Apakah flare stack
termasuk equipment yg disyaratkan harus dihydrotest? Seperti Pressure Vessel,
Heat Exchanger sebagaimana tercantum di ASME VIII UG-99?

Pertanyaan : (Munsif Almaqi)

Mohon pencerahannya mengenai hydrotest untuk Flare Stack. Apakah flare stack
termasuk equipment yg disyaratkan harus dihydrotest? Seperti Pressure Vessel,
Heat Exchanger sebagaimana tercantum di ASME VIII UG-99.

Saya menemui Flare Stack yang siap dioperasikan tetapi belum di Hydrotest.
Jika demikian apa yang harus dilakukan? Saya berfikir bahwa flare stack itu
tetap harus dihydrotest.

Tanggapan 1 : (Drajad Agus Widodo – Rekayasa)

Pak Munsif
Itu tergantung kesepakatan dengan owner dengan contractor atau fabricator, kalau
tidak ada kesepakatan bapak bisa lihat di scope pressure vessel di ASME VIII
( U-1 (c)(2)(h) (kurang dari 15 psia tidak tercakup), flare stack biasanya atmospheric
( 0 psig)jadi tidak tercakup dalam ASME VIII, tapi jika sejak awal ada kesepakatan
menggunakan ASME, bapak harus hydrotest apalagi kalau sudah diajukan oleh owner
ke Dirjen MIGAS untuk mendapatkan SKPI bapak harus hydrotest, kalau tidak hydro
bisa masalah di MIGAS

Mungkin bapak bapak dari MIGAS bisa urun rembuk.

Tanggapan 2 : (Harlion N. Bahar)

Sebaiknya review dulu design equipment tsb, apakah perlu hydro test atau tidak,
kalau hanya atmospheric pressure, untuk apa di test ?

Tanggapan 3 : (Lay King Wie)

Dear Ladies and Gentlemen,
Let’s look at it clearly. First, if the design pressure is greater than ASME
restriction you must use the ASME rule. If they don’t, find their phylosophy
of testing, whether for searching a hole or to know the strength of the weldments.
If they are intended for searching a hole so you can use a pneumatic test or
soap test, while to know the strength of the weldments you can use radiographic
or UT testing rules.
For design pressure is greater than the ASME restriction and the pressure is
quite low, there is alternative test in ASME VIII div. 1 to avoid the hydrostatic
test ( I forgot the paragraphs ).
But if you want to test the flare stack which is beyond the ASME restriction,
and you, as the owner, has told the manufacture to do so, it doesn’t matter
and a good contractor shall be do it ( if they want ), other wise you might
not use them anymore if they are not willing to.

Tanggapan 4 : (Bandung Winardijanto – Akerkvaerner)

Pak LKW, Kasihan amat kontraktornya kalau harus di black list. Btw, rekomendasi
Pak LKW tentang pemakaian NDT atau snooper soap test) atau metode ASME yang
lain sangat tepat. Tentunya ada lagi metode lain seperti Nitrogen or hydrogen
test yang tentunya cost nya juga akan selangit.

Kalau ada keinginan project owner utk melakukan hydrostatic test terhadap flare
stack, tentunya diawal proyek sudah tercantum dengan jelas di spesifikasi proyeknya.
Sehingga baik stack nya maupun civil structure nya suda siap menahan stack yang
akan dipenuhi air/liquid.

Kalau hal ini ternyata lupa tercantum … memang akan menyulitkan sang kontraktor.
Sang kontraktor biasanya akan berkeberatan karena struktur penyangga civil &
mechanicalnya nya "biasanya" tidak di design untuk menyangga flare
stack dengan penuh berisi air/liquid. Salah2 flare stack nya rubuh (karena pondasinya
pecah atau penyangga mechanicalnya collapse) pada saat test. Disamping itu,
kedua ujung stack tersebut tidak ada flange & blind nya, sehingga penambahan
welding utk blind flange di kedua ujungnya akan menambah kerja kontraktor utk
memberikan heat treatment lagi di ujung stack setelah hydrotest selesai.

Dari segi metode testing … banyak cara.
Yang perlu kita saling hitung adalah adanya additional contractor cost jika
kita lupa mencantumkan cara testing flare stack di dalam project ITB.


Tanggapan 5 :
(Lay King Wie)

Dear Ladies and Gentlemen,
Let’s look at it clearly again. Of course the owner has to told the program
before manufacturing or construction. Hydrotest ? No problem, you can do it
segmented horizontally, and because the pressure is vey low you can hydrotest
the interface between the segmented items after the construction ready easily.
OK ?


Tanggapan 6 :
(Stephen S. Rahmat – Cabot)

Rekan-rekan sekalian,
Saya pernah menangani pembuatan serta pemasangan dua buah Flare Stack di pabrik
Carbon Black, untuk membakar semua Tail Gas sisa produksi. Diameter pipanya
ialah 48 ", diameter ignition section (flare tip) nya 116", tinggi
totalnya 45 meter. Saya setuju dengan pak BW, karena Flare Stack bukan merupakan
pressure vessel, maka dari awal Specs. kita dengan jelas
menyebutkan metode quality control nya, termasuk untuk Radiography dan NDT.
Kami tidak menuntut adanya hydrostatic test maupun soap test, karena kami berpedoman
yang paling penting adalah "strentgh" dan "integrity" dari
flare stack tersebut ketimbang kemungkinannya bocor, yang tercermin dari hasil
sertifikasi material dan pengelasan.

Dalam kasus yang dihadapi pak Munsif, saya cenderung untuk tidak melakukan
hydrotest, karena dengan menggaris bawahi pesan pak Bandung bahwa kemungkinan
besar struktur penyangganya tidak dirancang untuk mendukung beban tambahan untuk
hydrotest, maka kemungkinan strukturnya "ambruk" akan sangat besar.

Demikian tanggapan saya, mudah-mudahan berguna.

Tanggapan 7 : (Ramzy SA – Radiant Utama)

Numpang saran
Sepengetahuan saya perihal hydrostatic test ASME untuk case tertentu memperbolehkan
mengganti dengan NDT. Misalkan 100% radiographic test untuk butt joint dan full
penetrant atau magnetic particle untuk fillet joint

Tanggapan 8 : (Simeon S. Ginting)

Pak Munif,
Selama pengalaman saya mensupply flare, saya belum pernah dengar ada flare stack
yang di hydrotest. Alasan utama adalah karena kondisi di flare stack adalah
atmospheric.

Tanggapan 9 : (Lay King Wie)

Dear Ladies and Gentlemen,
There plenty of things we must clarify before to get the idea. First flare is
not atmospheric, it must be pressurized to kept the minimum of the flow and
to prevent the flash back phenomena. Second, what every supplier do is supply
the flare tip and construct or build the flare stack not as a whole. Would you
transport a minimum 60 m pipe ( this number comes from minimum flare stack at
this time ) ? It would cost you very much compare with you construct it’s segments
near the site.
Third owner rule is the highest rule, but it must be comply with the standard
and government rule, because he should knows what would happened ( refer to
the operating conditions ), while the supplier only probably know. The owner
must be responsible for his equipments to the justice not the supplier or third
party. Every body must be remember this !! This things happened to every equipments,
especially the PV equipments. You, as the owner and operator of the equipments,
can’t ask the supplier to take the judicial responsibility when something happened
after operation.

Tanggapan 9 : (Rudof M. Bakkara – Exspan)

Bpk/Ibu sekalian,
Case kita tinjau dari dua aspek:

1. Aspek system design
Sesuai std, Ref ke APIRP14C (C.2.2). yang didalamnya merefer juga ke API520/521,
API2000, ASMEVIII.
… should be designed so that backpressure, including inertial forces developed
at max INSTANTANEOUS flow condition, will not exceed the working pressure of
the lowest pressure rated item. (C.2.2.2) Jadi si designer mustinya sudah "ngoprek2",
akan dia paparkan perlu H-test apa tidak, atau hanya perlu melakukan test terhadap
welding (yg mustinya juga sudah punya/sesuai welding procedure std yg berlaku
di prsh itu).
2. Aspek kontrak
Kalau merefer ke kontrak…………putus kamus………kalau memang tercantum
di kontrak, ya hukumnya kudu. Kalau ndak………ya ndak……..kalao ngotot
ownernya…..di charge back dong. Kalau 3rd party yang minta refer ke No.1 di
atas saja, biar si designer yang menerangkan, iya toh?

Tanggapan 10 : (Darmawan Ahmad Mukharror –
VICO Indonesia)

Berkaca pada kasus di Vietnam tahun 1995, sebagaimana saya utarakan dalam email
saya untuk Mas Hendy (tentang FWKO drum), dimana back pressure yang eksesif
hingga 21 bars (309 psi) maka mestinya Flare header tetap harus dihydrotest
berapapun tekanan operation dia (mau atmosferik kek tetep kudu dihydrotest,
untuk menghindari kasus Vietnam ini)!, setidaknya untuk LP flare dia di test
pada kelas 150# yakni sampai 275 psig pada temperatur < 200 degF; pada
temperatur > 200 degF (suhu flare stack bisa > 1000 degF) yah silahkan
lihat ASME/ANSI terkait.

Lebih penting dari hydrotest; sertifikasi ASTM bahwa material flare stack tersebut
tahan hingga temperatur > 1000 degF musti wajib dilampirkan, agar deteriorasi
material karena panas bisa diatasi

Ada baiknya Mas Munsif baca baca literatur dari John Straitz III (bukan untuk
promosiin NAO lho yah, cuman dia banyak menghasilkan tulisan bagus banget di
Hydrocarbon Processing, Chemical Engineering dan Environmental Engineering Magazine)
tentang flare system ini.