Castor oil
atau minyak jarak dihasilkan dari bijih tanaman jarak (ricinus communist)
yang banyak tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Castor oil mengandung
trigliserida asam-asam lemak terutama asam ricinoleat dengan konsentrasi 89,5%-b
sehingga sering disebut trigliseda asam ricinoleat.  Sumber trigliserida yang
memiliki gugus fungsi hidroksil dengan satu asam lemak berkonsentrasi tinggi,
seperti pada castor oil, sedikit sekali dijumpai. Castor oil
digunakan secara luas pada industri pelumas, surfactant dan dispersan,
tekstil, kosmetik, coating, nylon-11 dan urethane.

Castor oil
atau minyak jarak dihasilkan dari bijih tanaman jarak (ricinus communist)
yang banyak tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Castor oil mengandung
trigliserida asam-asam lemak terutama asam ricinoleat dengan konsentrasi 89,5%-b
sehingga sering disebut trigliseda asam ricinoleat.  Sumber trigliserida yang
memiliki gugus fungsi hidroksil dengan satu asam lemak berkonsentrasi tinggi,
seperti pada castor oil, sedikit sekali dijumpai. Castor oil
digunakan secara luas pada industri pelumas, surfactant dan dispersan,
tekstil, kosmetik, coating, nylon-11 dan urethane.

Negara-negara penghasil castor oil  antara lain Brasil, India, Cina, dan
Thailand.

Di Indonesia, castor oil sudah diproduksi sejak jaman penjajahan Belanda
yang diekspor untuk bahan baku pelumas. Pada jaman penjajahan Jepang, rakyat
Indonesia dipaksa menanam  jarak  untuk produksi pelumas untuk kebutuhan
pelumasan peralatan perang.

Penggunaan castor
oil
dalam industri pelumas tergeser setelah ditemukan additive synthetis
dari minyak bumi. Pada perkembangan selanjutnya minyak bumi menguasai  industri
minyak pelumas dunia karena harganya lebih murah dibandingkan dengan minyak
pelumas dari minyak nabati (seperti castor oil).

Untuk memenuhi  kebutuhan minyak pelumas dalam negeri dan ekspor, Indonesia (Pertamina)
telah mendirikan pabrik minyak pelumas di UP-IV Cilacap dengan merk Mesran. Akan
tetapi, saat ini penggunaan minyak pelumas dari minyak bumi cenderung menurun.
Konsumen minyak pelumas dunia cenderung untuk menggunakan minyak pelumas nabati
kembali karena meskipun harganya lebih mahal tetapi kinerjanya lebih baik
dibandingkan dengan minyak pelumas dari minyak bumi. Di Indonesia, industri
berbasis agro khususnya dari castor oil belum dikembangkan. Padahal
ditinjau dari letaknya sebagai negara tropis, sumber daya alam Indonesia ini
sangat mendukung untuk pengembangan industri berbasis agro tersebut di hampir
daerah seluruh negeri ini.

Sedangkan di Indonesia saat ini castor oil tidak diolah sebagai bahan baku
industri pelumas, surfactant dan dispersan, tekstil, kosmetik,
coating
, nylon-11 dan urethane, tetapi hanya diekspor sebagai
bijih castor dan castor oil. Didasari aspek-aspek tersebut, industri castor oil
merupakan industri yang berprospek dan perlu dikembangkan di Indonesia.

Artikle selengkapnya bisa anda download pada link di bawah ini