapa dust itu, yaitu ada diantaranya seperti partikel-partikel
carbon batu bara kemudian partikel-partikel organic seperti butiran-butiran
bahan makanan (feed), terus adalagi jenis-jenis logam yang dapat teroksidasi
misalnya aluminium atau magnesium dll….
Kesemuanya itu adalah masuk diantara beberapa bahan yang dikategorikan debu
berbahaya dalam dalam udara (udara campuran tentunya). Katanya sih dalam leaflet
itu bahwa dust explosion dapat menyebabkan gangguan yang begitu hebat karena
terjadinya suatu pelepasan energy yang sangat-sangat besar, sehingga apa yang
terjadi, rentetannya adalah tekanan lingkungan di sekeliling ledakan itu meningkat
begitu cepat.

Rupanya kita memang tidak boleh melupakan si oksigen yang mengambil bagian
dalam proses explosion itu sendiri. Secara mikroskopis, debu itu memang memiliki
lahan atau area permukaan partikelnya sangat2 luas bila dibandingkan dengan
massanya. Nah…salah satu sifat fisis ini jugalah kenapa terjadi apa yang dinamakan
ledakan debu (dust explosion ini), kita tahu semua bahwa faktor oksigen merupakan
faktor utama dalam suatu penimbulan api, tapi ini kok langsung loncat ke sini
yah. Ok…debu seperti ditulis diatas memiliki area permukaan partikelnya sangat2
luas,
dengan demikian ia mampu menyerap oksigen begitu besar pula pada kondisi tertentu
dan dengan adanya evolusi gas-gas combustible dalam udara campuran itu sehingga
menjadi faktor terjadinya dust explosion ini.

Beberapa teori juga perlu dilirik bahwa nilai-nilai LFL=LEL dan UFL=UEL perlu
diperhatikan di sini. Perlu diperhatikan atau difoskan untuk debu ini adalah
nilai lower explosive limitnya atau lower flammable limitnya, kenapa karena
pada kondisi itu dia akan memberikan penampakan berupa kabut yang begitu rapat
sekali.

Selain apa yang yang tertuang dlm leaflet CCPS AIChe yang memberikan wejangan-wejangan
apa yang dapat perlu kamu lakukan untuk SELAMAT dari ledakan debu (dust explosion
itu), mestinya perlu juga ditanya apa yang perlu dilakukan agar ledakan debu
itu diCEGAH? Mungkin salah satunya kita harus melihat dulu apa cara menjinakkan
si debu itu agar tidak menimbulkan efek apalagi kalo sudak meledak, wah bisa
gawat. Bila udara kita lembab/agak lembab maka kemungkinan ledakan debu itu
bisa dicegah dalam artian bisa mengurangi kecendrungan terjadinya ignition,
selain itu moisture content dalam udara juga bisa mengelompokkan partikel2 debu
itu sendiri dan kemudian mengurangi kemungkinan terjadinya ignition dari pengaruh
listrik statis.

Agar sedikit nyambung dengan LFL diatas, LFL itu sendiri marupakan nilai ratio
tekanan uap zat tertentu (katakanlah tekanan propane) pada titik penyalaannya
pada setiap tekanan 760 mmHg. Bila sudah ada nilai LFL dari suatu gas atau uap
maka nilai yang ditunjukkan dibawah nilai LFL tidak akan menyebabkan ignition
meski kontak dengan sumber2 ignition.

Mohon maaf kalau ada kesalahan, yang kurang mohon ditambahkan dan yang salah
mohon dibetulkan.